Diary Of Boys Sitter (DOBS) Chapt 3/13


“Nara, gimana?? Udah mendingan?”, tanya Siwon yang kini sedang mengelap hidungku yang tadi mimisan. Aku mengangguk pelan. Siwon menyuruhku untuk tidur di bangku paling belakang, karna bangku di belakang itu memang paling luas.

“Nggak apa-apa, Oppa”,ucapku pada Siwon. Uggh, agak salting juga sih mimisan di depan Siwon. Apalagi sekarang, Siwon berlutut di depanku sambil memegang sapu tangan dengan wajah yang cemas. (>.<) Kalau dia menatapku terus-terusan seperti ini, mimisanku nggak akan pernah berhenti!!! (>///<)

Jonghyun dan Key yang duduk di bangku di depanku, menengok ke arah kami berdua. Wajah mereka berdua seperti yang menandakan bahwa mereka sedang menonton film romantis sedunia.

“So sweet banget ya, Key?”, tanya Jonghyun sambil mengunyah popcorn nya. Key mengangguk sambil menyeruput jus jeruknya.

Tuh kan, apa kubilang! Mereka berdua seperti sedang menonton film di bioskop dengan aku dan Siwon sebagai pemeran utamanya. =(

Leeteuk datang sambil membawa handuk kecil yang dingin, dan dia langsung mengompres dahiku yang memang masih pusing. Aku tersenyum simpul. “Makasih Oppa”, ucapku. Leeteuk tersenyum maniiiiiisss sekalii. Apalagi lesung pipinya jadi makin kelihatan. Kiawaa~~

“Waaah, saingan cinta Siwon hyung dateng!!”, ucap Taemin yang tiba-tiba sudah bergabung dengan Jonghyun dan Key. “Nara noona, sepertinya kalau ada ELF yang melihat noona dan hyung seperti ini, pasti noona udah dijadiin sasaran di Daftar Pencarian Orang!”, ucap Taemin lagi sambil tersenyum.

Hah? Melihat Taemin dari jarak sedekat ini, mengingatkanku pada Heechul. Mereka berdua miriip banget!! Jangan-jangan mereka adik kakak yang terpisah.. (^^)

“Taemin, Jonghyun, Key, jangan ganggu Nara noona! Kasihan kan dia, baru sadar dari pingsan. Dia butuh istirahat”, Onew tiba-tiba sudah berdiri di samping Taemin. Ia mengelus rambut Taemin pelan dan seakan menyuruhnya untuk duduk di bangkunya semula. Taemin menurut dan duduk kembali di samping Minho yang sepertinya masih asyik melihat pemandangan sekitar.

Gyaaa!!!! Onew benar-benar contoh calon bapak yang ideal… (^^)d. Taemin aja sampai nurut dan patuh ke Onew.

Peshhh!!! Mukaku langsung memerah lagi saat membayangkan Onew yang sedang menggendong bayi. WUAAAA!!!! Mimisanku mengalir lagi!!! T.T

“Oppa, saputangannya!!!”, teriakku pada Leeteuk dan Siwon yang ada di dekatku. Tapi ternyata Onew lebih sigap dibandingkan Leeteuk atau Siwon. Jadi dialah yang mengelap darah di hidungku!!

WAWAWAWA!!! Wajah Onew ada di depan wajahku?? Tangannya ada di pipiku?? Matanya sedang menatap diriku??

GUBRAK!!!

“Nara noona?? Kok pingsan lagi??”, ucap Onew sebelum segalanya kembali gelap dan berputar.

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

Uggh, dimana ini? Kok langit-langit kamarnya berbeda dengan kamarku? Tapi suasananya ini kok seperti yang nggak asing buatku. Dinding yang rata-rata berwarna putih dan tirai di samping kasurku.

“Aww”, aku meringis pelan saat mencoba menggerakkan tanganku. Lho? Apa ini? Jarum infus di tanganku? Piyama ini?

Ommo! Jadi aku ada di rumah sakit?

“Oppa?”, aku bergumam tidak percaya saat melihat 12 member Suju ditambah Henry dan ZhouMi yang tertidur di ruangan ini. Posisi mereka lucu-lucu. (^^).

Ryeowook dan Sungmin tidur dengan saling berpelukan sambil mengemut jempolnya masing-masing, Hankyung dan Heechul juga tidur sambil berpelukan. =)

*nggak.. nggak.. nggak..!! Anda para ELF jangan takut.. =D Mereka semua normal kok. Ini pemandangan sehari-hari bagi para member Suju*

Kangin tidur dengan mulut menganga lebarrr!!! =O

ZhouMi dan Henry tidur di bangku yang biasa dipakai oleh para penjenguk pasien. Wajah mereka seperti yang sedang kelelahan sekali. Tapi tetep lucu. =D

Eunhyuk tidur di atas perut Shindong yang tertidur di lantai. Hahahaha, kasian Shindong! Iler Eunhyuk jadi merembes ke bajunya.. (>.<)

Donghae tidur sambil bersender di pundak Leeteuk. Uhh, lucunya mereka berdua!! =)

Sedangkan Kyuhyun dan Yesung malah tidur sambil mengigau. Kalian bisa tebak mereka mengigau apa??

“Sorry..sorry..sorry.. naega naega mon.. zzzzz!! Nggik!”, itulah igauan Yesung.

Sedangkan Kyuhyun?

“It’s gonna be me~~..Hohohoho!!!”, dia malah tertawa dengan nada pahlawan bertopeng.

Mereka berduaa bodoohhh!!!! (=.=’)

Posisi tidur yang paling normal *menurutku* hanya Siwon. Ia tidur sambil bersandar di kasurku.
Hmmm, wajahnya benar-benar seperti malaikat!! Suciii dan damaii sekali.. =)

Tiba-tiba handphoneku bergetar. Ada SMS masuk. Nomor tak dikenal. Siapa ya??

‘Nara noona, ini Taemin!! Pake hapenya Onew hyung.. =D noona, udah sadar belum? gimana keadaan noona? Udah membaik?’

OMG!!! Jadi ini nomor hape Onew??

Tanganku bergetar saat membalas SMS Taemin. Biar bagaimanapun, ini nomor hape Onew yang dari dulu selalu aku hindari!! Tapi tiba-tiba nomor ini datang dengan sendirinya? (>.<)

Biarlah, mungkin ini petunjuk Tuhan untukku mengenal Onew lebih jauh!! (aduh, bahasanya nggak nahan!! =p)

‘Iya, Taemin.. Keadaan Noona udah agak mendingan. Makasih ya udah khawatir.. (^^)a’

Message sent!!!

Save contact number : ❤ On.U SHINee❤

Hahaha, aku tertawa sendiri melihat name contact yang kubuat untuk Onew. =p

Huuft, sekarang aku mesti mengetahui apa yang terjadi sampai aku bisa ada di rumah sakit ini. Tapi, mesti tanya ke siapa? Masa aku tanya ke mereka ber’14? Mereka sepertinya kelelahan sekali. Aku nggak mau mengganggu mereka.

Inbox (1) : ❤ On.U SHINee❤

‘ Yaaah, syukurlah noona. Kami khawatir dengan keadaan noona. Apalagi Onew hyung, katanya dia takut noona pingsan gara-gara dia.. =p’

Hahahaha, memang benar! Aku pingsan gara-gara dia. Selalu karna dia. Tapi, masa aku bilang seperti itu?

‘Nggak kok, Taemin.. =) Bilangin ke Onew Oppa, aku emang sering banget pingsan tanpa alasan yang jelas kayak tadi.. T.T’

Message Sent!!!

Berbohong demi kebaikan itu perlu, kan?? =9
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

“NARAAAA!!!! KAMU SIUMANN??”, teriak Shindong pagi harinya. Ia langsung berlari memelukku dengan erat. Ya Ampun, nafaasss!!!!

“Oppa!! Udah Oppa.. Lepaassin!! Nafasss~~ HHEEEKK!!”, teriakku pada Shindong. Shindong masih tak mau melepaskanku. “Siwon Oppa!! Donghae Oppa!! Leeteuk Oppa!! Tolooooongg akuu!!”, teriakku pada mereka bertiga yang baru bangun dari tidurnya.

Mereka bertiga, bukannya membantuku melepaskan diri dari Shindong malahan ikut-ikutan memelukku.

“Nara!! Kamu kembalii!!! Aku kira, kami bakal kehilangan kamuu!!”, ucap Donghae sambil memelukku erat. Leeteuk mengelus kepalaku sayang. Siwon malahan menciumi keningku beberapa kali.

“Kehilangan?? Apa maksudnya??”, tanyaku dengan suara tercekat karena makin terjepit oleh pelukan mereka berempat.

“Kemarin kamu koma, Nara!!”, ucap Leeteuk sambil berlinang air mata.

HAH?? KOMA?? GARA-GARA PINGSAN DAN MIMISAN DOANG BISA KOMA??
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

“Nona Nara, sekarang anda ditunggu oleh dokter untuk pemberitahuan hasil diagnosa”, ucap seorang suster yang datang ke kamarku. Aku mengangguk mengerti.

“Oppa, mending Oppa Oppa semua nunggu diluar aja”, ucapku pada ke 14 cowok ini.

“Nggak mau!! Kita juga mau denger dan tahu hasil diagnosa kamu”, ucap Yesung tegas.

“Iya, kita kan juga mesti jaga kamu, Nara!!”, ucap Sungmin semangat dan dijawab oleh teriakan 13 member lainnya.

“Kita mesti kompak, Karena kita ini Syu-Pe-Juh-Ni-O-e-o”, ucap mereka berbarengan, sehingga membuat keadaan menjadi ramai.

“SSSSTTTT!!!!”, desis para suster yang sepertinya memang sudah terganggu semenjak kami masuk ke rumah sakit ini.

Iya dong, bayangkan saja.. 15 orang berjalan beriringan di rumah sakit?? Seperti orang autis yang tak tahu aturan. (=.=’)

“Yaudah, tapi jangan berisik ya?”, ancamku pada mereka ber’14. Mereka mengangguk kompak.
Aku beranjak masuk ke ruangan dokter yang memeriksaku.

“Pagi, Dok”, sapaku saat sudah di ruang pemeriksaan. Tapi, tiba-tiba…

“GYAAAAA!!!! SUNGMIN?? SIWON??”, histeris dokter wanita itu saat melihat Sungmin dan Siwon yang mengikutiku masuk ke ruangan pemeriksaan. Ia berteriak makin tak karuan saat melihat member lainnya juga masuk ruangan. Bahkan Leeteuk sampai dicium habis-habisan olehnya. *XD*

Sepertinya dokter ini seorang ELF sejati. =D

Setelah berhasil menenangkan dokter itu dengan berjibun tanda tangan dari masing-masing member (yang katanya akan diberikan untuk sepupunya, keponakannya, adiknya, tetangganya, dan lain lain yang nggak bisa kusebutkan satu-satu), foto-foto bersama (yang sepertinya sampai ribuan gambar), dan pelukan dari masing-masing member, dokter itu mulai tenang dan bisa menjelaskan hasil diagnosa.

“Tapi, sebelumnya saya mau nanya, APA HUBUNGAN DIA DENGAN SUPER JUNIOR?”, tanyanya sambil menunjukku dengan kesan dramatis.

DEG!! Inilah yang paling aku khawatirkan! Sebisa mungkin jangan sampai ada ELF yang tahu bahwa aku ‘setengah manager’ Super Junior!!

“Uhhmph, saya?”, tanyaku sambil menunjuk diriku sendiri. Dokter itu mengangguk makin penasaran. “Saya.. Saya..”, ucapku terbata-bata. Duhh,mesti jawab apa???

‘Dia sepupu dari keponakan ayahnya kakek saya”, ucap Leeteuk menyelamatkanku dari malapetaka itu. Dokter itu mengangguk mengerti biarpun aku yakin bahwa ia juga tak terlalu mengerti soal ‘sepupu dari keponakan ayahnya kakek’ Leeteuk. Pasti yang ia tahu, apapun yang dikatakan Leeteuk, itulah kenyataannya. =S

Aku menatap Leeteuk dengan pandangan penuh terima kasih. Leeteuk mengacungkan jempolnya sambil tersenyum.

Dokter itu mengambil sebuah map dari beberapa map yang ada di mejanya. Aku menghela nafas deg-deg’an. Entah kenapa, aku merasakan firasat buruk.

“Jadi, sepertinya kamu punya penyakit dalam. Dan sepertinya berpengaruh pada sel syaraf. Untunglah tidak terlalu parah, tapi fatalnya kemarin kamu sampai koma. Dan, !$%&%%*^@$#%$^$*@#&#^$*#@T#Y#@%RHS%$YQW$#%I#T$%YU%^”.

Hah?? Dokter ini ngomong apaan sih?? Penyakit dalam?? Berpengaruh ke sel syaraf??

“Jadi intinya, kalau kamu sampai pingsan sekali lagi, itu bisa berakibat sangat fatal”, jelas dokter itu pada akhirnya. “Mungkin kamu bisa langsung…”, dokter itu menggerakkan tangannya dibawah lehernya secara dramatis. “Mati!”

HAH???

======

“Mati, dok? Masa gara-gara pingsan doang bisa mati?”, tanya Kyuhyun nggak percaya. Aku yang terlalu shock hanya bisa memegang erat tangan Leeteuk.

“Oppa, ini pasti mimpi kan?”, tanyaku dengan tawa yang dipaksakan. “Bohong kan?”

Leeteuk tersenyum miris, dia merengkuh kepalaku ke dalam pelukannya. Pelukan ketenangan yang benar-benar sangat kubutuhkan saat ini. Aku nggak bisa melakukan apa-apa lagi. Rasanya badanku kaku. Benar-benar kaku. Bahkan untuk menangis pun, aku sama sekali nggak bisa.

Aku mendengar isakan Ryeowook dan Eunhyuk. Donghae yang bersender di bahu Siwon. Kyuhyun dan Kangin yang masih belum percaya dengan omongan dokter. Hankyung sepertinya masih berusaha menjelaskan apa yang terjadi pada ZhouMi dan Henry. Sungmin, Heechul dan Shindong langsung beranjak menghampiriku, mereka menatap wajahku dengan hampa.

“Kita nggak akan biarkan hal itu terjadi, Nara. Apapun akan kami lakukan supaya kamu nggak pergi ninggalin kami”, ucap Sungmin dengan wajah serius. Baru kali ini aku melihat ekspersinya yang seperti itu.

Aku makin merasa hal ini nggak mungkin terjadi!!!!

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

Sore harinya, kami sudah kembali ke dorm. Leeteuk mati-matian membujuk ke pihak rumah sakit supaya membiarkanku pulang. Entah apa alasannya, aku juga nggak tahu.

“Hati-hati, Nara”, ucap Kyuhyun sambil menggandeng tanganku. Sepertinya ia tak ingin aku tergores sedikitpun, bahakan ada kemungkinan ia tak akan membiarkan nyamuk mendekatiku.

“Nggak apa-apa, Oppa”, ucapku menenangkan Kyuhyun.

Donghae langsung membukakan pintu kamarku dan langsung menyuruhku untuk istirahat. Member yang lainnya juga berderet masuk ke kamarku membawakan buah-buahan, obat, makanan dan lain lain.

“Oppa, tapi aku harus masak makan malam”, ucapku pada mereka semua.

“NGGAK!!!”, teriak mereka serempak. “Pokoknya kamu nggak boleh bergerak, kecuali berkedip!!!”, jelas Leeteuk. (0.o)

“HAH?”, aku nggak percaya dengan apa yang diucapkan Leeteuk. Bisa apa mereka tanpa bantuanku??? (=.=)a

Ehhm, bukannya aku sombong atau apaa, tapi memang biasanya semua pekerjaan sehari-hari, (apalagi memasak) biasa dilakukan olehku. Para member Cuma ‘terima jadi’ saja.

“Masaknya gimana, Oppa?”, tanyaku sangsi

“Ada ryeowook!!”, ucap Kangin sambil menunjuk Ryeowook. Ryeowook yang kebingungan hanya bisa mengangguk pelan. Yahh, kalau soal memasak, Ryeowook memang hobi memasak, jadi sepertinya tak apa-apa jika dia yang mengambil alih dalam soal memasak

“Nyuci baju??”, tanyaku lagi

“Ada Ryeowook”, ucap Eunhyuk.

“Aku lagi?”, tanya Ryeowook sambil menunjuk dirinya sendiri. Hhaaha, wajahnya benar-benar imut!!

“Ngepel?? Nyapu?? Nyiram tanaman?? Bayar Listrik?? Setrika?? Bayar Air??”, tanyaku lagi. “Siapa??”

“RYEOWOOK!!”, ucap mereka serempak sambil menatap Ryeowook.

Kasihan Ryeowook.. (^_^)

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

“Makanan udah siapppp!!!!”, teriak Ryeowook sore harinya. Humph, berhasil juga dia memasak tanpa bantuanku.

Aku berjalan menuju pintu kamarku, tapi betapa kagetnya aku saat melihat ada banyak sekali kertas yang ditempelkan di dinding ruang tengah.

‘NGGAK BOLEH ADA YANG NGEGODAIN NARA!!!’

‘NGGAK BOLEH BUKA BAJU SEMBARANGAN!! (DIKHUSUSKAN UNTUK SIWON)’

‘NGGAK BOLEH BIKIN NARA CAPEK!!’

‘NGGAK BOLEH CIUM CIUM NARA!! (KHUSUS UNTUK SUNGMIN)’

Dan masih ada baaaannnnyyyaaakk sekali kata-kata yang tertempel di kertas itu.

“GYYAAA!!! Nara, jangan keluar ruangan sembarangan!!!!”, ucap Heechul saat melihatku yang masih terpaku membaca tulisan itu. Ia langsung menghampiriku dan memapahku hingga sampai di meja makan. “Kalau mau kemana-mana, bilang dulu sama kita!! Kamu nggak boleh jalan sendiri”, ucapnya lagi.

PESHHH!!! Mukaku menjadi merah lagi. Sejak kapan Heechul menjadi so sweet seperti ini? (>.<)

Sesampainya di meja makan, para member lainnya langsung ribut menawarkanku makanan.

“Nara, mau makan apa?”, ini Leeteuk

“Nih, nasinya kurang nggak?”,tanya Eunhyuk

“Mau disuapin nggak, Nara?”, tanya Siwon

“Mau minum teh atau air putih?”, tanya Donghae

“Lauknya mau apa, Nara?”, tanya Hankyung

“Jangan lupa buahnya nanti dimakan ya?”, ucap Ryeowook.

“Nara, kamu pegel kan? Sini aku pijitin”, ucap Kyuhyun

“OPPAAA!!! BERHENTI!!! STOOP!!!”, teriakanku membuat gerakan mereka terhenti. “Aku bisa ngelakuin semuanya sendiri”, ucapku sambil mengambil piring dari tangan Eunhyuk.

“Tapi kan..”, ucap Sungmin menggantung

“Masalah pingsan??”, tanyaku lagi. Mereka semua mengangguk. Huuft, apa harus kukatakan rahasia ini pada mereka??

Yah, sudahlah. Kasih tahu aja. Kasihan juga kalau mereka terus-terusan khawatir seperti ini. =p

“Gini ya, Oppa. Selama ini aku selalu pingsan gara-gara Onew”, ucapku kemudian.

“Onew???”, ucap mereka serempak tak percaya.

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

Sialaaaan!!! Aku nggak pernah nyangka kalau omonganku tadi bisa berdampak seperti ini.. (>.<)
Setelah aku mengatakan alasanku sering pingsan barusan, mereka ber14 langsung melakukan hal yang diluar dugaanku.

MELENYAPKAN SEGALA HAL TENTANG ONEW!!!!

TIDAKKK!!!!

Hankyung dan Heechul langsung menyita kaset Summer SM town 2008 dari kamarku (maklum, kan di album itu ada SHINee nya juga). Bahkan semua album SHINee juga mereka sita!!!

Leeteuk dan Eunhyuk juga Donghae mengambil laptop ku dan menghapus semua video Yunhanam, dan semua reality show SHINee. Bahkan video Onew yang sedang live sambil menyanyikan “Forever More” juga tak luput dari mata mereka. (gyaaa!!! Padahal itu video kesayanganku…)

Kangin, Shindong dan Yesung malah melakukan hal yang lebih parah. Mereka menggunting foto Onew dari poster SM town di Bangkok tahun lalu!!!!

KEJAAAMMMMM!!!!

Kalau begini, aku bukan pingsan karena deg-degan saat melihat Onew, tapi pingsan karena nggak bisa bertemu Onew. =’(

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

Hari ini, jadwal ‘piket’ untuk menjagaku adalah Siwon dan Kyuhyun. Para member tak percaya bahwa aku bisa melakukan segalanya sendiri. Jadi kini, mereka telah menyiapkan jadwal piket harian untuk menjagaku. (=.=)

Kini, di rumah Cuma tinggal kami bertiga. Leeteuk dan Eunhyuk masih ada jadwal di SuKiRa, dengan Henry dan ZhouMi sebagai guest starnya. Donghae, Kangin, Heechul, dan Hankyung ada jadwal di Star Golden Bell. Shindong, Yesung, Sungmin sepertinya ada urusan masing masing. Nggak tahu kemana deh!!

“Oppa, aku bosenn tidur di kamar terusss!!!”, teriakku pada Kyuhyun dan Siwon yang sedang asyik nonton di ruang tengah.

“Kamu nggak boleh nonton tipi!!!!!! Sekarang lagi Music Bank, ada SHINee’nya!!!!”, Kyuhyun langsung menghadang langkahku yang ingin ke ruang tengah.

“SHINee?? Berarti ada Onew’nya??? MAUUUUUU NONTOOONNN!!!!”, teriakku sambil mendorong tubuh Kyuhyun. Gyyaa, tak kusangka biarpun badan Kyuhyun ini kurus, tapi kekuatannya tak diragukan.

“SIWON OPPA!! BANTUINN!!!”, ucapku pada Siwon yang masih tenang menghadap televisi.
Tapi Siwon malah mematikan televisi dan beranjak ke arah kami. “Ayo kita jalan-jalan”, ucap Siwon pada ku dan Kyuhyun.

LHA, KOK??

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

“Mau kemana sih, Oppa?”, tanyaku sambil mempersiapkan topi dan kacamata ‘’wajib’’ untuk Siwon dan Kyuhyun.

“Nggak perlu pake kacamata sama topi, Nara. Kita ke taman aja”, ucap Siwon santai. Aku mengangguk dan menaruh kembali kacamata dan topi itu.

“Ayo kita berangkaaattt!!”, teriak Kyuhyun saat keluar dari kamarnya. Ia memakai vest pink dan kemeja putih, sedangkan Siwon memakai kaus hitam dan cardigan biru.

Huwaaaa!!! Pergi ke taman aja kok penampilan mereka kereen gini??

NARAAA!!! INGET!! JANGAN PINGSAN ATAU MIMISAN!! KALAU NGGAK, KAMU BAKALAN MATII!!!

Kami sampai di luar dorm. Kebetulan suasana saat itu memang sepi. Sangat sepi malah.

“Ayo naik”, ucap Siwon sambil berjongkok membelakangiku. Lha?? Apa-apaan lagi ini?

“Kamu nggak boleh capek kan?”, ucap Siwon lagi. Jyaaah, jadi aku mau digendong lagii?? Setelah kejadian ZhouMi kemarin? Ya ampun, mimpi apa sih aku saat dilahirkan ke dunia??

Aku naik ke punggung Siwon dengan ragu-ragu. “Berat nggak, Oppa?”, tanyaku pelan. Siwon menggeleng.

“Sini tasnya”, ucap Kyuhyun sambil mengambil tas selempangku.

Lagi-lagi jadi ratu sehariii!!!! (^_^)a

Kami berjalan-jalan di taman itu. Seringkali malah kami jadi kejar-kejaran karena Kyuhyun yang terus-terusan menggoda kami berdua.

Sampai akhirnya…
“Oppa, hujaaannn!!!”,teriakku saat hujan mulai turun rintik-rintik.

“Berteduh di manaa?”, tanya Kyuhyun sambil menutupi kepalaku dengan tas selempangku yang sedari tadi dipegangnya.

“Di box telepon itu”, ucap Siwon sambil menunjuk Box telepon yang berada di seberang tempat kami berada.

Dan jadilah kami berada di sini, di box telepon, di tengah hujan!!!

Deg Deg Deg Deg

Kok Deg Degan lagi???

Uggh, kok rasanya agak pusing ya?

Lho kok, rasanya aku merasa wajah Siwon dan Kyuhyun makin mendekat?? Mau apa mereka??

GUBRAAKKK!!!

“NARAA!! JANGAN PINGSANN!!!!”

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

Segalanya putih. Hangat tapi sakit. Aku dimana??

“Nggak, Hyung!! Kami nggak ngelakuin apa-apa. Tiba-tiba aja Nara pingsan!”, ucap suara itu. Kyuhyun kah?

“Nggak mungkin bisa pingsan tanpa alasan!!!”, teriak suara yang lainnya.

Suaraku nggak bisa keluar. Mataku berat sekali.

Apa aku sudah mati?

CKLEK!!!

“Sungminn!!! Siwonn!!! Kyuhyun!!! Kangin!!!!”, teriak suara cempreng itu. Aku kenal suaranya. Dokter yang kemarin itu, ya?? “Apa yang terjadi dengan nona SoonAh??”, tanya dokter itu.

“Jadi begini Dok”, ucap sebuah suara. “Eh?? Nona SoonAh?? Siapa itu Dok?”

“Lho? Nama nona ini Lee SoonAh kan?”, ucap Dokter itu.

Aku heran, meskipun aku cuma bisa mendengar tanpa melihat dan bicara, tapi aku mulai merasakan kejanggalan.

“Bukan!!! Namanya Kwan Nara!!!”, ucap suara yang mirip Kyuhyun.

“Lho? Jadi hasil diagnosa yang kemarin, salah dong??”, ucap dokter itu datar.

APAAAAAA??????

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

“Jadi sebenarnya, nona Nara ini baik-baik saja. Hanya dia terkena anemia. Jadi apabila dia merasa capek atau terlalu deg-degan, dia akan pingsan”, jelas dokter itu saat aku sudah mulai sadar.

Ke 14 cowok itu langsung menghambur untuk memelukku. “OPPA!!!! SEKARANG AKU BENERAN BAKAL MATII!!! HHEKK!! NAFASS!!!!”, teriakku.

“Nara!! Kamu masih bakalan nemenin kitaaaa!!!”, teriak Leeteuk bahagia. Mau tidak mau, aku juga tersenyum mendengarnya. Biarpun agak keki karena diagnosa dokter ini.

“Jadi hasil diagnosa yang kemarin itu, punya siapa Dok?”, tanya Eunhyuk.

“Punya pasien yang meninggal bulan lalu karena penyakit ”itu”, ucap dokter itu malu-malu.

Ke 14 cowok itu gantian memeluk dokter itu sampai akhirnya,

GUBRAKK!!!

“Lha?? Kok pingsan?? Dok?? Bangun Dok!!!”,ucap Donghae sambil menepuk pipi Dokter yang telah pingsan karena kegirangan itu.

Nahh, sekarang tau kan rasanya jadi cewek yang dikelilingin cowok-cowok gila ini?? =9

Aku menarik tangan Hankyung dan Heechul, “Oppa, kaset SM town ama kaset SHINee aku dikemanain??”, tanyaku

Mereka berdua berpandangan dengan polosnya.

“Udah kita jual, Nara. Habisnya, kita kira kamu bakalan mati. Kan uangnya lumayan buat beli peti mati. Ya kan?”, ucap Heechul dan disambut kekehan Hankyung.

OPPPAAAA!!!!!!!

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

Happiest girl,

Nara’s Room, 20 Sepetember ’09

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: