Diary Of Boy Sitter (DOBS) chapt 1/13


note : pikirkan jika anda adalah seorang Kwan Nara, perempuan berusia 18 tahun yang melamar pekerjaan d SMent.  Dan ternyata anda mendapat pekerjaan sebagai manager Super Junior.  Inilah kehidupan anda selanjutnya.


=====

“Kyaaa~~ Leeteuk Oppa!!!”

“Siwoonn~~”

“Kyuhyun~~!!”

“Super Junior Saranghae!!!”

Yahh, lagi lagi teriakan kompak dari para ELF inilah yang mesti kudengar dan kulihat dari balik stage. Apa mereka nggak pernah bosan meneriakkan nama 13 cowok itu? Oh, mungkin saat ini hanya ber 12 karna Kibum minus hadir saat ini. . Jujur saja, aku bosan mendengar teriakan itu. Apa mereka nggak pernah capek berteriak begitu?

Oya, kenalkan.. namaku Kwan Nara. Umurku baru 18 tahun. Dengan jabatan sebagai “setengah manager” Super Junior, aku sudah menghabiskan waktu bersama mereka ber 13. Mungkin aku sudah bersama mereka semenjak Kyuhyun baru bergabung dengan Super Junior. Cukup lama ‘kan?

“Kamsahamnida”, ucap mereka ber 12 sambil membungkukkan badan bersama-sama.

“Encore.. encore..”, teriak para ELF kompak. 12 cowok itu hanya melambaikan tangan sebagai tanda perpisahan sambil tersenyum dengan gaya pikatnya masing masing.

“HUAAAAHH!!!”, teriak Leeteuk ketika mereka sudah berada di Backstage.

“Nara!!! Air!!!”, ucap Eunhyuk padaku.

“Nara!!! Handuk!!”, teriak Hankyung.

“Nara!! Pijitin akuu!!!”, sahut Donghae.

“Hei, apa oppa nggak pernah mikir??? Tanganku Cuma ada dua!! Bisa nggak sih oppa nyuruh satu-satu dulu?”, aku mulai marah. Huuff, mungkin ini salah satu dampak dari PMS. Selalu saja marah-marah.

Tiba-tiba Sungmin langsung mengecup pipiku, “Jangan marah marah terus. Nanti kamu nggak cantik lagi loh, Nara”, ucapnya.

“KYAAA!!!! Apa apaan iniii Sungmin oppa???”, teriakku nggak terima tapi sekaligus malu. Sialaann!! Lagi lagi aku dikalahkan dengan ‘aegyo’ nya.

Sedangkan Ryeowook langsung dengan sigap melempar handuk kea rah Hankyung dan sebotol air mineral pada Eunhyuk. “Hyung, bisa kan ngambil minuman sama handuk itu sendiri? Jangan nyuruh Nara terus. Kasian dia.”, ucap Ryeowook pada Eunhyuk dan Hankyung.

“Ryeowook oppa, saranghae!!!”, teriakku sambil memeluk Ryeowook. Ryeowook langsung salah tingkah, tapi tetap membalas pelukanku.

Tiba-tiba Leeteuk langsung ikut berpelukan dengan kami. Diikuti dengan 10 member lainnya.

“OPPA!!! AKU KEJEPIIT!!”, teriakku pada sluruh 12 cowok menyebalkan itu.

“Saranghae, Nara!”, teriak mereka ber 12 kompak, membuatku tersenyum tak karuan. Yaah, biarlah. Kali ini kumaafkan mereka semua.

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

Di perjalanan pulang ke dorm, mereka langsung tertidur nyenyak kecuali Kyuhyun dan Siwon yang duduk di samping kiri dan kananku. Yaah, mobil Suju memang semacam minibus yang cukup untuk menampung kami ber 13. Tapi sialnya kenapa kali ini aku kebagian duduk dengan Siwon dan Kyuhyun yang notabene cowok ganteng?? Aku jadi speechless. Aku mencoba mengalihkan kegugupanku dengan mendengar lagu SHINee. Yahh, mungkin mengalihkan perhatian ke suara dan senyuman Onew akan membuat kegugupanku hilang dari 2 cowok ganteng ini.

“Nara”

“Stand by me, nal jikyopagyo..”

“Nara”

“Ajik sarange sotungot kata..”

Tiba-tiba ciuman 2 cowok itu sudah mendarat di kedua pipiku. PESSSH, mukaku langsung seperti kepiting rebus. Merah sempurna. “OPPPPPPAAAA!!!”

“Habisnya, dari tadi ‘kan kita berdua manggil kamu. Kamu nya malah asyik nyanyi”, sungut Kyuhyun sambil memonyongkan bibirnya.

“Lagian kamu denger apa’an sih?”, Tanya Siwon sambil mengambil headphone yang terpasang di telingaku. “Ohh, SHINee..”, ucapnya dengan nada yang menurutku sangat dibuat-buat.

“Hohohoho… Onew yaa??” goda Kyuhyun sambil menoel pipiku yang memerah lagi.

“Apa-apaan sih, oppa? Ada ada aja nih!!”, ucapku sebal tapi tak bisa dielakkan lagi, memang itulah kenyataannya. Yaaa, aku menyukai Onew semenjak SHINee debut pertama kali di SM entertainment. Suaranya yang merdu dan senyumnya yang lucu makin membuatku mengaguminya.

“Aku punya nomor hapenya Onew kok”, ucap Kyuhyun sambil mengutak atik handphone nya sebentar.

“NGGGAAAAKK!!!!”, teriakku menghentikan omongan Kyuhyun sambil menutup mulutnya dengan buku yang sedang kubaca barusan. Tapii, kenapa baru kusadari kalau jarak kami dekat sekali? Muka kami hanya dipisahkan oleh buku yang tipis ini. Tak pelak, mukaku memerah lagi.

CKREKK..

Tiba tiba dari depan bangku kami, sudah ada Heechul yang sedang memotret kami dengan camera digital miliknya. “Yeeehh, ada skandal baruuu!!! Bakal aku upload ke Cyworld yaa?? Leeteuk hyung, ayo upload foto ini. Jangan terus-terusan ngisi cyworld mu sama curhatan stress mu itu. Refreshing dong, hyung!”, ucap Heechul pada Leeteuk yang duduk di sebelahnya. Leeteuk hanya mengangguk pelan sambil melirik foto ‘skandal’ tadi sekilas.

Entah kenapa, aku merasa dari tadi Leeteuk terlihat berbeda.

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

Sesampainya di dorm, kami langsung pergi ke kamar tidur masing-masing, kecuali aku, Shindong, Yesung dan Leeteuk. Shindong langsung membuka kulkas dan mengambil beberapa cemilan untuknya sendiri.

“Oppa, ini sudah malam!! Nggak boleh makan snack”, gertakku sambil merebut snack yang diambil Shindong. Sebagai member Boyband terkenal memang diharamkan untuk makan snack diatas jam 7 malam. Ugh, kasihan memang. Tapi apa boleh buat?

“Nara, please… aku belum makan snack dari tadi!!”, ucap Shindong dengan pandangan memelas padaku. Uhh, kenapa aku selalu kalah dari 12 cowok ini??

“Udahlah, Nara. Kasih aja. Daripada nanti malah kamu yang dimakan Shindong, mending kamu kasih aja tuh snack”, ucap Yesung sambil menyeruput cola’nya.

“Ya udah, nih..”, ucapku sambil menyerahkan snack itu pada Shindong. Shindong tertawa kencang sambil memelukku erat. “Gomawo, Nara!!!”

“HHHEEK!!! OPPA, AKU MATII!!! KEHABISANN NAFASS!!”, teriakku sambil berusaha melepaskan diri dari Shindong. Leeteuk dan Yesung malah terkekeh pelan melihatku tersiksa seperti ini.

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

Keesokan harinya…

Membuat sarapan untuk 12 cowok memang nggak gampang. Apalagi tiap orang ingin menunya masing-masing. Huaaaahh, aku bisaaa matii!!!!

“Nara, perlu bantuan??”, Tanya Ryeowook saat melihatku yang kelimpungan mengiris bawang Bombay.

“Oppa, udah bangun?”, tanyaku yang keheranan karna nggak biasanya ada member yang bangun jam 5 pagi seperti ini.

“Udah. Kemaren insomnia. Jadi nggak bisa tidur”, ucap nya lagi. “Aku mesti ngebantuin apa?”, Tanya Ryeowook.

“Oppa bisa ngiris wortel kan?”, tanyaku dan dijawab oleh anggukan nya. “Nih, iris wortelnya tipis-tipis”, aku menyerahkan wortel itu pada Ryeowook.

“Pagi, Naraa~~”, ucap Hankyung yang tiba-tiba datang di dapur. “Mau masak apa??”, tanyanya lagi sambil melihat makanan yg sedang kumasak.

“Ddukboggi”, jawabku datar.

“HAH?? Pagi pagi udah makan ddukboggi??”, Tanya Hankyung tak percaya. “Jangan-jangan kamu mau ngeracunin kita ya?”, tanyanya skeptis. Aku yang sudah mulai kebal mendengar protes seperti ini hanya bias diam dan berkonsentrasi memasak.

“Hussh, hyung!! Jangan berisik. Terima aja apa adanya! Masih mending ada yang mau bikinin makan buat kita ber 12”, ucap Ryeowook lagi, membuatku ingin mengucapkan berjuta terima kasih dan saranghae padanya.

“Yaudah, jadi sekarang aku bisa bantuin apa?”, Tanya Hankyung mengalah.

“Oppa siapin piring aja deh. Jangan lupa sumpitnya. Oya, bersihin dulu mejanya ya?”, suruhku pada Hankyung.

Hankyung langsung hormat ala tentara dan langsung bergerak kea rah meja makan.

Walaupun kadang kadang mereka menyebalkan, tapi aku menyayangi mereka semua.

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

“Selesai”, ucapku spontan saat kami bertiga selesai menata meja makan. Shindong dan Kangin langsung berderap menuju meja makan. Dasar, mereka berdua ini memang yang paling gampang disuruh makan.

“OPPAA!!!! MAKANAN UDAH SIAPP!!!”, teriakku sekuat tenaga. Sampai-sampai Hankyung menutup kupingnya karena tak kuat mendengar gelombang ultrasonik dari suaraku.

“Nara, sekali-sekali bersikaplah seperti perempuan pada umumnya”, ucap Kangin sambil mengambil piringnya.

“Perempuan pada umumnya? Perempuan yang selalu berteriak histeris saat melihat Oppa show?”, tanyaku pada Kangin. Kangin mengangkat bahunya sambil mengemut sumpitnya.

“Yaah, mungkin seperti itulah contohnya”, ucap Kangin lagi.

“Jadi aku mesti berteriak ‘KYAAAA~~ KANGIN OPPA, SARANGHAE!!!’ atau ‘KYAAA~~ RYEOWOOK OPPA,KIAWAAA!!!’?” teriakku sambil menirukan gaya para ELF saat melihat mereka show. Heechul yang datang tiba-tiba malah tertawa terbahak-bahak saat melihatku berteriak seperti itu.

“NGGAK COCOK!!!”, teriak Sungmin, Eunhyuk dan Yesung di belakangku. Aku melempar sandal milik Shindong ke arah mereka bertiga, tapi sialnya mereka bisa dengan gesitnya menghindari sambitan sandal dariku.

“SIWON OPPA!!! PAKE BAJUNYAAAA!!!!”, teriakku saat melihat Siwon keluar dari kamarnya dengan telanjang dada. TIDAAK!! Mukaku menjadi panas dan memerah lagi. Spontan aku menutup mukaku dengan piring yang ada di hadapanku.

“Nara, kemarin aku keluar kamar mandi Cuma pakai handuk, tapi mukamu datar-datar saja. Kenapa pas lihat Siwon seperti itu, mukamu langsung merah??”, tanya Hankyung heran.

“JANGAN OMONGIN HAL BEGITUAAAANN!!!!”, teriakku sambil berlari ke kamar. Huh, kenapa mereka bisa dengan tenangnya ngomongin hal begituan dihadapanku??

Aku menutup pintu kamar. Tapi..

“KYAAAAAA!!!!”, teriakku saat melihat Kyuhyun yang sedang membuka bajunya dan Donghae yang keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk yang melilit tubuhnya.

GUBRAKK!!!

“Heiii, hyung!! Nara pingsannn!! Mimisan pula!!”, teriakan Kyuhyun lah yang sempat kudengar sebelum segalanya terasa berputar.

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

“Naf.. Buat..”

Sayup-sayup aku mulai bisa mendengar suara.

“Hah? Ngga.. Dia.. Cum.. Pings.. Bukan.. Tenggel..”

Aku mencoba membuka mata perlahan, tapi siall.. mataku seakan berat sekali!!!

“Tapi tetep butuh nafas buatan, hyung!”, aku yakin suara cempreng ini pasti suara Sungmin

“Yaudah, terserah!”,ucap suara yang lain.

NAFAS BUATAN?? APA-APAAN NIH??

Aku membuka mataku secara paksa. Tapi saat aku membuka mata, kurang dari jarak 5 senti, bibir sungmin sudah ada di depan wajahku.

“KYAAAA!!! COWOK MESUUMMM!!! TOLONGGG!!”, aku berteriak kencang sambil mendorong Sungmin sekuat tenaga. Otomatis Sungmin tersungkur hingga 2 meter dari tempatnya semula. “Sungmin Oppa mesumm!!!”, teriakku lagi

“Heh!! Enak aja aku dibilang mesum! Aku ‘kan pengen bikin kamu sadar, Nara.”, ucap Sungmin tidak terima.

“Tapi aku ‘kan Cuma pingsan, Oppa. Bukannya tenggelam!”, ucapku sambil menutup dadaku dengan selimut. Entah apa maksudnya, tapi rasanya refleks saja.

“Nahh, sudah kubilang ‘kan?? Kalau orang pingsan tuh nggak usah dikasih nafas buatan”, sahut Leeteuk tiba-tiba.

“Lha? Ideku buat kasih nafas buatan itu ‘kan lebih mending dibandingin ide Leeteuk hyung buat kasih pijatan apaa gitu yang mesti menekan dada gitu! Iya kan, hyung??”, tanya Sungmin ke hyung nya yang lain. Dan dijawab oleh anggukan yang lainnya.

Aku melempar guling dan bantal yang ada di sampingku dengan penuh emosi ke arah Leeteuk. “Leeteuk Oppa, kubunuh kauuuu!!!!”

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

^^^^^^^^^^^^

“Donghae Oppa, besok ada interview radio jam 10 di Chin Chin. Ok?”, ucapku sambil membolak balik buku jadwal show milik Donghae.

“Chin Chin? Ok”, ucap Donghae sambil meneruskan browsing nya di internet. Aku mengangguk sekilas dan beranjak meninggalkan kamar Donghae. “Nara, Tunggu!!”, panggil Donghae dan menahanku keluar dari kamarnya. “Besok kamu ikut aku ke sana, ya?”

“Kesana? Ke Chin Chin? Bareng Oppa? Ngapain?”, tanyaku beruntun.

Donghae masih santai mengetik sesuatu di komputernya. “Karenaaa… Onew jadi penyiar di radio itu. Kamu nggak mau ketemu Onew?”, tanyanya sambil menunjukkan wallpaper SHINee di laptopnya.

BLANKK!!! Mukaku memerah lagi. Apa di dahiku ini tertulis, ‘AKU SUKA ONEW’ sejelas itu? Sampai-sampai Donghae yang anti bergosip ini, sampai tahu bahwa aku suka Onew?

“Apa-apaan sih, oppa? Gosip darimana tuh?”, tanyaku mencoba menutupi kegugupanku. Donghae hanya tertawa renyah, sambil meleparkan suatu kertas kumal padaku. Aku menangkap kertas itu dengan sigap. “Apaan nih, Oppa?”, aku membolak balik kertas berisi angka angka itu.

“nomor hape’nya Onew!”, ucap Donghae santai.

“TIDAAAAAKKK!!!”, aku melempar kertas itu kembali ke arah Donghae. “Nggak mau, Oppa!!! Buang.. Buang.. Buang!!!”, teriakku histeris.

“Iyaa, iyaa.. dasar, kamu tuh!! Pengen banget jadi secret admirer nya Onew”, ucap Donghae sambil memungut kertas yang tadi kulempar. “Tapi besok kamu kesana bareng aku, ya?”, tanyanya lagi.

Aku berpikir sejenak. Akhirnya kujawab dengan anggukan singkat. “Tapi aku bakal diem di mobil aja, ya?”.

Donghae mengangguk sambil mengacak rambutku pelan. “Oh iya, kamu udah liat ini belum??”, tanya Donghae dan kembali menekuni laptopnya lagi.

“Apaan?”, tanyaku penasaran. Donghae menunjukkan cyworld milik Heechul dan disitu terlihat fotoku yang sedang menutup mulut Kyuhyun saat di minibus. Untungnya foto wajahku di-blur oleh Heechul.

“APAAAA???”, teriakku histeris saat melihat comment netizen (yang rata-rata ELF).

‘Siapa cewek ini?’

‘Pacar Kyuhyun?’

‘Mereka lagi ngapain?’

‘Kyuhyun Oppa, u’r my heartbreaker!!’

‘Kalau misalnya aku ketemu cewek ini, pasti kubunuh dia karena sudah merebut Kyuhyun-ku!!’

‘Kyuhyun Oppa sudah punya pacar? Chukkae, Oppa!!!’

Aku langsung berderap menuju kamar Heechul. “HEECHUL OPPA!!!! APA YANG SUDAHH KAU LAKUKANNN???”.

Tapi dikamarnya, Heechul malah tertawa garing, “Nggak apa-apa ‘kan, Nara?? Ini kan Cuma bercandaaa~!!”, ucapnya dengan wajah tanpa dosa.

“Oppa, bercandamu keterlaluaaaaannnn!!!!!”, aku pergi menuju kamar Kyuhyun untuk meminta bantuannya. (aku merasa, Kyuhyun juga pasti merasa terintimidasi karna foto itu)

“Kyuhyun oppa!! Oppa udah liat cyworldnya Heechul oppa?”, ucapku berapi-api.

“Udah”, jawab Kyuhyun santai sambil tetap berkonsentrasi ke warcraft game’nya.

“Trus?”, tanyaku heran. “Kenapa responnya sedatar itu?”

“Yah, nggak apa-apa. Toh muka kamu juga di-blur kan? Nggak bakalan ada ELF yang tau dong.”, ucapnya masih santai.

O M G!!!! Kenapa bisa ada cowok yang nggak sensitif kayak mereka ber 12???

Aku mendengus kesal dan beranjak menuju kamar. Aku ingin berteriak!!! Arrgh, PMS sialaaann!! Padahal aku nggak pernah nangis jika diperlakukan begini oleh 12 cowok gila ini, tapi skarang?? Masa aku nangis?? Arrrrgh, aku benci saat saat melankolis begini!!!

Tapi, tiba-tiba terdengar alunan merdu piano dari ruang tengah.

Lagu ini? “My Memory” . Nggak ada satupun member suju yang bisa memainkannya kecuali dia!! Apa mungkin dia kembali?

Aku langsung beranjak ke ruang tengah. Perasaan bahagia langsung membludak di dadaku saat aku melihatnya memainkan piano dengan senyuman khas nya.

“KIBUM OPPA!!!”, teriakku tak percaya. Kibum tersenyum saat melihatku yang datang menghampirinya sambil terisak hebat.

“Nara, kamu masih tetep cengeng ya?”, tanya Kibum sambil merentangkan tangannya dengan lebar. Aku berlari menghampirinya.

Tapi..

BYURRR!!!!!

Aku membuka mataku lebar-lebar. Seluruh badanku kini basah kuyup. Aku melirik sekitarku, ada Sungmin yang sedang memegang ember, Shindong yang memegang kipas bambu, Leeteuk yang membawa minyak kayu putih, dan Eunhyuk yang memegang kaus kaki.

“Apa-apaan nih, oppa???”, tanyaku heran dan bingung.

“Naraaaaaa!!! Akhirnya kamu sadar jugaaa!!”, ucap Eunhyuk sambil memelukku. “Tau nggak, kamu pingsan hampir 3 jam!”, ucapnya lagi.

“Iya, aku udah ngipasin kamu pake tenaga turbo. Tapi kamu ttep gak sadar!!”, ucap Shindong sambil menggerakkan kipasnya kesana kemari

“Aku udah ngolesin kayu putih ke sluruh muka kamu, tapi masih nggak sadar juga”, ucap Leeteuk sambil menatapku khawatir

“Untungnya aku punya ide buat nyiram kamu pake air, Nara!! Gimana? Briliant kan ide ku??”, tanya Sungmin sebari membanggakan diri.

Aku mengangguk pelan sambil sedikit menggigil kedinginan. “Truus~ Eunhyuk Oppa, ngapain bawa kaus kaki itu? Bau’nya sampe kecium ke sini loh, Oppa”

Eunhyuk hanya nyengir geje, “tadi aku masukin kaus kaki ini ke mulut kamu, Nara. Tapi kamu nggak sadar juga”, ucap Eunhyuk pelan.

HOEEEKKKKKKK!!!!!!!

Kehidupanku di dorm ini bersama mereka ber 12, belum dan sepertinya nggak akan pernah berakhir. Tapi jujur saja, aku kangen Kibum Oppa. ❤❤ Aku kangen liat senyum Kibum Oppa yang slalu bisa menenangkan hatiku.. Kibum Oppa, cepat pulang. Kami disini merindukanmu…. =D

bye bye

Nara’s Room, 14 Sept ’09

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

TBC

7 Comments

  1. Lyra said,

    April 29, 2010 at 11:25 am

    Wah,ni ff uda publish di sini juga!^_^
    Bagus juga mulai dari chapt 1 lagi,coz Q uda rada2 lupa sih,ma ceritanya!😛
    Btw,ni sampe 13 chapt kan,y? *sotoy*
    Apdetnya jgn lma2 y,Cha..😄 *nyuruh Kyu ngerengek sambil towel2 Icha*
    *ditimpuk Icha coz nyuruh2 Kyu kaya’ pembantu*
    huehehehe..😛

    • leaderlover said,

      April 29, 2010 at 3:10 pm

      Iyaa~ nii publish d sini juga~~
      XDDD
      Iyaa, ni ampe chapt 13..😄
      sippp, paling tiap hari qu post 1 ff..

  2. o-shin said,

    May 2, 2010 at 10:34 am

    annyeong ^^ onnie bagaimana bisa kau buat FF ini ? beruntung banget nara itu. ngiri deh pas dia dicium siwon+kyuhyun HUAA ngiri.
    terus lanjut sampai chapter terakhir ya ^^ gomawo

    • leaderlover said,

      May 2, 2010 at 11:12 am

      gg tau dongsaeng.. XDD
      tiba2 aja dpet ide kyak gini.. XDD
      iyaa, ntar pasti onn lanjut kok..🙂

  3. May 4, 2010 at 3:15 am

    chingu lanjutin donk….
    saya bru pertama kali menemukan fanfic selucu nie…
    TOP Banget lah…

    • leaderlover said,

      May 4, 2010 at 1:08 pm

      waaahh, qu udah lanjutin yg chapt 2’nya kok..
      di sujuff, qu jga udah post ampe chapt 6..
      mampir aja k sana ya chingu..😀
      *tapi jgn lpa ttep mampir k sni jga ya*
      hehehehehe


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: