~Romantic Comedy~


..Seoul High School, XII A Grade, 02.30 pm..

“Aissh, bukankah udah kubilang? Ini tuh present tense. Jadi kalau mau dirubah ke bentuk report, ganti jadi bentuk past. Kenapa jawaban kamu malah jadi future tense gini??”, ucap Junsu sambil mencoret jawabanku dan menggantinya dengan jawabannya sendiri.

“Aniyo, Junsu. Kata Mister Kim juga bisa dirubah seperti ini”, ucapku sambil mengambil spidol dan mencoret jawabannya lagi. Junsu menatap gemas ke arahku. “Mwo?”, tanyaku innocent.

“Eun Suh, aku ini pernah tinggal di US selama 3 tahun”, ucapnya pelan dan mengambil tipe X dan menghapus jawaban kami berdua. Aku menatap bingung ke arahnya. “Jadi tolong lebih percaya padaku dalam hal grammar tenses seperti ini”, ucapnya lagi dan mulai menatap ke arahku.

“Ne , arasseo”, ucapku mencoba mengalah dan berusaha untuk tidak beradu argument dengannya. Sudahlah, dia memang tipe cowok arrogant. Bahkan setelah sebulan kepindahannya dari US pun, dia masih belum terlalu akrab dengan teman teman sekelas kecuali aku.

Sebenarnya, dia tidak seburuk itu kok. Wajahnya imut tapi masih menunjukkan kesan tampan. (Yahh, biarpun tinggi badannya standard). Junsu juga pintar di bidang akademik, banyak guru yang mengandalkannya di berbagai pelajaran. Tapi hal itu jugalah yang membuat Junsu dikenal sebagai tukang pamer keahlian. *aku juga nggak ngerti apa maksudnya (=3=)*

“Ohh, sudah jam segini, ya? Pulang aja yuk?”, ajak Junsu sambil membereskan buku-bukunya yang masih berserakan di atas meja. Aku mengangguk setuju.

“How deep is you love~~”, tiba tiba handphone ku bordering. Ada SMS masuk.

ONNIE!! AYO PULANG~~ Umma udah nunggu kita dari tadi.. (>.<)

“SMS dari siapa?”, Tanya Junsu. Aku menoleh sebentar ke arahnya. “adikku, katanya dia sudah menunggu di gerbang sekolah dari tadi”, jelasku padanya.

“Memangnya adikmu sekolah di sini?”, Tanya Junsu heran karena sepertinya aku jarang menceritakan adikku ini padanya. Aku mengangguk singkat.

“Ok, kkaja”, ucapku sambil menyampirkan tas ke bahuku. Sedangkan Junsu berjalan disampingku. Dia bersenandung pelan, uhhmp..suaranya bagus juga. (^^,)

“Eun Suh”, ucap Junsu saat kami sedang menyusuri tangga.

“Ne?”

“Boleh aku minta bantuanmu?”, tanyanya pelan, tapi wajahnya kini bersemu merah. Hahahaha~ Lucu sekali ekspresinya itu!! (^^,)

“Yahh, selama aku bisa membantu..”

“Sebenarnyaa.. aku sedang suka dengan seseorang”, ucap Junsu sambil memainkan jarinya.

Hoo, tak kusangka, cowok seperti Junsu ini bisa jatuh cinta juga. (=0=)>

“Oh ya? Siapa?”, tanyaku penasaran. Junsu malah makin salah tingkah.

“Cewek itu…”

“ONNIE~~~!!”, teriak seorang cewek dari kejauhan. Ia melambaikan tangannya ke arahku dan aku membalasnya. Kini ia beranjak menghampiri aku dan Junsu. Junsu terlihat shock sejenak saat melihat Nara, adikku.

“Onnie! Lama banget sih??”, ucap Nara saat ia telah ada di depan kami. Kulihat Junsu hanya menundukkan kepalanya dalam-dalam, seakan tidak mau melihat Nara.

“Mianhae, tadi habis ngerjain tugas dulu”, ucapku singkat. Nara mengangguk paham. “Oh iya, kenalin.. Ini Kim Junsu, teman sekelas Onnie. Pindahan dari US, baru datang ke Korea 1 bulan lalu”, aku mulai mengenalkan Junsu.

“Oh, annyeonghaseyo Junsu Oppa”, ucap Nara sambil membungkukkan badannya untuk memberi salam, sedangkan Junsu hanya membungkuk seadanya. “Maaf kalau selama ini, Eun Suh Onnie sering menyusahkan Oppa”,ucapnya lagi sambil tersenyum dengan senyuman khas’nya. Junsu mengangguk pelan tanpa menjawab ucapan Nara barusan.

Nara langsung mendekatiku dan berbisik pelan, “Onnie, Junsu Oppa nih bisu bukan?”

Aku langsung terkekeh pelan. “Aniyo”, ucapku geli. Aku mendekati Junsu dan mengangkat wajahnya supaya bisa bertatap mata dengan Nara. “Junsu, bicaralah sebelum kamu dianggap bisu oleh adikku ini”, kataku semangat. Junsu langsung menelan ludah grogi. Aissh, sebenarnya ada apa dengannya?? Nggak biasanya dia seperti ini.

Tapi tiba tiba Junsu menarik tanganku dan menjauh dari jangkau pendengaran dan penglihatan Nara. Wajahnya kini benar benar merah dan nafasnya memburu.

“Gwenchanayo?”, tanyaku. Junsu langsung memeluk tubuhku erat. Aku shock!!! Sumpah!! Baru kali ini ada cowok yang memelukku tiba tiba seperti ini. Nggak tau kenapa, jantungku langsung deg-deg’an!!!

“Neomo yeppeo “, ucapnya saat aku masih shock karena pelukannya yang tiba tiba. Hah??

“Mwo??”, tanyaku nggak percaya

“Saranghae!!!”, tambahnya lagi dan makin mempererat pelukannya padaku. HAH?? HAH?? HAH??

“Jinca?”, tanyaku pelan. Junsu menyukaiku?? Sejak kapan??

“Ne, jeongmal saranghae!!!”, AIGOOO, AKU MAU PINGSAN!!!

Aku langsung tersenyum senang. Aish, ternyata ada cowok yang menyukaiku!! Apalagi cowok yang pintar, keren, dan lucu seperti Junsu ini. Mimpi apa aku semalam??

Baru saja aku mau membalas pelukannya, sebelum akhirnya ia berkata, “Kalau misalnya aku mengatakan hal ini pada Nara, apa dia akan bahagia dan menerima cintaku??”

DEG!!

Junsu melepaskan pelukannya dan menatap mataku dengan penuh harap. Aku nggak tau mesti berkata apa. Jadi maksudnya, semua kata-kata itu untuk Nara??

“Eun Suh? Gimana?? Apa ada kemungkinan dia bakal suka padaku?”, tanyanya lagi, tapi kali ini sambil mengangkat daguku dan mengarahkannya tepat ke wajahnya. Otomatis aku langsung bisa menatap matanya yang jernih, wajahnya yang halus dan alisnya yang lentik. Aigo, kenapa aku baru sadar kalau Junsu itu sempurna? Kenapa aku baru sadar kalau Junsu itu adalah cowok idamanku? Dan kenapa aku baru sadar semua hal itu disaat dia pergi dan berpaling pada adikku sendiri??

Aku tersenyum hambar dan mengangguk pelan. “Ya, dia pasti suka padamu”, ucapku miris.

“100 %?”, tanyanya tidak yakin.

Aku menelan ludah sebelum menjawab pertanyaannya itu, “Ya, 100 %”

==========================

==========

5 hari kemudian, aku mendengar kabar bahwa Junsu dan Nara sudah jadian. Entah aku mesti bersikap gimana. Senang? Mungkin. Setidaknya aku bahagia jika adikku bisa menemukan cowok sebaik Junsu. Tapi mungkin rasa cemburu dan sedih lah yang lebih mendominasi di hatiku. Aku nggak bisa munafik, aku memang menyukai Junsu.

Selama beberapa hari pula, mereka berdua selalu memisahkan diri dariku. Entah saat pulang sekolah, istirahat, atau saat saat lainnya. Aku mencoba maklum dan kembali bergaul dengan teman lainnya, tapi tetap saja nggak bisa menghapus bayang Junsu dari otakku.

Seperti hari ini, saat istirahat sekolah..

“Eun Suh!!”, tepukan di bahuku itu yang membuatku langsung tersedak saat sedang melahap pizza miniku ini.

“UHHK, UHHUK..”, Aku masih terbatuk batuk sampai sekeliling kantin memandangi ku heran.

“Ehh.. Ehh.. kenapa??”, Tanya cowok itu dengan tampang innocent nya. Aku langsung mengambil air putih disampingku dan menenggaknya sampai habis.

Cowok itu masih memandangku heran tanpa ada rasa bersalah sama sekali, “Aigo, Jinki!!! Kamu mau membuatku mati, hah??”, tanyaku sebal dengan kelakuannya barusan.

“Hoo, jadi barusan kamu keselek ya?”, tanyanya polos. Ugggh, cowok ini aneeehhh!!! (>.<)

“Pabo!!”, ucapku padanya. Ia hanya mengangkat alisnya sejenak saat mendengar ucapanku barusan.

“Kalau misalnya aku pabo, berarti mestinya bukan aku yang jadi juara 2 umum di sekolah ini”, ucapnya yakin. Aku langsung mendelik ke arahnya.

Ya, memang benar. Jinki ini adalah cowok paling pintar nomor 2 di sekolah. Sedangkan juara 1 nya masih dipegang oleh seorang cowok kutuuu bukuu yang kerjanya hanya diam di perpustakaan sekolah. Tapi biarpun menyandang Juara 2 umum sekolah, penampilan Jinki nggak se’freak cowok pintar kebanyakan. Kecuali kacamata yang bertengger di hidungnya itu, nggak ada kesan lain yang menunjukkan bahwa dia pintar. Yahh, Jinki memang pintar luar biasa, tapi kalau sifat innocent’nya lagi kambuh, dia bisa jadi cowok paling bodoh sedunia!!!!

“Jadi ada perlu apa denganku?”, tanyaku. Jinki mengeluarkan sesuatu dari saku bajunya.

“Inii..”, ucapnya sambil menyerahkan selembaran pamflet padaku. “Ada lomba paduan suara di Seoul University. Katanya sih seru. Nonton bareng yuk?”, tanyanya sambil tersenyum manis. Aku masih memegang selebaran itu heran.

“Kenapa mesti aku?”, tanyaku bingung. Jinki langsung menjitak kepalaku pelan.

“Kamu lupa? Aku tuh ketua Paduan Suara dan kamu tuh wakilnya~~ Jadi wajar dong kalau aku ngajak kamu? Mungkin aja ada hal yang bisa dijadiin referensi supaya paduan suara sekolah kita jadi makin bagus. Ya kan?”, ucapnya sambil menatap mataku dalam. Aish, aku baru sadar kalau tatapan mata Jinki tuh mirip dengan mata Junsu.

Aku mengangguk singkat. Jinki langsung bertepuk tangan senang. “Baguss, jadi hari Minggu nanti, aku tunggu kamu di festival ya?”, ucapnya sambil menepuk bahuku lagi dan ia berlalu di antara kerumunan siswa yang sedang berkumpul di kantin.

====================================

TOK.. TOK.. TOK..

“Siapa?”, tanyaku

“Aku, Onnie”, ucap sebuah suara dibalik pintu. Nara?

“Masuk aja, nggak dikunci kok”, ucapku santai, dan tak beberapa lama kemudian, Nara sudah duduk di ranjangku.

“Onnie..”, katanya membuka pembicaraan.

“Hmm?”

“Onnie pacaran dengan Jinki Oppa?”, tanyanya hati hati. Mataku langsung terbelalak lebar, shock.

“Pacaran? Nggak kok”, jawabku singkat. Nara mengangguk singkat. “Emangnya kenapa?”, tanyaku lagi. Nara hanya mengangkat bahunya ringan.

“Junsu Oppa kelihatannya khawatir pada Onnie. Jadii yah.. aku pikir, dia mengkhawatirkan Onnie”, ucapnya lesu. Aku tersenyum simpul dan mengacak rambutnya pelan.

“Nggak kok. Kalaupun ada yang dia khawatirin, pasti tentang pelajaran. Soalnya nggak lama lagi, Junsu bakal ikutan olimpiade astronomi bareng Jinki”, jelasku pada Nara. Nara mengangguk paham.

“Tapi Onnie, aku setuju banget kalau Onnie jadian sama Jinki Oppa. Soalnya Jinki Oppa tuh baikk banget, lucu, imut, pinter, jago nyanyi pula. Tipikal cowok perfect deh”, ucapnya lagi sambil menatapku dan meyakinkan bahwa Jinki itu sempurna.

Tapi Nara, kamu nggak tahu kalau tipe cowok perfect bagiku adalah seperti Junsu, pacarmu.

Mianhae, Nara.

=========================================

..Hari Minggu, Seoul University festival..

“Jinki”, panggilku pada seorang cowok yang sedang berdiri di depan stand kopi Starbucks. Cowok itu menoleh. Ternyata benar, itu Jinki.

“Terlambat 2 menit”, ucapnya sambil melirik jam tangannya. Aku langsung memasang wajah sebal. Tapi tak lama, ia langsung memberikan se’cup ice blended chococino untukku. “Nih, dan lain kali jangan sampai terlambat lagi”, ucapnya santai dan langsung menggandeng tanganku untuk masuk ke dalam festival.

Aissh, wajahku panasss~~ Ternyata tangan Jinki tuh besar ya?? Aku ngerasa hangat banget saat menggenggam tangannya!! (^^)

“Lombanya dimana sih?”, tanyaku pada Jinki saat kami sudah berkeliling kampus tapi nggak menemukan acara yang dimaksud.

“Ahh, nggak tau nih. Mestinya kan disini”, ucap Jinki sambil membuka peta penunjuk acara. “AISHH!!! PABO!! Acara paduan suaranya sih nanti malem”, ucapnya sambil menepuk dahinya. Aku hanya mengangkat alis heran. Tuh kann, apa kubilang?? Kadang Jinki bisa sangat pintar, tapi kadang bisa sangat bodoh!!

“Terus sekarang kita ngapain?”, tanyaku. Jinki hanya mengangkat bahu ringan.

“Ya udah, jalan jalan aja. Gampang kan??”, ucapnya sambil tersenyum simpul. Aissh, senyumannya mirip senyuman Junsuuu!!!!!

“Eun Suh?”, ucap sebuah suara dari belakangku. Suara itu..

“Junsu? Nara?”, tanyaku nggak percaya saat melihat mereka berdua juga ada di sini. “Ngapain kalian disini?”

“Onnie juga ngapain disini? Pegangan tangan pula ama Jinki Oppa. Ciee~”, ucap Nara sambil melirik kea rah tanganku dan tangan Jinki yang masih saling menggenggam. Sontak, aku langsung melepaskan genggamanku.

“Ayo pergi, Nara. Jangan ganggu orang yang lagi pacaran”, ucap Junsu ketus sambil menarik tangan Nara dengan kasar dan pergi menjauhi kami.

“Itu Junsu kan?”, Tanya Jinki padaku. Aku mengangguk. “Kayaknya dia cemburu”, ucap Jinki lagi. Aku menatap galak kea rahnya.

“Nggak mungkin, Junsu itu pacar adikku”, ucapku tajam. Jinki langsung mengangkat jari telunjuk dan tengahnya sehingga membentuk huruf V

“Ups, mianhae”, ucapnya santai sambil tersenyum manis. Mau tidak mau, aku jadi luluh dengan senyumannya.

“Ya udah, jalan jalan aja yuk?”, ucapnya lagi sambil mengulurkan tangannya ke arahku. Entah sihir apa yang membuatku meraih uluran tangan itu.

=====================================

*Junsu POV*

Aissh, bukannya itu Jinki?? Kenapa dia ada disini dengan Eun Suh?? Kenapa mereka mesti pegangan tangan? Apa mereka sudah jadian??

“Oppa?”, panggil Nara padaku. Aissh, apa yang kupikirkan? Pacarku ada di sampingku tapi aku malah mikirin kakak pacarku??

“Ne?”, tanyaku padanya. Bisa kulihat wajahnya murung.

“Oppa, siapa yang selalu oppa pikirkan selama ini?”, tanyanya tanpa memandangku. Apa maksudnya?

“Yang selalu aku pikirkan? Tentu aja kamu, Nara”, ucapku pelan. Aneh, kenapa aku merasa ragu saat mengatakannya.? Nara tersenyum hambar.

“Kalau begitu, berapa tanggal lahirku?”, tanyanya datar. Aku langsung tak berkutik.

“Ehhm, ituu..”

“Berapa tanggal lahir Eun Suh Onnie?”, tanyanya lagi.

“13 Desember”, ucapku gugup. Nara langsung tertawa perih sebari menangis. Aku hanya bisa terdiam mematung di tempatku sekarang.

“Nara..”, aku mencoba mendekatinya. Tapi dia langsung menghindar.

“Sudahlah, Oppa. Pergilah ke tempat Eun Suh Onnie. Biarkan aku sendiri”, ucapnya dengan nafas tersengal.

“Tapi..”

“Oppa, kau belum sadar? Kau mencintai Eun Suh Onnie!! Bukan aku! Oppa sudah tau segala hal tentang Eun Suh Onnie, pikiran Oppa nggak pernah focus saat bersamaku, dan tadi Oppa cemburu saat melihat Jinki Oppa dan Eun Suh Onnie bersama-sama. Apa lagi namanya kalau bukan cinta?”, jelasnya histeris. “Tolong pergi sekarang, Oppa”

Aku berlari kencang meninggalkan Nara yang masih menangis. Aku tahu kemana tujuanku sekarang.

=======================================

*Eun Suh POV*

“HATSCHIII”

“Dingin?”, Tanya Jinki padaku. Aku mengangguk sambil menggosokkan kedua tanganku bersamaan.

“Yaudah, kamu diem di sini ya? Aku beli minuman hangat dulu”, ucapnya sambil pergi meninggalkanku sendiri.

Huaah, asyik juga pergi refreshing begini. =) Ternyata Jinki juga nggak se’menyebalkan yang aku duga. Dia anaknya asyik kok, perhatian pula. Mungkin dia nggak kalah jika dibandingkan dengan Junsu. 😄

Saat aku sedang asyik menyaksikan pertunjukan, tiba tiba ada seseorang yang memelukku dari belakang.

“UWAAAA!!!!”, teriakku sambil menepis dekapan itu. Kontan pandangan seluruh pengunjung lainnya langsung tertuju padaku. “Junsu??”, tanyaku saat melihat Junsu yang masih terengah engah.

“Eun Suh..”, ucapnya sambil berlutut di hadapanku. Matanya masih menatap dalam ke mataku. “Mianhae”, katanya pelan.

“Mwo?”, tanyaku nggak percaya. Untuk apa dia minta maaf padaku?

“Mianhae karena baru sekarang aku sadar kalau aku mencintaimu”, ucapnya lagi. (O.o)

“Nara?”, hanya kata itulah yang dapat keluar dari mulutku. “Maksudku, gimana nasib Nara??”

“Aku minta maaf soal itu”, ucapnya lagi.

PLAKK!!!

Tanganku panas.

Pipi Junsu memerah.

Air mata mulai meleleh dari mataku.

“Jadi kamu mempermainkan Nara?”, tanyaku nggak percaya. Bagaimana bisa Junsu mengkhianati adikku sendiri? Walaupun itu demi aku, tapi tetap saja aku merasa sakit.

“Onnie!!!”, teriakan itu langsung membuatku menoleh padanya. Disana, ada Nara dan Jinki berjalan beriringan sambil bergandengan tangan??? Kok bisa??

“Nara? Jinki?”, ucapku masih nggak percaya.

“Hehehehehehe..”, mereka berdua terkekeh polos bersamaan. “Mianhae, Eun Suh. Sebenarnya aku dan Nara sudah lama pacaran. Tapi backstreet”, ucap Jinki dengan wajah innocentnya.

Nara mengangguk mengiyakan. “Pas Junsu Oppa bilang suka padaku, aku tau kalau Onnie juga suka Junsu Oppa. Ya udah dehh..”, jelasnya singkat.

“Ya udah apanya?”, tanyaku masih bingung dengan apa yang terjadi. Junsu juga masih diam mematung.

“Yaa udah.. aku ama Jinki Cuma pengen ngerjain Onnie ama Junsu Oppa aja. Hehehehehe”, ucapnya lagi sambil terkekeh garing. “Junsu Oppa, gimana?? Tadi acting nangis aku kereen kan??”

MWO??? Jadi aku nampar Junsu barusan gara-gara hal ini doang??

Aku langsung mendekati Junsu yang seperti sedang terkekeh sambil menggelengkan kepalanya. “Junsu, gwenchanayo??”, tanyaku hati hati sambil mengelus pipinya.

Junsu hanya tersenyum manis dan mengangguk pelan.

“Jadddii??”, Tanya Jinki dan Nara bersamaan. “Kalian jadian dongg??”, ucap mereka lagi.

Aku menatap tajam kea rah mereka berdua. Mereka langsung kabur sambil masih tetap bergandengan tangan. Aissh, Naraa.. kenapa kau bisa jadian dengan mahluk aneh 1 itu?? >.<

“Eun Suh”, ucap Junsu pelan. Aku menoleh ke arahnya.

“Apa?”

“Atiiiitt~~”, ucapnya manja sambil mengelus pipinya. Aku membelalak lebar.

“NAJIIISSS!!!”, ucapku sambil beranjak meninggalkan Junsu yang masih bermanja manja ria. Tapi tak lama kemudian, ia sudah mengejarku dan langsung menggenggam tanganku erat. Ia tertawa renyah sambil membelai rambutku.

“Saranghae”, ucapnya sambil mengecup ubun ubun kepalaku lembut. XDDD

Aniweii, thanks 2 Nara & Jinki.. Aku doain kalian langgeng deh.. ^^

=========================

*End*

10 Comments

  1. Lyra said,

    April 26, 2010 at 11:59 am

    Kaya’ judulnya.. Romantis banget!!😀
    Nara nakal juga,sekongkol ma Jinki buat ngerjain Onnienya..😛
    wkwkwkwk..
    Andai aja crita sweet kya’ gini bisa terjadi padaQ juga.. *ngayal mode ON*
    ufufufu~~😄

    • leaderlover said,

      April 26, 2010 at 12:09 pm

      Hehehehe~
      gomawo chingu..😀
      hahahahaha, pan nara ntu anak yg ‘aneh’ sama kayak jinki..😄
      *Ditabok all bini onyu*

      hahahaha~
      qu doain biar chingu jga bisa nglamin hal ini deh..

  2. Lyra said,

    April 26, 2010 at 12:41 pm

    Amin.. *ngaminin dengan sepenuh hati*
    Icha lagi ol,y?Balesnya cepet bener..^_^

    • leaderlover said,

      April 26, 2010 at 12:43 pm

      Iyaa, lagi OL..
      skalian pengen post ff baru..🙂
      ehh, udah baca SM kompleks blom?
      ntu ff parody juga kok..

  3. Lyra said,

    April 26, 2010 at 12:48 pm

    Okee!😀 Bentar lagi Q meluncur k sana,deh!XD *kaya’ mobil aja,maen luncur2an*😛
    Tapi mungkin Q komennya bru bisa besok,coz mamiQ uda nyuruh Q belajar,ni.. T^T
    *malah curcol*
    See ya! *dadah2 geje k Icha*

  4. Haekyungssi said,

    May 1, 2010 at 9:37 am

    Anyeong..
    Numpang maen ya..
    Btw ffnya bgs😀
    Oya slm kenal ya🙂

  5. ridandelions said,

    May 5, 2010 at 11:22 am

    aduh junsu, sakitt ya? *elus2 pipi junsu*
    XDD

  6. NiezHaeBum said,

    May 9, 2010 at 12:46 pm

    annyeong icha! ^___^
    ak mampir ksini… mu menjelajahi blogmu! hahahaha…

    tdx kupikir nara kasian bgt… eh t’nyata… dia b’otak emas?? *na lho??*
    keren…

    v^____^v

  7. zekie_chan said,

    May 14, 2010 at 8:32 am

    annyeong ^^
    iseng2 main k blog kmu
    ff ny keren ^^
    4 thumb bw author nya . .
    salam kenal ya^^
    *bow*


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: