~10 years of Love~


Orang bilang, perbedaan antara cinta dan benci itu benar-benar tipis..
Bahkan lebih tipis dari selembar kertas..
Keuraeyo?

==
..7 Agustus 1999, Haengbongman Park..
~Me, 7 years old~

“Lee Taemin~ kembalikan bonekaku!!!!”, teriakku dengan setengah terisak, aku mencoba mengejar Taemin yang masih berlari sambil membawa boneka teddy bear kesayanganku. “Taeminn, jebal!! Kembalikan boneka itu”.

“TaeHee, Kau mau ini??”, tanyanya sambil mengacungkan boneka itu tinggi-tinggi ke udara dan memeletkan lidahnya ke arahku. Aku makin ingin menangis!! Tuhan, kenapa kau ciptakan mahluk sejahil ini ke dunia?? (>.<)

Tapi, aku tak berhenti untuk mengejarnya, sampai akhirnya Taemin berdiri di pinggir pagar bendungan, “Aishh, aku bosan main kejar-kejaran denganmu. Sudahlah, akan kukembalikan boneka ini asalkan kau mau menuruti perintahku”, ucapnya sambil bersender di pagar bendungan. Sedangkan aku masih ngos-ngos’an karena kejar-kejaran tadi. “Mwo? Menuruti perintahmu?”, tanyaku tak percaya. Memangnya kau pikir kau siapa, hah??

Taemin mengangguk dan berpikir sejenak, “Uhhm, berputarlah di tempat sebanyak 3 kali sambil menggonggong dan mengucapkan ‘Aku mohon belas kasihan darimu, Taemin hwangjanim’ “, ucapnya sambil tersenyum culas.

“MWOO? KAU KIRA AKU ANJING?”, ucapku tak percaya. Taemin masih memasang wajah tenang, “Kau ingin aku mengembalikan boneka teddy bear ini,’kan?”,. Arggh, aku benci padamu, Lee Taemin!!!

Aku menggelengkan kepala dengan kuat, “ANIYO!!! Tak akan kulakukan perintahmu barusan”, ucapku sambil nerderap mendekatinya dan segera menyambar Teddy bear milikku. Tapi Taemin tak melepaskannya begitu saja, dia malah mencengkram boneka ku dengan erat, “LEPASKAN BONEKA KU!!!”, teriakku lagi.
WUSSSH
Tiba-tiba saja boneka itu telah terbang ke udara dan mulai jatuh kea rah sungai yang dijadikan bendungan, selanjutnya.. PLASHH, boneka teddy bear ku benar-benar tengah mengambang dan ikut terbawa arus sungai.

“ARGGGH, TAEMIN!!! Kenapa kau lepaskan cengkeramanmu tiba-tiba?? Bonekanya jadi terlempar!!!”, bentakku padanya. Sedangkan dia masih menatapku dengan polos, “Bukannya tadi kau menyuruhku untuk melepaskannya?”,.

“TAEMIN JELEKKK!!! AKU BENCI PADAMUUUU!!!”,teriakku tepat di depan wajahnya. Saat itu juga, air mataku mulai mengalir deras. “Kau tahu? Boneka itu adalah satu-satunya hadiah yang ayah berikan padaku!! Kau tahu ayahku sudah mati??”, isakku kencang. Taemin masih tercengang mendengar segala ucapanku.

Aku segera berbalik meninggalkan Taemin yang masih terdiam. Mulai saat ini, Lee Taemin adalah MUSUH SEJATIKU!!!
==
..8 Agustus 1999, pusat kota GyouSan..
~Me, 7 Years old~

Aku masih memandangi etalase toko boneka ini dari kaca luar. Aku melihat ada sebuah boneka teddy bear yang sama persis dengan boneka yang hanyut di sungai kemarin. Tapii, harganya..13ribu won!!! (O.o) Ommona~~ aku mesti menabung 1 tahun untuk bisa mendapatkan uang sebanyak itu!!! (=.=)
TOKK..TOKK..
Terdengar suara ketukan kaca dari sampingku, ternyata ada seorang ahjussi *soalnya dia kelihatannya jauh lebihh tua dariku* yang memakai seragam toko ini. Uhmmp, sepertinya karyawan di sini. (=.=) Dia memandang ke arahku dan tersenyum ramah. Aku hanya mengangguk sopan.

Tak lama, dia memberikan isyarat dengan tangannya supaya aku masuk ke dalam toko ini. Aku mengikuti perkataannya dan masuk ke dalam toko. Uhhmp, hangatt!! Di luar tadi sangat dinginn~ apalagi sekarang sudah mulai masuk musim salju!! (>.<)

“Sedang apa kau diluar sana? Kalau mau melihat boneka di sini, masuk saja ke dalam toko”, ucapnya sambil menatapku hangat dan menepuk-nepuk salju yang ada di jaket dan rambutku. Tiba-tiba saja wajahku langsung menjadi panas. (>.<)

Chamkanman, bagaimana kalau dia ini orang jahat?? Umma selalu bilang untuk selalu waspada dari serangan orang jahat yang mencoba akrab denganku. Jangan-jangan ahujssi ini penjahat??

Aku langsung mundur beberapa langkah dan memasang wajah garang serta waspada, “Ahjussi, kau penjahat ya?”, tanyaku singkat. Cowok di depanku ini membelalakkan matanya sejenak dan kemudian tertawa renyah, “Aigoo~ aku bukan penjahat. Aku bekerja di sini”, ucapnya sambil menunjukkan ID card-nya. Aku bisa membaca sekilas, namanya Hankyung.

Aku menghembuskan nafas lega dan tersenyum lebar, “Kalau begitu, aku boleh melihat-lihat boneka di sini, ahjussi?”, tanyaku ceria. Dia mengangguk sambil tersenyum ramah, “Silakan”, ucapnya singkat. Aku segera berjalan senang menuju etalase yang menampilkan teddy bear itu. Tapi tiba-tiba, hankyung ahjussi menahan langkahku, “Chamkanman, jangan panggil aku ahjussi. Umurku baru 17 tahun. Panggil saja Oppa. Ok?”, ucapnya ringan. Aku hanya mengangguk singkat dan melanjutkan berjalan menuju etalase.

Aku memandangi teddy bear itu cukup lama, Arggh, Taemin menyebalkan!!! Gara-gara dia, boneka hadiah dari ayah jadi hilang!! (>.<) Sedangkan dia? Sama sekali tidak bertanggung jawab! Bahkan dia tidak meminta maaf padaku!!

“Kamu suka boneka ini?”, Tanya Hankyung ahjussi, upss..ralat, Hankyung Oppa (^^) padaku. Aku mengangguk yakin dan menatapnya polos, “Dulu aku punya boneka yang sama persis seperti ini, tapi kemarin bonekanya hanyut di sungai. Padahal itu satu-satunya hadiah dari ayahku sebelum meninggal”, jelasku. Aku merasa aku akan segera menangis. Aigoo~ TaeHee..jangan nangis di sinii!! (>.<)

Hankyung Oppa menatapku prihatin dan malah mengelus rambutku lembut, “Sudahlah, jangan sedih”, ucapnya halus. Aku mengangguk pelan sambil menyeka air mataku yang mulai jatuh. Hankyung Oppa mulai berjalan ke etalase toko dan mengambil boneka teddy bear itu. “Kamu mau yang ini,’kan?”, tanyanya. Aku mengangguk dan kemudian Hankyung Oppa berjalan menghampiriku.

“Ini”, ucapnya sambil menyerahkan boneka itu padaku. “Untukmu”.

“Hah?”, tanyaku tak percaya. Hankyung mengangguk pelan, “Anggap saja ini sebagai hadiah karena kau telah menjadi anak yang baik”, ucapnya sambil tersenyum. Aku mengambil boneka itu dengan ragu-ragu, “Tapi, ahjussi..eh, maksudku, Oppa.. gwenchana?”, tanyaku pelan. Hankyung Oppa mengangguk lagi.

“Tapi, aku harus membalas budimu, Oppa. Apa yang harus kulakukan?”, tanyaku. Hankyung Oppa langsung membelalak tak percaya, “Balas budi?”

“Ne, apa yang harus kulakukan?”, tanyaku lagi. Hankyung langsung menggeleng kencang, “Andwae, aku ikhlas memberikannya untukmu. Lagipula, aku anak pemilik toko ini, jadi kau tak perlu segan untuk menerimanya”, jelasnya. Tapi aku masih keukeuh untuk membalas budinya.

“Kalau Oppa nggak mau mengatakan balas budi itu, aku akan menangis di sini”, ancamku pura-pura. Hanyung Oppa langsung kelihatan panic, “Aigoo~ andwae!! Jangan nangis di sini”, cegahnya. Aku langsung tersenyum senang, “Kalau begitu, apa yang harus kulakukan?”

Hanyung Oppa terlihat berpikir sejenak, “Ahh~ begini saja.. 10 tahun ke depan, kau harus datang lagi ke sini. Dan saat kau datang ke sini, jadilah pengantinku”, ucapnya ringan tapi bagaikan petir bagiku.

PENGANTIN?? MAKSUDNYA, MENIKAH?? JADI SUAMI ISTRI?? PUNYA ANAK?? ”, teriakku histeris sehingga membuat pengunjung toko lainnya langsung menoleh kea rah kami. Hankyung Oppa mengangguk yakin, “Dan selama 10 tahun itu, kau tidak boleh menampakkan diri di hadapanku. Supaya aku terkejut saat melihat kau 10 tahun mendatang, telah menjadi seorang gadis cantik yang akan menjadi pengantinku kelak”, ucapnya.

“Bagaimana? Kau mau?”, tanyanya padaku. Aku diam sejenak karena masih shock, tapi akhirnya aku mengangguk yakin, “Ok!! 10 tahun mendatang, aku akan menjadi gadis cantik dan akan menjadi pengantin untuk Oppa”, ucapku sambil mengulurkan jari kelingkingku dan Hankyung Oppa membalasnya dengan melingkarkan jarinya di jariku.

Aku tersenyum senang sambil memeluk boneka teddy bear itu dan menatap wajah tampan Hankyung Oppa, Aku berjanji akan mengingat janji ini seumur hidupku!!
==
..6 Juli 2009, Aula Seika High School, Upacara Awal semester, 07.15am..
~Me, 17 years old~

“Aigoo~ panasss!!!”, keluhku kesal. Aku mencoba untuk mengusir rasa panas ini dengan mengipas-ngipaskan tanganku, tapi tetap saja tak bisa membuatku sedikit merasa segar. (=.=)

“Kepala sekolah ini mau bicara sampai mulutnya berbuih?”, Tanya SaeYoon padaku. Aku hanya terkikik pelan saat mendengar ucapannya. “Anii~ mungkin dia mau bicara sampai dinosaurus mulai berevolusi lagi”, ucap HyeoRie yang sama kesalnya seperti SaeYoon.

“Aigoo~ Wookie sama Hyukkie duduknya jauh banget sihh? Aku jadi nggak bisa ngeliat mereka dari dekat”, ucap JiYoo sambil melongokkan kepalanya kesana kemari. Aku hanya bisa menggeleng heran melihat kelakuan temanku yang satu ini. (=.=)

“JiYoo, sekalian cariin Jinki!! Dia duduk di mana?? Oiya, sekalian Joong Soo, cari’in~ cari’in~!! Ehh, lupaa~ KyuHyun juga!”, ucap Nara sambil mengitarkan pandangannya untuk menemukan 3 pujaannya itu. JiYoo mengangguk paham, “Itu KyuHyun!!”, ucap JiYoo agak kencang sehingga membuat beberapa siswa menengok kea rah kami. Aigoo~ JiYoo, Nara!! Berhenti melakukan hal memalukan seperti itu!!! (>.<)

Sedangkan 3 temanku yang lain, YoungHyun, HyeSun dan SungYeong, sepertinya tak perlu kesulitan mencari sosok pujaan mereka, karena Kibum, Donghae, dan Sungmin tengah menjadi panitia pelaksana upacara ini. (=.=) Otomatis, mereka berada di sekumpulan panitia yang berada tak jauh dari Kepala Sekolah. Huhh, beruntunglah mereka bertiga. (>.<)

Aku? Uhmp, aku tak perlu mencari-cari seperti mereka ber7, karena pujaan ku tengah menunggu di toko boneka. (^^) Tak sabar untuk menunggu tanggal 8 Agustus 2009.😄

“Itulah sambutan dari kepala sekolah, dan kini kita dengar sambutan dari ketua OSIS, Lee Taemin”, ucap MC dan seketika itu juga terdengar teriakan histeris dari para siswi saat Taemin mulai menaiki mimbar.

Aissh, apa yang menarik dari seorang pecundang seperti dia? (=.=) Cowok yang bahkan nggak meminta maaf saat dia jelas-jelas membuat kesalahan. Aku pun heran, mengapa semenjak TK sampai SMA sekarang, aku mesti 1 sekolah dengannya?? Untung saja aku tak sekelas dengannya. Aku benci melihat wajahnya yang sok innocent itu. (>.<) Entahlah, mungkin perasaan kesalku padanya 10 tahun yang lalu masih terbawa hingga saat ini.

Saat ia mulai berpidato, aku langsung memakai headset ku dan mulai mendengarkan lagu dari handphone-ku. Sengaja kumainkan lagu-lagu ini dengan volume maksimal.

Aku bahkan tak sudi untuk mendengar suaranya.
==
..6 Juli 2009, Kantin Seika High School, 11.10am..
~Me, 17 years old~

“Makan apa, ya?”, gumamku pelan sambil menatap sekeliling kantin. Ke 7 temanku yang lain sudah beranjak ke tujuannya masing-masing. Ada yang membeli ddukbogi, cake, dan yang lainnya. Aku masih berpikir sejenak sebelum akhirnya memutuskan untuk membeli sandwich sebagai menu makan siangku. Aku berjalan ke arah sebuah kedai yang ada pinggir ruangan kantin, kedai ini khusus menjual makanan yang bergaya barat atau eropa. Memang sudah menjadi kebiasaanku untuk memakan sandwich pada siang hari, kebiasaan ini sudah berlangsung sejak TK. (^^)

“Ahjumma, roll cheese sandwich”, pesanku dan ahjumma itu mengangguk paham. Ia berbalik sejenak dan segera membuat pesananku. Aku menunggu santai dan mengelilingkan pandangan ke area kantin. Uhhmp, aku melihat KyuHyun, Joong Soo, JinKi, Eunhyuk dan Ryeowook sedang makan bersama dalam 1 meja, tak jauh dari tempatku berada. Hahaaha, seandainya Nara dan JiYoo ada di sini, mereka pasti langsung berteriak histeris dengan norak. Untung saja mereka tak ada di sini. =D

Tapi pandanganku terhenti saat melihat Taemin bersama para anggota OSIS yang lain mulai memasuki kantin. Aku langsung membalikkan badan dan berusaha menyembunyikan diri dari pandangannya. Aku nggak mau dia melihatku! (>.<)

Tiba-tiba aku bisa mendengar para siswi yang ada di dekatku mulai berteriak sambil menggumamkan nama Taemin, “Aigoo~ dia ke sinii!! Lee Taemin berjalan ke sinii~”, ucap siswi itu sambil menunjuk ke satu arah. Ommona, jadi dia berjalan ke sini? Ehh, chamkanman.. arrghh, naneun jeongmal paboo~ waktu TK dulu kan kami berdua sering makan bekal makan siang bersama-sama. Dan entah mengapa, bekal kami selalu sama, SANDWICH!! Dulu Taemin bilang, dia sangat suka Sandwich, sama sepertiku!! Jadi, wajar dong kalau dia ke sini untuk membeli sandwich?? (>.<) TaeHee paboo~~~

Tak lama, Taemin sudah ada di sampingku dan menatap menu dengan wajah santai. Ia menoleh ke arahku, *sepertinya ia agak terkejut saat melihatku*. Tapi setelahnya, wajahnya langsung kembali santai, “Kau masih makan sandwich?”, tanyanya padaku. Aku hanya mengangguk singkat tanpa memandangnya. Taemin juga mengangguk singkat. Dan setelahnya, tak ada percakapan lagi.

Beberapa menit kemudian *yang terasa seperti berjuta tahun*, ahjumma itu telah membawa sandwich pesananku. Aku memberikan selembar seribu won padanya dan segera beranjak meninggalkan kedai itu dengan tergesa. Aku ingin secepatnya menghilang dari hadapan Taemin.

“TaeHee-ya”, seru suara dibelakangku dan membuat langkahku terhenti. Itu suara Taemin ‘kan? Untuk apa dia menahan langkahku? Apa dia mau minta maaf atas kejadian 10 tahun lalu? Aku bisa mendengar langkah Taemin mendekat, aku jadi makin deg-deg’an. Dan langkahnya berhenti tepat di hadapanku, “TaeHee-ya”, ucapnya pelan. Uwaaa~ suaranya kok jadi agak berat sih? Apa ini gara-gara dia sudah puber? Makanya suara juga ikut berubah? Padahal dulu kan suara dia tuh cempreng banget!! (T.T) Ternyata aku sudah terlalu lama tak memperhatikan dan memperdulikan perkembangan dirinya.

“Ne?”, tanyaku singkat dan tetap menjaga intonasi suaraku supaya tetap tegas dan tetap angkuh. Bagaimanapun aku belum mau memaafkan perbuatannya dulu.

Tapi tiba-tiba tangan Taemin terbuka ke arahku, “Kata ahjumma itu, uangmu kurang. Sandwich itu harganya 3500 won. Sedangkan kau hanya memberikan seribu won padanya”, ucapnya santai tapi langsung bisa membuatku seakan disambar petir.
Jadi dia menghampiriku hanya karena uang membayar sandwich ini kurang?? Bukan karena dia mau minta maaf padaku?(T.T) Yaa, sudah kuduga. Mana mungkin seorang Lee Taemin mau meminta maaf atas perbuatannya dahulu??
Dengan perasaan kesal, aku langsung mengambil selembar 5ribu won dari sakuku. “Ini, ambil saja kembaliannya”ucapku ketus dan beranjak pergi dari Taemin. Tapi Taemin mencengkram tanganku dan menyisipkan uang 2500won ke tanganku, “Aku nggak butuh uang kembalian dari seorang cewek cengeng dan pendendam”, ucapnya singkat dan berbalik kembali ke kedai sandwich.

Aku masih tercengang mendengar ucapannya barusan, CEWEK CENGENG DAN PENDENDAM?? Kalau begitu, kau adalah COWOK TAK TAHU DIRI, LEE TAEMIN!!!

Aku beranjak *dengan rasa kesal yang meluap*kea rah ke 7 temanku yang sedang berkumpul di salah satu meja. Aku langsung duduk di samping SungYeong yang tengah menyantap mie ramen. “Kau kenapa?”, tanyanya saat melihat wajahku yang ditekuk berlipat-lipat. “Argghh, kenapa mesti ada cowok menyebalkan seperti dia??!!”, keluhku sambil meletakkan sandwichku dengan sebal. Ke7 temanku yang lain menatapku heran.

“Taemin lagi?”, Tanya HyeSun padaku. Aku mengangguk kesal, “Dia namja teraneh yang pernah kutemui!!”, ucapku. Mereka ber7 mengangguk paham. “Tapi, TaeHee-ya, bukankah dulu kalian bersahabat?”, Tanya YounggHyun padaku. Aku langsung menggeleng kencang, “ANIYO!! Aku tak sudi menerima kenyataan bahwa dulu aku pernah bersahabat dengannya!!”, ucapku agak kencang sambil melahap sandwichku dengan ganas. Aku membayangkan bahwa sandwich ini adalah Taemin, dan aku harus segera menghabisinya sebelum dia makin berulah!!! (>.<)

“Hei, TaeHee-ya, jangan seperti itu. Orang-orang bilang, perbedaan antara cinta dan benci itu lebih tipis dari selembar kertas usang, loh! Jangan sampai nanti kau malah jadi jatuh cinta padanya”. Ucap Nara sambil melongokkan kepalanya untuk mencari Kyuhyun, Joong Soo, dan Jinki.

MWO? Jatuh cinta pada seorang Lee Taemin? Bahkan hal itu tak akan pernah terjadi dalam mimpi terliar ku sekalipun. (>.<)

“BENCIII..BENCII..BENCII!!

!”, ucapku sambil mengunyah sandwich itu dengan buas.
==
..7 Agustus 2009, Haengbongman park, 03.45pm../
~Me, 17 years old~

“Aigooo~ dinginnn!!!”, ucapku sambil berjalan pelan dan menggosok-gosokkan kedua tanganku untuk mendapatkan kehangatan. *Arggh, aku bodoh sekalii~ kenapa aku mesti lupa membawa jaket tebal? Padahal kan jam segini itu selalu turun salju?? (>.<)*

Aku masih melangkah kecil sambil membawa beberapa kantong belanjaanku, Hari inia aku membeli sebuah gaun yang cukup simple dan membeli beberapa aksesoris. Untuk apa? Yaah, untuk apa lagi jika bukan untuk menemui Hankyung Oppa esok hari!!! Bukankah 10 tahun yang lalu, aku telah berjanji untuk tampil cantik saat akan menjadi pengantinnya? Dan hari itu akan segera tiba, BESOK!! Aigoo~ tiba-tiba aku langsung deg-deg’an. Kira-kira bagaimana pendapat Hankyung Oppa saat melihatku besok. Ya? Apa aku cukup cantik untuk menjadi pengantinnya? =)

Tanpa sadar, aku langsung tersenyum geje sehingga membuat beberapa pejalan kaki lainnya merasa takut.😄 Tapi, langkahku langsung terhenti saat mataku menangkap sosok Taemin yang sedang bersender di pagar pinggir bendungan dengan pandangan kosong. Kenapa dia ada di sana saat musim salju seperti ini? Bagaimana kalau dia sakit? Bukankah tak lama lagi, dia akan ikut olimpiade astronomi? Ehh, tapi untuk apa aku mengkhawatirkannya??

Aku masih berdiri mematung sambil memandangnya, sampai akhirnya Taemin menoleh dan menemukan sosokku yang tengah menatapnya. Dia langsung membuang muka dan bernajak pergi dari pagar bendungan itu. Sepertinya dia tak ingin melihatku. (=.=) Tapi biarlah, ‘toh aku juga tak ingin melihatnya! (@.@)

Tapi aku masih merasakan ada pikiran yang membebaniku, “sedang apa dia disini? Di tempat yang membuatku membencinya selama 10 tahun ini?”
==
..8 Agustus 2009, TaeHee house, 03.00pm..
~Me, 17 years old~

Aku mematut bayanganku di cermin sekali lagi. Ok, semua yang kupakai kali ini sudah sempurna! Hankyung Oppa pasti senang saat melihatku yang telah berdandan mati-matian untuknya. (^^)d
Aku menghela nafas dalam-dalam dan berpikir dalam hati, “Inilah saatnya kau menemui calon pengantinmu, TaeHee. Jangan gugup dan jangan melakukan hal bodoh di depannya!! Buatlah dia merasa senang karena telah memilihmu sebagai pengantinnya.”

Setelahnya, aku mengangguk yakin dan mengambil tas tanganku. Aku beranjak keluar kamar dan langsung bertemu dengan Umma, “Ommona, mau kemana sang putri ini?”, ledeknya sambil menatapku dari ujung kepala hingga ujung kaki. Aku hanya nyengir senang, “Menemui calon pengantinku, Omma! Sudah ya? Aku berangkat, annyeongi gaseyo~”, ucapku sambil mengecup pipi Umma dan beranjak pergi meninggalkan rumah. Aku bisa melihat ekspresi terkejut Umma saat mendengar kata calon pengantin. Hahahaha~

Tapi baru beberapa langkah keluar dari rumah, aku langsung teringat pada sebuah barang yang lupa kubawa. Aku segera kembali masuk ke dalam rumah, “Aigoo~ umma, ada yang ketinggalan”, ucapku sebelum Umma menanyakan mengapa aku kembali lagi. Aku berjalan menuju kamarku dan mengambil boneka teddy bear kesayanganku yang terpajang di meja belajar.

Semoga Hankyung Oppa masih mengingatku. =)
==
..8 Agustus 2009, Pusat Kota GyouSan, 03.15pm..
~Me, 17 years old~

Aku berdiri di seberang jalan dan menatap toko boneka itu dengan sejuta rasa gugup. Dari sini, aku bisa melihat sosok Hankyung Oppa yang sedang bermain dengan seorang anak perempuan dan menunjukkan beberapa koleksi boneka yang ada di toko itu padanya. Uhmmp, pasti anak itu adalah salah satu pengunjung, sama sepertiku 10tahun lalu.

Tapi bahkan dari jarak sejauh ini, aku masih bisa melihat senyumannya yang tulus, wajahnya yang tampan, dan aku bahkan bisa mencium parfum yang dipakainya 10 tahun lalu. (^^) Aku memeluk boneka teddy bear ini dengan erat, Inilah saatnya, TaeHee!! Ayo masuk ke toko itu~

Setelah mengangguk mantap, aku berjalan pelan menuju toko itu. Aigooo~ mengapa jantungku seakan mau keluar dari mulut? Ayolah TaeHee, jangan memalukan seperti ini~ (>.<)

Aku membuka pintu toko perlahan dan melongokkan kepala kedalamnya. Sempat terpikir untuk membatalkan segala niat ini dan kembali pulang ke rumah, tapi sialnya..Hankyung Oppa telah melihatku duluan, “Osso Osseyo”, ucapnya ramah padaku dan menurunkan anak perempuan itu dari gendongannya dan beranjak ke arahku. “Mau cari boneka jenis apa?”, tanyanya ramah.

Mukaku langsung memerah dan memanas. Aku langsung gugup setengah mati, “Oppa..masih ingat padaku?”, tanyaku ragu-ragu. Hankyung mengernyitkan alisnya dan menatapku teliti. Tapi pandangannya berhenti di boneka teddy bear yang sedang kupeluk, “Ahha~ kau pasti anak kecil yang datang ke sini 10 tahun yang lalu, ‘kan? Yang dulu pernah kuberi hadiah teddy bear ini?”, ucapnya sambil tersenyum senang. Aku mengangguk bahagia. ternyata dia masih mengingatku!! =)

“Kau sudah tumbuh besar ya? Dan menjadi seorang perempuan yang cantik”, ucapnya sambil mengelus kepalaku, sama seperti yang dia lakukan 10 tahun yang lalu. Aku jadi makin deg-deg’an dibuatnya. Syukurlah kalau dia menganggapku cantik😄

“Jadi, ada perlu apa kau kesini di tengah hujan salju, gadis manis?”, ucapnya sambil menatapku lembut. Aku ingin pingsann sekarang juga!!! Aku menatapnya malu-malu dan berkata pelan, “Anuu..Oppa, aku ingin membalas budimu 10 tahun yang lalu..”, ucapku ragu-ragu. Hankyung Oppa menatapku penasaran, “Oh ya? Tentang apa?”

“Uhhmph, bukan kah 10 tahun yang lalu, aku telah berjanji padamu untuk membayar hutang budiku dengan me..”, tiba-tiba ucapannya terpotong dengan keluarnya seorang gadis manis dari dalam ruang karyawan. Ia mengangguk sopan padaku, dan aku membalasnya singkat. “Osso Osseyo”, ucapnya ramah, aku mengangguk membalas ucapannya.

Tak lama kemudian, anak kecil yang tadi digendong oleh Hankyung Oppa berjalan pelan kea rah perempuan itu, “Kemari,KyuNa. Jangan ganggu ayahmu yang sedang melayani pelanggan”, ucap perempuan itu sambil menggengendong anak yang dipanggilnya Kyuna itu. Hankyung Oppa hanya tersenyum manis dan melambai pada Kyuna. “Nanti kita main lagi ya, nak”, ucap Hankyung Oppa dengan wajah bersinar.
AYAH?? ‘NAK??
Aku langsung diam membeku di tempat, tapi Hankyung kembali menyanyakan sesuatu padaku,”Jadi, apa yang mau kaubicarakan?”.

Aku ingin menangis dan berteriak sekencang-kencangnya!!! Jadi maksudnya, Hankyung Oppa telah menikah?? Jadi apa gunanya aku menunggu selama 10 tahun untuk menjadi pengantinnya??

“Oppa, kau sudah menikah?”,, tanyaku pelan. Hankyung Oppa menatapku heran tapi akhirnya mengangguk senang, “Iya, sejak 4 tahun yang lalu. Yang tadi itu anakku, Kyuna. (^^) Bagaimana denganmu? Apa kau sudah punya pacar?”, tanyanya dengan nada senang. Aku hanya bisa menggigit bibir bawahku untuk menahan tangis yang seakan ingin meledak sekarang juga.

Aku menggeleng pelan menjawab pertanyaannya, “Aku..belum pernah pacaran”, ucapku lirih. Hankyung Oppa agak terkejut mendengar ucapanku barusan, “Jinca? Gadis secantik kamu belum pernah punya pacar?”, tanyanya ragu. Aku mengangguk lagi.

“Aku..selalu menunggu seseorang selama 10 tahun, dan seharusnya aku menikah dengannya hari ini juga. Tapi sepertinya ia lupa dengan segala yang terjadi 10 tahun lalu”, ucapku pelan. Hankyung menatapku prihatin dan mengelus kepalaku lagi, “Sudahlah..jangan sedih lagi. Kau gadis yang cantik, pasti ada banyak pria yang ingin jadi pacarmu”, ucapnya sambil mengelus kepalaku. semua kejadian ini sama persis seperti 10 tahun yang lalu,* kecuali dengan kenyataan bahwa Hankyung Oppa telah menikah*. Tangannya masih sehangat 10 tahun yang lalu. Tapi apa gunanya semua ini jika penantianku selama ini hanyalah sia-sia??

Aku mengangguk singkat dan mengambil dompet dari dalam tas-ku lalu mengambil uang sejumlah 13ribu won dari dalamnya, “Ini, Oppa. Untuk membalas budiku 10 tahun yang lalu. Aku mohon terimalah!! ”, ucapku sambil menyodorkan uang itu padanya. Hankyung menatap uang itu dengan ragu, “Andwae, tidak usah. Lagipula itu kejadian 10 tahun yang lalu”.

“AKU MOHON, TERIMALAH OPPA!!!! JIKA TIDAK, HATIKU TAK AKAN PERNAH BISA TENANG!”, teriakku kencang seakan memaksanya untuk menerima uang ini. Hankyung Oppa tampak shock sejenak dan akhirnya mengambil uang itu dengan berat hati, “Baiklah, aku terima uangmu ini”, ucapnya ringan dan tersenyum lagi padaku, “Gomawo”, tambahnya lagi. Aku hanya tersenyum miris dan sebisa mungkin mencoba untuk menahan air mata yang tak bisa terbendung lagi.

Aku teringat boneka teddy bear yang sedari tadi kupeluk erat. Aku juga menyodorkan boneka itu pada Hankyung Oppa, “Ini, Oppa. Hadiah dariku untuk Kyuna. Bilang saja bahwa TaeHee Onnie yang memberikannya”, ucapku berat. Hankyung menerima boneka itu sambil tersenyum senang, “Gomawo, TaeHee. Kyuna pasti senang karena mempunyai Onnie sebaik kamu”, ucapnya sambil memeluk boneka itu. Aku mengangguk singkat.

“Kalau begitu, aku pulang dulu. Kamsahamnida atas segalanya, Oppa”, pamitku sambil membungkukkan badan padanya sebelum aku beranjak meninggalkan toko.

Sesampainya di luar toko, aku menangis terisak. Air mata yang sedari tadi kutahan, kini mengalir tak terbendung. Apa ini balasan dari segala penantianku selama 10 tahun??
Aku tak mempedulikan guyuran salju yang terus menghujaniku. Aku terlalu kacau untuk merasakan rasa dingin atau apapun namanya itu. Aku hanya ingin pergi dari sini ke satu tempat yang bisa membuatku merasa nyaman, yang penting bukan disini!! Bukan di toko boneka ini lagi!!

Yang penting, balas budiku untuk Hankyung Oppa sudah lunas. Biarpun hanya dengan membayar harga boneka itu,dan bukan dengan menjadi pengantinnya.
dan boneka yang kuberikan untuk anaknya itu? Itu karena aku tak bisa lagi menjaga boneka itu. Karena jika setiap aku menatap boneka itu, aku selalu teringat segala kebaikan seorang cowok berumur 17tahun, seorang pegawai toko boneka yang amat baik hati, bernama Hankyung Oppa.
==
..8 Agustus 2009, HanbonMan park, 04.00pm..
~Me, 17 years old~

Aku bersender di samping pagar bendungan ini dan menghadap langsung ke arah sungai. Entahlah bagaimana ceritanya hingga aku bisa sampai ke sini, otak dan kakiku seakan memiliki pikiran sendiri untuk berjalan ke sini. Ke tempat kenangan kebencian ku dan Taemin.

Pandangan mataku benar-benar kosong, tak bisa fokus dalam memandang apapun. Arus sungai ini benar-benar seperti membuatku tertarik untuk masuk ke dalamnya, dan berharap semoga semua kesedihanku bisa ikut hanyut dibawa arus sungai ini.

Kepalaku langsung terasa pusing dan aku mulai menggigil kedinginan, entahlah..apapun yang terjadi, terjadilah!!

Tapi tiba-tiba sudah ada sebuah tangan yang menahan tubuhku dari belakang. “PABO!! KAU MAU MATI, HAH?”, sentak suara itu sehingga membuat kesadaran ku menjadi 100% kembali.

Aku mengernyit heran, Mati? Siapa yang mau mati?.

Aku menengok ke si pemilik tangan yang masih memelukku dari belakang. Tapi orang itu malah tersengal-sengal sambil menahan tubuhku yang memang seperti sudah tak bertulang lagi karena sudah terlalu kedinginan, sedangkan tangannya yang satunya lagi masih memegang payung yang memayungi kami berdua. “TaeHee-ya, kau berat juga ya?”, ucapnya sambil tersenyum jahil khas’nya.

Dan untuk pertama kalinya dalam 10 tahun terakhir, aku melihat dia tersenyum. Ya, aku melihat Lee Taemin tersenyum padaku. Aku masih terlalu shock saat melihat senyumannya itu, sehingga badanku masih saja menjadi kaku. “TaeHee-ya, bukankah sudah kubilang? Kau berat sekali! Tanganku keram”, ucapnya dan membuatku langsung melepaskan diri dari cengkeramannya.

“Mi..mianhae”, ucapku pelan. Taemin hanya mengangguk sambil mengibaskan tangannya yang keram. “Sedang apa kau disini?”, tanyanya sambil menatapku. Aku hanya menggeleng bingung, “Molla”, ucapku singkat.

Taemin menatapku heran, “Maksudnya, kau datang ke bendungan ini tanpa sadar?”, tanyanya. Aku mengangguk ragu, “Mungkin saja. Naneun molla”, ucapku lebih bingung dari sebelumnya.

“Dan kau terhuyung-huyung ke arah sungai, hampir saja jatuh ke sana, ikut terbawa arus sungai. Kau juga tidak sadar?” , tanyanya lagi. Aku masih menggeleng bingung, “Jinca? Hampir jatuh ke sungai?”, tanyaku lebih nggak percaya.

Taemin menatapku aneh, kemudian ia memegang dahiku dan membandingkan dengan suhu tubuhnya, “Aishh, pantas saja. Kau demam, TaeHee-ya! Siapa suruh kau keluar di saat hujan salju seperti ini tanpa jaket tebal?”, ucapnya dengan nada agak tinggi seperti sedang memarahiku. Aku mengangguk paham, pantas saja dari tadi aku merasa pusing.. (=.=)

Tak lama kemudian, Taemin langsung melepaskan jaketnya dan menyampirkannya ke bahuku. Aku menerimanya dengan shock! sejak kapan Lee Taemin menjadi baik seperti ini?.

Kini ia mulai memapah langkahku, tapi kakiku seakan sudah membeku sehingga tak bisa digerakkan untuk melangkah. “Aishh, dari dulu kau memang selalu merepotkanku, TaeHee”, ucapnya sambil berjongkok membelakangiku. Aku menatapnya heran, “Kau mau apa?”, tanyaku waspada. Ia langsung menatapku sebal, “Sudahlah, naik saja!! Kau mau mati membeku di sini?”,ucapnya singkat.

Aku menatap punggung nya ragu-ragu. “Tapii..”, ucapku sambil mendekapkan kedua tanganku di dadaku. Taemin yang melihat gelagatku langsung paham, “Aigo~ aku tak akan mengambil keuntungan apa-apa dari tubuhmu, TaeHee!! Lagipula, dipunggunggku ada tas gendong, ‘kan? Kau tak perlu khawatir”, ucapnya sambil menunjuk tas gendong yang disampirkan di punggungnya itu. Akhirnya, aku berjalan mendekatinya dan muali naik ke punggungnya. Taemin mulai berdiri dari jongkoknya dan berjalan pelan sambil membopongku.
Aku bisa merasakan wajahku memanas dan jantungku berdebar tak karuan. (>.<) Mengapa aku harus merasakan hal ini pada seorang Lee Taemin, namja yang paling kubenci dalam 10 tahun ini?

“TaeHee-ya”, ucapan Taemin langsung memecah keheningan diantara kami. Aku menjawab singkat, “Ne?”.

“Mianhaeyo, biarpun aku tahu ini terlambat 10tahun. Tapi, aku benar-benar ingin minta maaf, jeonngmal mianhaeyo, TaeHee-ya”,ucapnya dengan suara lirih. Aku membelalakkan mata tak percaya, “Jinca, Taemin-a?”, tanyaku tak percaya. Taemin mengangguk pelan.

Aku langsung tersenyum simpul, “Syukurlah, aku kira kau manusia berhati batu tanpa memiliki hati nurani. Bahkan untuk meminta maaf pun, kau harus menunggu sampai 10 tahun?”, ejekku padanya. Ia langsung menoleh ke arahku dengan pandangan sadis, “Kau mau kuturunkan dan kutinggalkan sendirian di sini hingga mati membeku?”, ucapnya datar. Aku langsung menutup mulut dan menundukkan kepala takut.

“Dan sebagai permintaan maafku, ambillah sesuatu yang ada di dalam tas-ku”, ucapnya santai. Aku menatapnya heran, tapi tetap membuka tas-nya dengan penuh rasa penasaran. Dan di dalamnya, aku menemukan sebuah benda yang sama sekali tak asing untukku. Boneka teddy bear berwarna coklat.
“Itu boneka yang sama seperti 10tahun yang lalu”, ucapnya tenang. Aku menatapnya bingung, “Tapi, boneka ini hanyut ke sungai,’kan?”, tanyaku heran.

Taemin mengangguk singkat, “Aku mengejarnya dan mencari tempat dimana arus sungai itu berhenti. Untunglah aku masih sempat menemukannya sebelum boneka ini masuk ke tempat penyaringan sampah”, ucapnya. Aku merasa mataku kembali memanas, “Lee Taemin, aku benar-benar bodoh!! Kenapa kau tak bilang dari dulu??”, tanyaku sambil memukul punggungnya kesal.

Taemin masih saja diam, “Karena aku takut, TaeHee-ya. Dulu kau bilang, kau sangat membenciku ‘kan? Aku pikir, biarpun aku mengembalikan boneka ini padamu, kau pasti tak akan memaafkanku”,ucapnya lirih. Bisa kurasakan air mataku kembali jatuh di pipiku. Aku memeluk boneka itu dengan erat, “Jeongmal gomawo, Taemin”, ucapku.

“Masih ada satu lagi hadiah dariku untukmu”, ucapnya lagi. “Jinca?”, tanyaku penasaran. Taemin mengangguk, “Pencetlah tangan boneka itu”, tambahnya lagi. Aku memandangnya heran tapi tetap saja kulakukan.

Aku mendengar ada sayup-sayup suara yang keluar dari boneka itu, “dengarkanlah baik-baik”, ucap Taemin. Aku mendekatkan boneka itu ke telingaku, ternyata suara nyanyian seorang namja. Suara ini..sama sekali tak asing. Taemin?

I love you, these words are really good words..
When our family goes to sleep, they give and receive these words..
I love you, these words are really good words..
The words that Taemin wants to give to TaeHee too..
I like this words so I happy all day and so im Joyfull all day..
I love you, these words are really good words..
I really like this words..
I..I..Love you..

Aku terdiam beberapa lama setelah mendengarkan nyanyian dari boneka itu. Taemin menoleh padaku, bisa kulihat wajahnya menjadi merah padam. “Jadi?”, tanyanya padaku. Wajahnya makin menjadi merah padam. Aku menatap Taemin dengan polos, “Taemin-a…”

“Kau tahu kan kalau aku paling lemah di pelajaran bahasa inggris?? Aku jadi tidak mengerti apa yang kau nyanyikan barusan”, ucapku dengan nada ringan. Taemin langsung membelalakkan matanya tak percaya. “Hah?”, tanyanya saat mendengar ucapanku barusan. Aku mengangguk singkat, “Nilaiku selalu di bawah rata-rata untuk pelajaran bahasa Inggris”, jelasku. Taemin langsung menggelengkan kepalanya. “Lagipulaaa..suaramu fals, Taemin-a”, ucapku dan semakin membuat Taemin menundukkan kepalanya dalam-dalam.

“Aigoo~!!”, keluhnya sebal. Aku hanya tersenyum simpul, dan merangkul bahunya dari belakang, “Aku bohong, Taemin-a!!”, bisikku tepat di telinganya. Taemin langsung menoleh dan menatapku lagi, “MWO??”.

Aku mengangguk singkat dan membentuk gambar hati dengan kedua tanganku, “I love you too”, ucapku sambil tersenyum manis. Muka Taemin kembali mejadi merah padam dan ia segera memalingkan mukanya lagi, “TaeHee-ya, sekali lagi kau berbohong padaku, aku benar-benar akan meninggalkanmu sendirian dan membiarkanmu mati membeku disini!!”, ancamnya. Tapi aku bisa merasakan senyuman hangatnya, biarpun hanya dari belakang.

“Kau rela meninggalkan seorang gadis manis ini mati kedinginan?”, tanyaku bercanda dan segera membuat Taemin langsung bersiap menurunkanku dari punggungnya. “Aigoo~ Taemin-a. Aku bercanda”, cegahku sebelum dia benar-benar menurunkanku di tengah hujan salju ini.

“Taemin-a”, ucapku setelah sekian lama kami sibuk di pikiran masing-masing. Taemin menoleh ke arahku, “Ne, jagi?”, ucapnya dan langsung membuatku merinding sekaligus senang setengah mati.😄
“Kau memang tak berbakat menjadi penyanyi. Nyanyianmu tadi benar-benar fals”, ucapku santai. Taemin langsung memandangku beringas, “Tapi, aku suka sekali dengan nyanyianmu tadi”, tambahku sehingga membuat pandangannya kembali melunak. (^^)

Tak pernah kusangka bahwa tanggal 8 Agustus 2009, aku akan memiliki seorang calon pengatin bernama Lee Taemin. \(^0^)/
==
*The End*

19 Comments

  1. vie... said,

    April 12, 2010 at 3:19 am

    ini toh..

    kaga bilang-bilang dia..
    boleh.. boleh..

  2. ndahae said,

    April 12, 2010 at 7:44 am

    cha……………..

    Nanda komen disini ya.. hehe

    biar nggak sepi gitu…….. :p

    • leaderlover said,

      April 12, 2010 at 10:56 am

      hahaha..
      gomawo nan..😄
      ho’oh, sepii yak?
      ntar deh dipublikasiin.. XDD
      *Gaya*

      *ditabok nanda*

  3. April 12, 2010 at 11:21 am

    Unnie… ^^
    Keren ah… semakin sering baca ni FF, makin cinta sama Emin… ^^
    Jangan lupa kunjungi blog q ya unn??? ^^

    • leaderlover said,

      April 12, 2010 at 11:32 am

      Hehehehe..
      gomawo sha..😀

      okee..oke..
      pasti onn mampir..😄

      Oiaa, onn mw nanya..
      kalo ganti gambar profil qta d sni tuh msti dgimanain ya?😦
      onn masih gaptek
      T.T

  4. inun said,

    May 2, 2010 at 12:14 pm

    omo,,,,taemin brondongku yang imut,sini pelok noona,trus nyanyi deh noona nomu yeppoh,cz noona emang yeppoh bgt…..
    tapi jangan ajak anak SHINee yang laen,soalnya kalo yang laen judulnya jadi dongsaeng noumu yeppoh…..

    • leaderlover said,

      May 3, 2010 at 1:20 pm

      Ahahahahaha~~😄
      gag papa kalii onn dipanggil dongsaeng ama anak2 shinee..😄

  5. inun said,

    May 3, 2010 at 1:52 pm

    gpp seh,,,palagi ma mr dubu…..mau bgt….
    heran deh,,,napa di SHINee g da yang lahir taun 92???trus napa yg lahir taun 91 ada 2???g adil,,,padahal kan keren 89,90,91,92,93,bukannya 89,90,91,91,93….

    • leaderlover said,

      May 3, 2010 at 1:55 pm

      ahhhh~~
      suami ayeee..😄
      si dubu bnyak yg suka ya? XDDD
      *bangga* ahahaha

      iya yaa..
      padahal qu kira mino lahir 92..😄
      emang kren kalo kyak gtu onn.. XDD
      beruntun lahirnyaa~~

      argggh, key ama mino menyalahi aturan nii

      • inun said,

        May 3, 2010 at 2:15 pm

        ni anak maen ngaku2in suami orang,,,c dubu ntu suami aye,,,,peace…
        tau tu ci kunci ama mino,harusnya mino nunggu sebulan lagi jangan dulu keluar dari kandungan…..

      • leaderlover said,

        May 3, 2010 at 2:40 pm

        uwaaaaa~~
        nemu lagi dahh anak MVP laennya.. *toss*
        iyee, aneh2 aja mereka.. >.<
        ada yg ngalah kek salah satunya..
        22nya malah pengen kluar pas taun 91.. *ditabok omma'y kunci ama Mino*

      • inun said,

        May 3, 2010 at 2:54 pm

        MVP paan cha???
        huunh,palagi si kunci dy orang paling g kreatif,udah namanya percis bgt ma mbum eh lahirnya ditahun yg sama ma mino(kunci:woi mang gw bisa ngatur kapan gw mw lahir+pake nama apa?

        ngomong2 jadi inget hello baby eps 1,yg jonghyun+kunci mw nelpon omma’a tapi g punya nope’a

      • leaderlover said,

        May 4, 2010 at 1:16 pm

        MVP ntu kumpulan fans’nya onyu..
        kan di replay dia nyanyi bagian, “noona, no naui MVP”..
        nahh, bgitulahh, ntu artinya MVP..

        kalo jonghyun kan blingers (dari Bling2 Jonghyun)
        key jadi Lockey
        Minho jd minholic
        taemin jadi taemint.. XDD

        Hahahahaha~ bener onn..
        alasannya boong banget pula, abis ganti hape.. padahal onyu bilang, “terakhir kali qu liat HP mu kan 3 bulan lalu, dan hapemu itu masih sama sperti dlu” XDD

      • inun said,

        May 6, 2010 at 9:10 am

        owh,,onn baru tau….
        kasian fans2’a jonghyun
        blingers,untung depannya g pake ke coba kalo pake ke jadi keblingers dong,,,hahaha(ditabok blingers)
        duh jadi kangen ma yoogeun…

  6. ridandelions said,

    May 5, 2010 at 11:06 am

    Speechless saking bagusnyaaa ><

  7. May 22, 2010 at 2:17 pm

    Aku Tau tuh lagu yang di You’re Beautiful ya??
    Ceritanya mirip sama drama Korea “Will it snow for Chistmas”

    Tapi Jujur ya..aku suka semua karya kamu…
    DiTunggu karya selanjutnya..

  8. mylove hangeng,myboy key... said,

    July 30, 2010 at 1:19 pm

    Kereeeeennnnn…akuuu membayangkaannn hankyung..akoo dan key…huuuaaaa…so sweetttttt…*.*smbil dgr lgu my little princess-dbsk..ohhhh….ohhhh…jdi menghayati ff ini…

    Sumpahhh..ffmu smuanya bgus2…kmuh jdi pengarang novel aza ya?hkhkhkhkhk


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: