~08.55PM~



Aku memiliki seseorang yang sempurna..
Tapi, kenapa aku mesti tertarik oleh pesona yang lain?
Apakah ini wajar?
Apakah aku akan atau malah telah menyakitinya?

==

“Oppaa~ ~ hwaiting!!!”, teriakku ditengah kerumunan para staff Super Show 2 ini. *\(^0^)/* Sedangkan Nara, sahabatku sekaligus kekasih Leeteuk ini hanya berdiri di sampingku dan tersenyum kea rah Leeteuk yang balas tersenyum padanya. Arrgh, romatisnya mereka!! Tanpa perlu berteriak pun, Leeteuk sudah menyadari kalau Nara sedang memperhatikannya. Sedangkan aku? Pacarku malah sedang bolak balik dan nge’dance nggak jelas. (>.<) Kenapa aku mesti punya pacar nggak peka kayak gituuu??

Entahlah, mungkin suaraku tidak terdengar olehnya, karena suasana di sini sangat ramai oleh persiapan dan teriakan staff lainnya yang menyuruh member untuk segera bersiap tampil. (=.=) Belum lagi ditambah dengah teriakan histeris ELF yang sudah menanti idola mereka untuk menghibur mereka. (=3=). Aku cemburuuuu~~ Apalagi banyak fans Eunhyuk yang sudah berteriak histeris saat dia melongokkan kepalanya keluar untuk mengecek keadaan. Aishh~~ingin rasanya aku menarik tubuhnya dan menyuruhnya untuk duduk tenang di sampingku.

Lee HyukJae, aku inii pacarmuuuu~~~ (>.<) Nggak bisakah kamu diam sebentaaar aja buat menemaniku?? (T.T) Apa kamu nggak tau kalau hari ini tuh tepat 3 bulan kita pacaran? Kenapa kamu malah sibuk menyanyi dan menari untuk orang lain dan malah bukannya menyanyikan lagu khusus untukku? (=3=)

Tapi,‘dia’ yang lain itu seakan mendengar suaraku ditengah kebisingan ini. ‘Dia’ tersenyum padaku dan mengacungkan tangannya ke arahku dan berteriak, “Ne,hwaiting”, ucapnya sambil tersenyum manis sehingga tulang ‘endorphin’ nya terlihat jelas di mataku.

Kim Ryeowook..

Dialah satu satunya orang yang bisa mendengar dan mempedulikan teriakanku ditengah kebisingan ini. Dan senyumannya itu, membuat hatiku seakan mau meledak karena kegirangan. (>///<)

Itulah kali pertama aku mulai mengaguminya.

Atau malah itu kali pertama aku mencintainya??

==

..13 Desember 2009, 03.34 pm, ChangNam cafe..

Terlambat 34 menit, pikirku saat melihat Eunhyuk mulai memasuki café ini.

“Hei,JiYoo”, ucap Eunhyuk sambil melambaikan tangannya di depan wajahku. Wajahnya terlihat sumringah dan sama sekali nggak menunjukkan ekspresi menyesal. “Aku terlambat ya?”, ucapnya ringan dan duduk di depanku. Aku hanya melengos sebal tanpa menanggapi ucapannya. Eunhyuk pun sepertinya tidak terlalu memperhatikanku yang sedang kesal. Ia malah sibuk membuka daftar menu yang ada di meja kami. Arrrghh, dia sama sekali nggak pekaaa~~~, sama sekali nggak sensitiifff~~~.. \(>.<)/ Kenapa aku bisa jadian sama cowok seperti ini?? XC

Beberapa saat lamanya, aku memandangi wajah Eunhyuk. Penampilannya kali ini benar benar berbeda, entah kenapa ia terlihat ‘rapi’, nggak acak-acakan seperti biasanya.

*tumben banget kan dia keliatan ganteng? =D*

“Nggak usah pesan apa-apa. Aku udah pesan makanan kesukaan Oppa”, ucapku singkat tanpa mengalihkan pandangan dari wajahnya. Dia menatapku heran tapi selanjutnya malah tersenyum senang.

“Jinca? Gomawo, chagiya”,ucapnya sambil mengelus rambutku penuh sayang dan kemudian menggenggam tanganku erat. Dia tersenyum tulus padaku. Tapii, senyuman ituu..mirip dengan senyuman Ryeowook. Ya, sama persis.

Aissh, apa yang kupikirkan?? (>.<) Jarang banget Eunhyuk bersikap manis seperti ini, tapi kenapa aku malah mikirin cowok lain? Member grup pacarku pula!! Aigooo~~ naneun baboo!!! <(>.<)>

Aku menggelengkan kepalaku kuat kuat untuk mengusir bayangan Ryeowook dari otakku.

“Hah? Kamu nggak mau?”, Tanya Eunhyuk dengan nada kecewa. Hah?? Memang barusan dia bilang apa??

“Mwo? Mianhae, tadi aku lagi nggak konsen”, ucapku sambil memijat keningku pelan.

Arrgh, JiYoo..ayo konsenn!!!! Jangan sampai Eunhyuk jadi curiga dengan kelakuan bodohmu.

“Sudahlah, nggak apa-apa. Jadi sepulang dari sini, kamu mau temani aku siaran kan? Sehabis siaran, ada yang mau kutunjukkan padamu”,ucapnya singkat. Aku mengangguk mengiyakan. “Atau kamu mau pulang saja? Kelihatannya kamu sakit”, ucapnya sambil memegang keningku.

Aku menggeleng dan menepis tangannya dari keningku. “Gwenchana, Oppa”, jawabku sambil tersenyum simpul. Eunhyuk hanya menatapku ragu. “Jinca?”, tanyanya. Aku mengangguk yakin dan menaruh tangannya di pipiku.

“Saranghae, Oppa”, ucapku dan menatapnya tulus.

Mianhae Oppa, aku sama sekali nggak bermaksud menyakitimu. Tapi hati ini sama sekali nggak bisa ditebak.

Ryeowook, seeandainya dia nggak tersenyum padaku saat di konser itu, aku pasti nggak akan ragu seperti ini.

Apa waktu masih bisa diulang?

Kalau bisa, izinkan aku untuk tidak berteriak dan tidak menatap senyuman Ryeowook

Supaya aku bisa menikmati semua sikap manis Eunhyuk saat ini tanpa harus terbayangi oleh bayangan Ryeowook

Oppa, tolonglah yakinkan aku supaya bayangan wajahmulah yang selalu ada di benakku

“Mianhae kalau aku selalu menyakitimu tanpa Oppa sadari”, ucapku lirih. Kini, ia hanya menatapku heran.

“JiYoo-ya, kamu tau? Kamu aneh hari ini”, sahutnya pelan dan menatap mataku dalam. “Tapi, aku suka”,ucapnya sambil tersenyum jahil khasnya dan membuat seulas senyum tulus tersungging di bibirku.

“Gomawo, Oppa”

==

.. 13 Desember 2009, 05.00pm, SuKiRa ..

“Annyeonghaseyo, Oppa”, sapaku pada Leeteuk yang juga ada di sini. Leeteuk agak terkejut melihat kedatanganku yang tiba-tiba.

“Aissh, Hyukkie-ya, kenapa nggak bilang kalau mau ajak JiYoo ke sini? ‘Kan aku bisa sekalian ajak Nara juga”, ucap Leeteuk sambil menatap Eunhyuk heran. Eunhyuk hanya tersenyum geje dan aku hanya terkekeh geli mendengar ucapan Leeteuk barusan. “Oppa nggak keganggu ‘kan dengan kedatanganku?”, tanyaku mencoba berbasa basi pada Leeteuk. Ia menggeleng kuat-kuat.

“Aniyo, sama sekali nggak keberatan. Santai aja di sini. Anggap aja rumah sendiri”, jelas Leeteuk sambil mengacak rambutku pelan. “Kamu kan calon dongsaengku”, ucapnya sambil tersenyum lebar dan membuat wajah Eunhyuk memerah.

“Heh?”, tanyaku heran dan membuat Leeteuk memandang Eunhyuk bingung.

“Belum bilang?”, bisik Leeteuk pada Eunhyuk tapi tetap saja masih bisa terdengar olehku. Eunhyuk langsung mendorong Leeteuk menjauh dariku dan mereka berdua seperti sedang berdiskusi. Aishh, apa yang mereka rahasiakan?? (>.<)>

“AAAAAA!!!! Arasseo. Ide bagus!!!”, ucap Leeteuk tiba tiba dan langsung memeluk Eunhyuk erat. “Ahh, kapan aku bisa menyusulmu ya?”, ucap Leeteuk sambil memandangku dan Eunhyuk bergantian. Arrgh, sebenarnya ada apa sih??? =(

Tak lama, Leeteuk masuk ke ruang siaran setelah tersenyum penuh maksud padaku. Dan Eunhyuk menghampiriku perlahan, “Tunggu di sini, ya? Kalau kamu bosan, liat aja wajahku. Ok?”, candanya ringan dan membuatku melengos heran.

“Kalau wajah Oppa seperti wajah Lee Min Ho, baru aku nggak akan bosan”, ucapku sambil mendorong tubuhnya menjauh. Ia malah terkekeh pelan dan beranjak masuk ke ruang siaran.

Hari ini, dia bersikap begitu manis. Sebenarnya apa yang terjadi sehingga dia begitu berubah?

==

.. 13 December 2009, 08.15pm ..

“Bye, hyung”, pamit Eunhyuk pada Leeteuk yang masih ada di ruang siaran. Sedangkan aku hanya membungkukkan badan sebagai salam pamit.

“Dadaaah~~ hati hati, ya”, ucap Leetuk sambil melambaikan tangan pada kami. “Hyukkie, hwaiting!!!!!!”, tambahnya lagi saat kami baru berjalan beberapa langkah. Eunhyuk langsung tertunduk malu. Ahhh~~ ada apa sih??

“Mianhae kamu jadi menunggu lama”, ucapnya dan kembali menggenggam tanganku erat. =D

“Oppa, kamu tau? Kamu aneh hari ini”, ucapku sambil memandangnya heran. Eunhyuk menatapku sambil tersenyum aneh.

“Tapi kamu suka kan?”, tanyanya lagi lagi dengan senyuman jahil itu.

PESSSHH!!! Aku takluk lagi dengan omongannya. <(=//3//=)>

“Jadi sekarang kita mau ke mana?”, tanyaku mencoba menyembunyikan rasa maluku sekaligus mengalihkan pembicaraan.

“Makannn!!! Aku lapar~~”, ucapnya sambil mengelus perutnya. Aku mengangguk saja, lagipula aku juga lapar. (^.^)

Tiba tiba saat kami sudah berada di pelataran parkir, Eunhyuk berjalan mendahuluiku dan membukakan pintu mobil untukku. “Silakan masuk, nona cantik”, ucapnya dan bergaya ala waitress di restoran terkenal.

Arggggh, sebenarnya dia habis tabrakan dimana sih? Kok tiba-tiba sikapnya jadi berubah 180 derajat begini?? (>.<)*

Dan aku sadar, perlahan aku mulai bisa melupakan bayangan Ryeowook

==

.. 13 December 2009, 08.45pm, Gang Chuan Restaurant ..

“JiYoo-ya, aku ke belakang dulu ya?”, izinnya padaku yang masih sibuk memilih menu. Aku hanya mengangguk mengiyakan.

Tak lama kemudian, dia telah kembali dan tersenyum penuh arti padaku. “Mwo? Tatapanmu membuatku takut, Oppa”, ucapku saat melihat senyumannya yang terlihat mesum bagiku dan tak lama langsung membuat senyumannya menghilang. (^0^)v

“JiYoo-ya”

“Ne?”

“Selama 4 bulan kita pacaran, kau belum pernah sekalipun memanggilku ‘Chagiya’”,ucapnya sambil menopang dagunya dan menatapku lagi. “Kenapa?”

Aku agak shock mendengarkan ucapannya barusan, “Jinca? Kau memperhatikan sampai sedetail itu, Oppa?”, tanyaku heran.

Apa maksudnya ini?? Kenapa cowok nggak peka ini tiba tiba bisa ingat dan tahu tentang hal sepele seperti ini? Bahkan tanggal jadian kami berdua pun dia lupa, tapi hal sekecil ini?

“Detail? Aku tahu segala hal tentang kita, JiYoo. Kita jadian tanggal 30 Agustus 2009, jam 08. 55pm di depan rumahmu. Kencan pertama kita tuh tanggal 4 September 2009, ke ParkLand dan pulang jam 08.55pm”, jelasnya tanpa melepaskan pandangannya dariku yang masih shock.

“Oppa ingat semua itu?”, tanyaku nggak percaya. Ia mengangguk singkat.

“Dan akan ada lagi 1 memori yang terkenang untuk kita di jam 08.55pm”, ucapnya sambil melirik jam yang tergantung di restoran itu. Aku juga ikut menoleh kea rah yang sama.

08.55pm tinggal 1 menit lagi..

“Apa maksudnya sih, Oppa?”, tanyaku penasaran. Eunhyuk masih tak menjawab pertanyaanku dan masih menatap ke arah jam.

10 detik lagi..

7 detik lagi..

3 detik lagi..

1 detik lagi..

Dan tepat saat itu, suara gesekan biola dan nyanyian merdu yang kukenal sudah terdengar di seluruh penjuru restoran. Aku menoleh kea rah panggung yang menydiakan live music, disana sudah ada KyuHyun, Yesung dan Ryeowook yang memandang kea rah kami berdua. Eunhyuk mulai menyanyikan intro lagu yang sangat berkesan untukku.

Love, oh baby my girl
Geudaen naui juhnbu nunbushige areumdawoon
Naui shinbu shini junshin suhnmul
Haengbokhangayo geudaei ggaman nunesuh nunmuri heureujyo
Ggaman muhri pappuri dwwel ddaeggajido
Naui sarang naui geudae saranghal guhseul na maengsehalgeyo

Would you marry me?
Nuhl sarangahago akkimyuh saranggago shipuh

Would you marry me?
Iruhn naui maeum huhrakhaejullae?

Pyuhngsaeng gyuhte isseulge (I do)
Nuhl saranghaneun guhl (I do)
Nungwa biga wado akkyuhjumyuhnsuh (I do)
Nuhreul jikyuhjulge (I do)

Nawa gyuhrhonhaejullae? I do

-Super Junior (Marry U)-

Aku menangis, tak bisa berkata apa-apa lagi selain mengatakan “I do”.

==

..13 Desember 2009, 09.45pm, Rumah JiYoo..

“Gomawo untuk segalanya”, ucapku sebelum mobil Eunhyuk beranjak meninggalkan rumahku. “Chagiya”, tambahku iseng dan membuat senyum di bibir Eunhyuk langsung terpampang lebar.

“Saranghae”, ucapnya sambil mengecup keningku lembut. “Tidur nyenyak ya?”, pesannya sebelum aku beranjak masuk ke dalam rumah. Aku mengangguk singkat.

“Ayo, masuk sana. Nanti kamu masuk angin”, ucapnya lagi karena aku masih juga tidak beranjak dari tempat semula. Aku menggeleng.

“Aku pengen liat kamu pergi”,ucapku manja. Aissh, sejak kapan aku jadi seperti ini?? (>///<)

“Aku pengen liat kamu masuk ke rumah”, ucapnya singkat.

“Ok Ok”, ucapku pelan sebelum akhirnya mengalah. “Annyeong”, kataku pelan sebelum aku benar benar masuk ke dalam rumah. Dan dari sela jendela, aku melihat Eunhyuk masih terdiam dan tersenyum sendiri. Dasar bodooh~~~ (^^)>

Aku melihat cincin yang terpajang di jari manisku sekarang.

Arrghh~~ tunangannn!!! XDD Unbelieveable!!! xd

Tapi pandanganku langsung terpaku pada sebuah surat yang tergeletak di lantai dekat pintu. Waah, pasti pengirimnya langsung memasukkan surat ini dari sela pintu. (=.=)

Aku mengambil surat itu dan membaliknya perlahan. Nggak ada nama pengirimnya kecuali namaku yang terpampang di depan amplop.

Kubuka surat itu dengan penuh penasaran,

To : Choi JiYoo, whom I love

Aku tahu, saat kamu menerima surat ini, semuanya sudah terlambat
Aku nggak akan bisa meraihmu lagi, karena kamu sudah ‘resmi’ milik Eunhyuk Hyung

Tapi aku hanya ingin kau tahu,
Dulu, di awal bulan September, pertama kali aku melihatmu
Tanpa sadar, aku sudah menulis ratusan puisi tentangmu
Aku selalu penasaran dan khawatir tentang kamu
Aku penasaran dengan siapa yang akan kamu telpon disaat kamu sedang sedih
Dan siapa yang akan mengantarmu pulang jika hari sudah larut malam
Aku menulis ratusan surat untukmu, tapi aku tidak pernah bisa mengirimkannya padamu

I care about you
I think about you
Walaupun aku tahu, tidak seharusnya aku seperti ini
Karena kamu telah jadi miliknya saat itu

Mengapa aku tidak tahu betapa berharganya kamu sampai saat kamu harus pergi meninggalkan aku
Dan ketika kamu telah pergi, aku yakin bahwa aku akan selalu merindukanmu
Aku tidak tahu kapan kamu akan ada di sisiku
Karena aku adalah pria pengecut

Apakah aku telah memberikanmu waktu yang sulit untuk dijalani?
Maafkan aku atas semua hal itu
Dan sekarang, aku akan mencoba untuk merelakanmu pergi

Eunhyuk hyung adalah orang yang baik
Walaupun dia playboy, tapi aku yakin kamu akan bahagia dengannya
Aku percaya kamu akan baik baik saja
Dan aku yakin kamu bisa melakukannya

Nanti pukul 08.55pm, Eunhyuk hyung meminta KRY untuk menyanyikan marry U untukmu
Aku nggak tau apakah aku bisa tersenyum tulus untukmu
Tapi 1 yang pasti, aku selalu mendoakan kebahagianmu

Berbahagialah, Choi JiYoo

Kim Ryeowook

Aku tertawa miris.

Apa maksudmu, Tuhan? Kenapa kau malah mempermainkan takdirku?

Jika saja surat ini, sampai lebih awal ke tanganku, aku nggak akan menerima lamaran Eunhyuk.

Karena aku baru sadar, bahwa aku mencintai Ryeowook.

Dan Eunhyuk?

Aku hanya menyayangi dia, bukan mencintai dia.

==

.. 30 September 2010, 08.55pm..

“Semoga langgeng dan cepet dapet anak ya?”, ucap Nara dan Leeteuk di acara pernikahanku dan Eunhyuk. Aku tersenyum bahagia , tapi Eunhyuk langsung menoel lengan Leeteuk.

“Hyung, kapan nyusul??”, ucapnya iseng. Wajah Leeteuk juga Nara langsung bersemu merah. Ahahahaha~ 😄
Tapi tawaku langsung berhenti saat mataku menemukan sosok Ryeowook yang sedang menatapku dalam. Aku tersenyum tulus ke arahnya dan ia juga balas tersenyum sambil mengangkat gelas wine’nya.
Bisa kulihat bibirnya mengucapkan, “Saranghae”

Entah setan apa yang merasukiku ketika aku menjawab, “Nadoo saranghae”. Ryeowook tersenyum lagi dan beranjak pergi menuju rombongan member SuJu lainnya.

Tidak selamanya kita menghabiskan sisa hidup dengan cinta sejati kita kan?

==

*END*

5 Comments

  1. Haekyungssi said,

    May 1, 2010 at 10:25 am

    Kshn bngt sh ji yoO.. Jd bngng miliH syp..
    Hyuk sm gw aja, byr si ji yoO bs sm woOkie..
    Haha..
    *hae,kyung,minho,yunho,kyu: woi kita mw dikemanain?!
    Me: d simpen doNg.. Haha..*
    Oy slm knl ya..

    • leaderlover said,

      May 1, 2010 at 10:47 am

      hahaha~
      itu ntar suami mu yg laen bkal dikemanain chingu?😄

      Iyaa, salam knal juga..
      panggil aja qu, icha..🙂

  2. ridandelions said,

    May 6, 2010 at 5:58 am

    ak slalu jatuh cintaaa sm karyamu :9 yg ini jugaaa!😀
    ini udh ga di post di sujuff kah?

    • leaderlover said,

      May 6, 2010 at 2:22 pm

      hehehhe~
      gomawo chinguu..:)
      ini udah dipost d sujuff, tapi kyaknya masuk library..
      soalnya nii udah d publish sblum sujuff pindah alamat..😄

  3. July 3, 2010 at 12:11 pm

    TWIN~~ Really love this one. LOL


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: