.: Diary Of Boys Sitter chapt 6 :.

“Huwaah, kenyang!!”, ucap Taemin sambil memegang perutnya. “Nara noona jago banget masaknya! Sama kayak Key umma”.

Aku tersenyum senang. Sudah lama aku nggak mendengar pujian orang lain tentang masakanku. Member SuJu biasanya Cuma mengkritik saja. (>.<)

“Noona, lanjutin dong cerita yang tadi”, ucap Taemin lagi sambil menghadap ke arahku. Aku mengangguk pelan.

“Eh, tapi minum obat dulu ya?”, ucapku pada Taemin. “Kamu tunggu di kamar aja. Noona pengen sekalian bikin cemilan. Biar ceritanya jadi nggak boring”. Taemin mengangguk paham.

Setelah mengambil beberapa snack dan plastik obat dari dalam kulkas (semua snack yang ada di kulkas ini isinya snack rendah lemak semuaa!!!), aku beranjak ke kamar dan menyodorkan plastik obat itu. Taemin meminum beberapa obat itu dan langsung duduk di sampingku.

“Jadi, gimana lanjutannya, noona??”

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

^^^^^^^^^^^^^^^^^^

Waaaaahh, kami ternyata dapat kursi di kelas VVIP!!! Wuaaaa, bahagiaaa. Baru kali ini aku bisa duduk di bangku VVIP. Bangkunya empuk banget!! Waah, ada mejanya pula!! Aku langsung melompat kegirangan di dalam pesawat.

“Nara, jangan kampungan”, bisik Leeteuk sambil menarik tanganku untuk duduk di sampingnya. Tapi aku masih tetap saja mengagumi pesawat ini. Huum, ternyata di kelas ini Cuma ada kami ber 14. Baguslah, jadi aku nggak perlu takut dengan serangan dari para ELF yang melihat bahwa pujaannya ada di pesawat yang sama dengan mereka.

Tapi dari bangku paling depan, aku mendengar ada kegaduhan dan para member langsung berkumpul di sana, kecuali Leeteuk dan Siwon. Huum, ada apa sih??

Aku langsung beranjak ke bangku depan (kalau nggak salah, itu bangkunya Donghae dan Eunhyuk). “Oppa, ada apaan sih?”, tanyaku heran dan menyeruak di antara mereka semua. Tapi, saudara-saudara!!!!! Taukah apa yang sedang mereka lakukannn???

“KYAAAAAA!!!!!!!!!!!!!”, aku segera berlari menuju toliet dan langsung mengunci pintu. “OPPA SEMUANYA MESUUMM!!! Ngapain nonton video begituan di dalem pesawatttt????”

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

Sampai juga di Malibu!!! Sesampainya di bandara Malibu, kami langsung memesan taksi. Yahh, karena jumlah kami yang banyak ini, kami sampai harus memesan 7 taksi. (>.<) 5 taksi untuk kami, dan sisanya untuk barang barang kami.

Dan di perjalanan ke hotelpun, kami masih harus merundingkan berbagai masalah. Ternyata semua hotel sudah penuh!! Huh, apa kubilang, kenapa nggak reservasi dulu dari kemarin???? =(
Akhirnya, hampir tengah malam kami memutuskan untuk tinggal di sebuah hotel sederhana (yang lebih mirip disebut losmen atau wisma). Dan masalahnya lagiiiii, kamar ini punya 7 kamar. Tiap kamar hanya punya 2 kasur. Jadi itu berarti, aku mesti tidur sekamar dengan salah seorang diantara 13 cowok ini????

“Jadi Nara, kamu mau sekamar sama siapa??”, tanya Leeteuk padaku. Aku bingung!! Mereka semua mesummm, jadi ‘keselamatan’ku mesti diutamakan (kecuali Siwon. Aku pikir dia nggak mesum, tapi Siwon kan nggak mau tidur sekamar dengan cewek. Takut dosa katanya!!).

“Uhhmp, samaaa..”, ucapku ragu. Sama Eunhyuk?? Nggak ah!! Dia kan rajanya mesum setelah Heechul. Sama Donghae? Nggak, bisa-bisa nanti aku dikerjai terus-terusan!!!!!! Uhhmm..

“Sungmin Oppa”, putusku. Yaah, aku memilih Sungmin karena saat itu, dia memakai baju pink. Dan entah kenapa, saat itu aku melihatnya sebagai sosok perempuan, sama sepertiku (^^,). “Aku sekamar sama Sungmin Oppa aja deh”

Sungmin mengangguk pelan. “Tapi kamu jangan ngapa-ngapain aku ya?”, ucapnya sambil menutupi dadanya. Lha?? Kok malah dia yang khawatir?? Mestinya kan aku yang khwatir!! (=.=’)

Sampai di kamar, kami langsung tidur-tiduran di kasur masing-masing. Humm, tanganku mulai iseng lagi.. (^^)v Dan yang jadi targetku sekarang adalah Sungmin yang sedang membalas SMS.

*hahahaha, lucu kan?? Nahh, kalian udah mengerti kenapa aku milih Sungmin sebagai roommate ku??*

Aku memperhatikan hasil jepretanku barusan. Uhhm, ada 1 pertanyaan yang dari dulu ingin aku tanyakan pada Sungmin.

“Oppa”, panggilku pada Sungmin. Sungmin menoleh sebentar ke arahku.

“Ada apa?”, tanyanya sambil menatap mataku.

“Oppa ituu cowok ‘kan??”, tanyaku hati hati. Sungmin mengangkat alisnya sejenak. Sepertinya ia merasa bahwa itu adalah pertanyaan terbodoh sedunia. “Habisnya, wajah Oppa manis banget. Bulu mata Oppa lentik. Bibir Oppa merah. Kulit Oppa putiiih bersih. Oppa cewek yang pura-pura jadi cowok ya? Biar bisa gabung sama SuJu??”, tanyaku lagi.

Sungmin hanya menyeringai aneh. “Mau tahu jawabannya??”, ucap Sungmin sambil menatap aneh padaku. “Mau bukti??”

“NGGAK MAUUUUU!!!!!”, teriakku sambil bersembunyi di balik selimut. “IYA, OPPA TUH COWOK!! NGGAK USAH BUKTI’IN APA-APA!!!”, teriakku masih takut.

TUHAN!!! Kenapa kau ciptakan cowok ganteng berhati malaikat tapi berotak mesum seperti mereka????

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

Pagi harinya, aku, Heechul, Eunhyuk, Donghae, Sungmin, Yesung dan Leeteuk memutuskan untuk shopping ke Pasar Kebudayaan di Malibu ini. Sedangkan member yang lainnya langsung pergi ke pantai.

Huhh, untunglah kami sedang berada di Malibu. Jadi, aku nggak perlu repot menyiapkan segala perlengkapan menyamar untuk mereka semua, karena kemungkinan ELF yang ada di Malibu tuh nggak terlalu ekstrim. Paling mereka hanya sekedar minta tanda tangan dan foto saja. Nggak mungkin ada paparazzi kan disini?? Bayangkan saja kalau kami berada di Korea dan sekitarnya tanpa persiapan menyamar, bisa-bisa mereka ber 13 langsung diculik oleh para ELF. (=.=)7

Waktu kami akan keluar pun, aku masih sempatnya memotret mereka semua. Yayayaya, nggak boleh ada satu momentpun yang terlewatkan. (^^,)

“Oppa, mana gayanyaaa??”, ucapku saat mulai memotret Eunhyuk, Yesung dan Donghae. Gaya gokil mereka?? Ini dia…

Tapi alih alih senang, aku malah menggelengkan kepala bingung saat melihat penampilan mereka bertiga. “Oppa!!! Kita ini mau ke pasar, bukan mau ke Golden Disk Award. Ngapain bajunya mesti se’formal inii???”, ucapku gemas saat melihat mereka bertiga yang memakai baju seformal itu. Masa ke pasar mesti pakai jas dan dasi segala???

“Ehh, yang namanya superstar tuh kan mesti prima di setiap kondisi dan keadaan, Nara”, ucap Yesung cuek sambil menata rambutnya. “Jadi kita mesti berpenampilan menarik di manapun”, tambah Eunhyuk.

Aku hanya mengangguk tak peduli. Yaah, terserah mereka deh.

Tapi tiba-tiba Donghae menepuk pundakku. “Nara, kira-kira di pasar nanti bakal ramai, nggak?”, tanya Donghae. Aku mengangguk yakin.

“Pasti ramai dong, Oppa. Namanya juga pasar”, jelasku. Donghae mengangguk mengerti.

“Ya sudah, aku ganti baju aja deh. Sebenarnya jas ini bikin pengap. Panas pula!!”, ucapnya sambil beranjak ke kamarnya. Tak lama kemudian, dia keluar dengan kaus putih, jaket kotak kotak dan celana panjang. Yah, lumayanlah. =)

Berikutnya Leeteuk, Hankyung dan Heechul juga telah keluar dengan pakaian yang nggak kalah ‘’wah’’ nya dengan pakaian Eunhyuk dan Yesung. Ya sudahlah, terserah mereka!

Terakhir, Sungmin keluar dengan memakain kaus putih dan cardigan abu abu. Yaah, baguslah kali ini dia nggak memakai apapun aksesoris yang bercorak pink, kalau iya, bisa bisa nanti aku menganggapnya cewek lagi. (=.=)

Akhirnya kami sampai di pasar Kebudayaan. Wuiiiiihh, rame bangettt!! Aku sampai mesti memegang erat tangan Leeteuk, kalau nggak, bisa-bisa aku terseret ke desakan pengunjung ini.

“Gimana Oppa? Masih mau masuk??”, tanyaku agak berteriak pada mereka ber 7. Arrgh, gaduh sekali di siniiii!!! Kini bukan hanya tanganku yang digenggam erat oleh Leeteuk, tapi juga oleh Hankyung yang sepertinya agak ‘takut’ dengan kerumunan orang ini.

“Pokoknya kita mesti masukkkk!!!!”, teriak Heechul sambil menarik kami ber 7. “Demi semua barang yang berkualitas tapi murah, demi semua barang yang lagi diskon, POKOKNYA KITA MESTI MASSSUUUKKK!!!!”, teriaknya lagi.

“ARRRGGH, OPPA!!! AKU LEBIH SAYANG SAMA NYAWAKU!!!”, teriakku pada Heechul yang masih berusaha mencari celah diantara para pengunjung lainnya.

Kekuatan shoppaholic yang mengerikan.

n.b : tadinya aku mau foto kerumunan orang di pasar itu, tapi nggak bisa! Kedua tanganku ‘kan lagi digenggam oleh Hankyung dan Leeteuk. Jadi, mianhae, aku nggak bisa nunjukin foto pas Heechul lagi ‘berjuang’ di pasar. (^/\^)

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

Huuufft, akhirnya kami bisa selamat dari kerumunan pengunjung itu. Aku kira kami semua akan mati kehabisan nafas atau mati terinjak-injak!! (>.<)

“Huaah, Hyung! Kau memang hebat!!”, ucap Sungmin sambil memeluk Heechul kagum. Heechul yang masih ngos-ngos’an hanya bisa mengangguk pelan.

“Sekarang, ayo kita Shopping!!!!!!”, teriak Donghae semangat. Anehh, bagaimana bisa dia masih semangat setelah ‘perjuangan’ barusan???

“Nara, ayo ikut kami!!”, ucap Eunhyuk sambil menarik tanganku ke rombongan Leeteuk, Donghae, Sungmin, dan Yesung.

“Tapi, gimana sama Heechul Oppa dan Hankyung Oppa?? Masa ditinggalin gitu aja??”, tanyaku cemas.

“Tenanggg, kan ada handphone. Tinggal telefon aja”, ucap Yesung mencoba menenangkanku. Aku mengangguk pelan.

“Jadi kita mau ke mana??”, tanyaku pada mereka ber 5. Mereka langsung menunjuk ke satu arah.

PET SHOP??

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

“Oppa, kalau Cuma ke pet shop sih, di deket dorm juga ada!! Ngapain jauh jauh mesti ke Malibu kalau akhirnya Cuma ke pet shop aja??”, protesku pada mereka berlima. Tapi mereka berlima seakan tak mempedulikanku. (>0<) Seballl!!!!

Eunhyuk dan Leeteuk langsung beranjak ke arah stand aksesoris. Sedangkan Yesung langsung berderap ke stand “all about turtle” (yahh, pasti dia mau beli sesuatu untuk kura-kuranya.. =.=)

Aku hanya berjalan mengikuti Donghae dan Sungmin yang sepertinya syik melihat dan bermain bersama anjing di sekitar kami.

“Nara, jangan cemberut gitu. Coba aja dinikmati dulu pet shop ini. Setiap tempat punya kesan menariknya masing-masing kok”, ucap Donghae mencoba menghiburku yang sedari tadi masih manyun.
Uhhm, mungkin saja omongannya itu benar. Yasudahlah, lagian nggak ada untungnya cemberut seperti ini. =). Aku tersenyum simpul mendengar ucapan Donghae. Donghae balas tersenyum sambil mencubit pipiku pelan. “Nah, gitu dong. Itu baru Nara yang kukenal. Selalu tersenyum dan ceria”, ucapnya lagi.

“Eh, foto aku dong, Nara!! Anjingnya lucu nih”, ucap Sungmin sambil menggendong anjing mungil disampingnya. Aku mengangguk mengerti.

“Eh, Donghae Oppa juga ikutan dong”, aku menyuruh Donghae untuk ikut bergabung bersama Sungmin. Kebetulan saat itu Donghae juga sedang menggendong anjing.

Donghae mengerti dan berjalan ke samping Sungmin. “Eh, fotonya dibikin efek Sephia dong! Biar bagus gitu”, tambah Donghae. Aku mengangguk.

“1, 2, 3,…”

CKREK!!!!

*kyaaaa, lucu bangetttt!!!!*

“Nara, sini!!!” panggil Leeteuk tak jauh dari tempatku berada. Aku berjalan menghampirinya.

“Ada apa, Oppa?”, tanyaku bingung.

“Mau lihat binatang spesies terbaru nggak??”, tanya Leeteuk dengan pandangan yang mencurigakan. Hmm, ada apa dibalik semua iniii??

“Binatang spesies terbaru?”, ucapku heran. “Apaan sih, Oppa??”.

Leeteuk berdehem sejenak sambil membetulkan dasinya. “Ehemm.. saya persembahkan, binatang spesies terbaru : Monyet blasteran kelinci!!!!!”, ucapnya sambil menunjuk ke arah jendela. Tiba-tiba di balik gorden toko, Eunhyuk keluar dengan memakai topeng gigi kelinci!!!! Kyahahahaha, aku mengerti sekarang. Si Monyet, Eunhyuk Oppa, memakai topeng seperti itu. Memang seperti binatang spesies baru!!!! *(^^)*

Hahahahaha, kalian nggak perlu bingung membayangkannya. Aku sudah memotret Eunhyuk waktu itu kok. (Heheheheehe, aduuh..jadi nggak bisa berhenti ketawa kalau lihat foto ini!!) XD*

*Salah satu jenis binatang yang mesti kita budayakan!! Kyahahaha..*

Setelah memotret Eunhyuk, aku tertarik dengan aksesoris beruang yang ada di sampingku. “Oppa, coba pake yang ini deh. Pasti lucu”, ucapku seraya memberikan 2 aksesoris itu.

Dan hasilnya :

*2 beruang gila dan mesum telah mucul.. berhati-hatilah!! Kyahahahaha..*

“Ommo, kalian lagi ngapain??”, tanya Sungmin sambil masih tetap menggendong anjing tadi. Huuh, dua duanya sama sama imutt!!! *jadi itu sama aja Sungmin mirip anjing itu ya?? XD*

Aku hanya nyengir mendengar omongan Sungmin. Tapi Leeteuk malah berjalan mendekati Sungmin. “Sungmin-a, aku pinjam anjingnya sebentar”, pinta Leeteuk. Sungmin menolak tegas.

“Andwae!! Hyung cari aja yang lain, kan masih ada banyak disana”, ucap Sungmin sambil menunjuk ke arah tempat anjing yang lainnya sedang bermain riang. Leeteuk menatapku seperti yang sedang memminta bantuan untuk membujuk Sungmin.

“Ayolah , Oppa. Pinjamkan aja sebentar. Boleh ya??”, rujukku pada Sungmin. Sungmin ragu sejenak, tapi akhirnya dia memberikan anjing itu pada Leeteuk.

“Hahahahahaha”, Leeteuk tertawa dengan nada khasnya. Sepertinya ia sangat senang dengan anjing itu. Huum, sweet moment nih..

CKREK!!

*KIYOPTA!!!! =9*

“Hyung, seharusnya kau menggendong bayi, bukannya menggendong anjing”, ucap Donghae yang tiba-tiba datang. Leeteuk tersenyum sekilas mendengar omongan Donghae.

“Ya, nanti aku bakal nikah kok. Tapi aku harus nunggu Nara sampai usia 20 tahun dulu. Kan usia minimum untuk nikah tuh 20 tahun. Iya kan, Nara??”, tanya Leeteuk sambil tersenyum manis tapi menyeramkan bagiku.

“Oppa!!! Apa maksudnyaaa??”, tanyaku sambil menutup wajahku dengan aksesoris beruang barusan.

“Kan aku mau nikahnya sama kamu”, ucap Leeteuk sambil tetap menggendong anjing itu. “Anggap aja ini anak kita”, ucapnya lagi sambil menunjuk anjing yang digendongnya. “Lihat, keluarga bahagia kan??”, tanya Leeteuk pada Donghae, Sungmin, dan Eunhyuk.

Sungmin menggeleng menjawab pertanyaan Leeteuk. “Mianhae, hyung.. Tapi aku bakal tunangan sama Nara saat umurnya 19 tahun. Jadi hyung kalah cepat daripada aku!!”, ucap Sungmin sambil menarik tanganku dan berdiri disisinya. “Iya kan, Nara??”, tanya Sungmin sambil mendekatkan wajahnya padaku.

NGGGAAAKKK!!!!!

“Hyung, mianhae, tapi aku bakal pacaran sama Nara saat usianya 18 tahun. Hyung berdua kalahh cepaaatt!!!”, ucap Donghae sambil memeletkan lidahnya pada Sungmin dan Leeteuk dan menggenggam tanganku erat.

KYAAA!!! APA-APAAN SIH INII???

Tapi akhirnya, Eunhyuk langsung menarik tubuhku ke sisinya, dan berkata, “Hyung, sebelum kami berdua dilahirkan, kami sudah ditakdirkan untuk bersama!!!”, ucapnya dengan nada dramatis. Alih-alih deg-deg’an atau malu, aku malah tertawa terbahak-bahak mendengar omongan Eunhyuk.

Yesung yang baru datang dari stand kura-kura, hanya bisa bingung melihat kami yang masih tertawa. “Kalian kenapa, sih???”
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

Setelah membeli beberapa aksesoris, kami berjalan keluar Pet Shop. Uggh, kerumunan pengunjung sudah menyeruak di depan mata kami.

“Life couldnt get better..”, handphoneku berdering. Nama Heechul terpampang di layar handphoneku.

“Yebseo??”, sapaku dengan agak berteriak. Suasananya kembali gaduh!!! “Oppa, ada apa??”

“Ya, kalian ada dimana?? Tega banget ninggalin aku bersama si koko’ Cina ini??”, sungut Heechul. Kedengarannya ia sedang sebal.

“Kami ada di Pet Shop, oppa. Oppa kesini aja ya??”, ucapku sambil menjauh dari Leeteuk dan yang lainnya untuk mencari ruang yang agak sepi. Tapi nggak ada, disini mulai penuh sesak!!!! =(

“@@#%$^(^%#@”, ucap Heechul dari seberang sana. Aduuh, dia ngomong apa?? Nggak terdengar jelas.

“Oppa, ngomong apa?? Oppa?? Yebseo, Oppa???”, teriakku cukup kencang.

TUUT..TUUT..TUUT..

“Yaah, kok malah putus???”, ucapku kecewa. Aku bergerak kembali ke tempat Leeteuk dan yang lainnya. Tapi, arrgh, kok bisa jadi penuh sesak begini??? Kemana yang lainnya?? Sialann, aku jadi terjebak di lautan manusia ini!!

“Uggh, telpon yang lainnya aja”, ucapku seraya mengambil hanphone dari dalam saku. Arrrggh, kenapa baterai nya bisa habis di saat genting seperti ini??? Aku malah jadi makin terseret ke tengah kerumunan pengunjung pasar ini. Nafasku sesak!! Kepalaku pusing!!

“Nara!!”, ucap sebuah suara dan tanganku telah ditarik oleh seseorang. Aku sama sekali belum menyadari apa-apa, sampai akhirnya aku terbebas dari kerumunan itu. Nafasku masih tersengal-sengal karena kejadian barusan.

“Nara, kamu nggak apa-apa??”, tanya suara barusan. Aku mengangkat kepalaku dan kulihat senyuman itu telah tersirat di wajahnya, biarpun aura kecemasan tetap saja terasa di senyumannya itu.

“Kibum Oppa??”

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

Setelah kejadian itu, Kibum mengajakku ke kafe di luar pasar kebudayaan itu. Selama perjalanan keluar, Kibum selalu menggenggam erat tanganku. Sepertinya dia tak ingin aku terjebak lagi di lingkaran kematian itu. (>///<)

“Kok oppa bisa ada disini?? Bukannya tadi katanya mau ke pantai??”, tanyaku sambil mengaduk teh hangat yang ada di hadapanku saat kami sudah berada di kafe. Huuft, syukurlah suasana di sini tidak seramai di pasar barusan.

Kibum lagi-lagi hanya tersenyum manis. “Aku ada disini, buat nolongin kamu”, ucapnya sambil menatapku dalamm sekali. (>0<)

“Oppa, jangan bercanda! Aku serius”, ucapku sambil merengut sebal. Lama-lama aku bosan kalau dikerjai terus oleh mereka.

Kini ia tertawa renyah. “Iya, iya.. tadi aku ditelfon Leeteuk hyung, katanya dia ada perlu denganku. Jadi aku datang kesini, dan kebetulan menolongmu”, ucapnya sambil menopang dagunya dan menatapku lagi.

Aiiishh!!! Aku paling nggak tahan dengan tatapan dan senyuman Kibum!!! X(

CKREK!!! (tapi aku tetap masih sempat memotret ekspresinya itu.. Lumayan buat jadi pengantar sebelum tidur. =D )

*kyaaa!!! Si pangeran ‘pembunuh’ dengan senyuman mautnya!!!! (>//<)*

Tiba-tiba handphone Kibum berdering. “Yebseo??”, sapa Kibum. “Nara?? Ada di sini kok, hyung. Dia sedang minum teh di kafe bersamaku”, ucapnya lagi.

Hmm, pasti itu salah satu dari mereka ber7. =)

Setelah mengobrol beberapa saat, Kibum menutup telfonnya dan memandangku lagi. (Aishh, apa dia nggak ada kerjaan lain selain memandangiku terus??)

“Mereka bilang, mereka akan segera ke sini”, ucapnya pelan. Aku mengangguk mengerti. Aku masih salting gara-gara dipandangi terus-terusan oleh Kibum!!! Kyaaa, Jinki, Jinki, Jinki, tolonggg aku!!

Tak ada yang memulai pembicaraan selama beberapa saat, tapi akhirnya Kibum lah yang memulai percakapan.
“Nara, gimana jadinya kalau SuJu Cuma tinggal 12 orang?”, tanya Kibum padaku.

HAH?

“Maksud Oppa apa??”, tanyaku balik. Kibum menghela nafas sejenak. Ia mengaduk kopinya lama.

“Kalau aku nggak ada lagi di SuJu, bagaimana pendapatmu??”, tanyanya lagi.

“Kalau Oppa nggak ada di SuJu dan SuJu tinggal 12 orang, itu bukanlah Super Junior”, ucapku tanpa memandang Kibum.

Apa-apaan maksud pertanyaan ini?? Aku nggak pernah membayangkan kalau SuJu hanya terdiri dari 12 member saja, dan saat Kibum menanyakan hal ini, tiba-tiba aku ingin menangis.

“Dan aku selalu ingin Super Junior tetap 13 member”, ucapku pelan. Mataku mulai panas. Siall, jangan nangis di siniii!!! “Aku nggak pernah mau dan nggak akan pernah ngebayangin bahwa Super Junior akan berkurang atau bertambah. Bukankah kalian itu satu?”, tambahku lagi. Kibum hanya diam menatap gelas kopi yang ada di hadapannya.

“Tapi, aku nggak punya kemampuan apa-apa. Aku nggak jago nyanyi seperti Kyuhyun, Ryeowook hyung, Yesung hyung atau Sungmin hyung. Aku nggak jago bikin lagu seperti Leeteuk hyung. Aku nggak multitalented seperti Heechul Hyung. Aku nggak jago dance seperti Eunhyuk hyung, Donghae hyung atau Hankyung hyung. Aku nggak….”, ucapan Kibum terhenti. Aku mengangkat wajahku dan kulihat Kibum hanya tertawa miris. “Aku bukan apa-apa dibandingkan mereka”, lanjutnya lagi. Wajahnya seperti yang menyimpan sebuah kekecewaan yang sangat dalam.

“Oppa tahu?”, ucapanku membuat Kibum langsung berkonsentrasi padaku. “Bagiku, saat yang membuat kalian kelihatan sangat berkilau adalah saat kalian tampil di atas panggung, dengan 13 member, sebagai Super Junior”. “Jika kalian ber 13 ada di atas panggung, kami nggak lagi menyebut Yesung, Leeteuk, Kyuhyun, Sungmin, atau Donghae, yang kami selalu sebut saat kalian tampil ber 13 adalah Super Junior”, jelasku pada Kibum. Dari pancaran matanya, sepertinya Kibum masih menginginkan alasan yang lebih.

“Jadi, aku mohon, Oppa jangan pernah lagi untuk membandingkan diri Oppa dengan member yang lainnya. Super Junior adalah bintang yang berkilau dan Oppa adalah bagian dari kilauan itu. Nggak peduli seberapa terangnya kilauan itu, tapi kalau salah satu dari kilauan itu nggak ada, tetap saja kilauan itu akan tetap kelihatan berbeda. Nggak akan pernah sama”, ucapku sambil menggenggam tangan Kibum. “Member yang lain juga pasti berpikiran sama sepertiku”.

Kibum tersenyum dan membalas genggamanku. “Gomawo, Nara”, ucapnya sambil mengelus rambutku sayang. “Mungkin ucapanmu benar. Aku hanya mesti lebih berusaha menjadi lebih baik, suapaya tidak kalah dengan member lainnya. Dan berusaha untuk membuat kilauan itu menjadi makin bersinar”.

Aku mengangguk mendengar ucapan Kibum. Kibum masih mengucapkan terima kasih padaku, sepertinya ia memang butuh pencerahan untuk hal ini. (^/\^).

Tak beberapa lama kemudian, mereka ber 7 datang dengan nafas ngos-ngos’an. Hahahaha, pasti mereka habis bertarung untuk keluar dari kerumunan itu.

“Istriku, Kau membuatku khawatir!!!”, ucap Leeteuk sambil memelukku. “Aku kira kau sudah mati! Kalau kau mati, nanti siapa yang akan merawat anak kita ini??”, tambahnya lagi sambil menunjuk anjing yang sedang dipegang Yesung. Yesung yang kebingungan hanya bisa mengangkat alisnya heran.

“Sejak kapan kalian jadi suami istri dan punya anak??”, tanya Yesung dengan wajah polosnya. Aku hanya terkekeh saat melihat wajah bingung Yesung.

Aku menoleh ke arah Kibum, dia masih tersenyum ke arahku dengan senyuman khasnya. Aku balas tersenyum ke arahnya. Ya, aku selalu berharap bahwa Super Junior tak akan pernah kehilangan senyuman manis itu, untuk alasan apapun. (^^,)

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

Saat kami kembali ke losmen, para member yang pergi ke pantai telah duluan tiba di rumah. Hahahaha, baru beberapa jam mereka ke pantai, tapi aku sudah merasa kulit mereka menjadi agak kecoklatan.😄

Heechul, Hankyung, Donghae dan Leeteuk langsung membongkar belanjaan mereka. Aku yang nggak sempat membeli apapun, hanya bisa menatap mereka iri. Huh, padahal kan niat awalku pergi ke pasar itu untuk memborong barang barang bagus. Tapi kini malah aku yang nggak kebagian apa-apa.
=(

“Oppa, beli apa aja??”, tanyaku sambil menghampiri Heechul dan Hankyung. Mereka berdua hanya menyeringai aneh dan langsung mengeluarkan belanjaannya yang pertama.

“JENG JENG JENG!!!!”, ucap mereka berdua berbarengan. Aku langsung tertawa terbahak saat melihat belanjaan mereka berdua. Mereka berdua membeli kacamata yang super duper aneh banget!!!!

Penasaran?? Ini dia kacamatanya Heechul..

*aku nggak yakin dia berani pake kacamata itu diluar dorm..😄, dasar fashion terrorist!!!*

Kalo Hankyung?? Hahahahaha, liat aja dan simpulkan jawabannya sendiri..

*ternyata dia nggak sejaim yang kubayangkan!!! =p*

“Bagus kan, Nara??”, tanya Hankyung semangat. Aku hanya tersenyum garing.

“Hahahaha, kamu nyesel kan nggak ikut belanja bareng kita??”, ucap Heechul sambil membanggakan kacamatanya. Lagi lagi aku hanya tersenyum garing. Sebenarnya aku bersyukur nggak ikut belanja bareng mereka. Nanti bisa-bisa aku ikut-ikutan jadi fashion terrorist. =p

Aku beralih menghampiri Donghae dan Leeteuk yang masih membuka barang belanjaannya.

“Kalau oppa beli apa???”, tanyaku pada Donghae. Donghae langsung mengangkat barang belanjaannya.

*wuaaa, sepatunya lucuuu!!!*

“Oppa, lucu banget sepatunya?? Kok nggak ngajak aku sih?? Aku kan juga mau beli sepatu kayak gituuu..”, aku merajuk pada Donghae. Donghae hanya mengangkat bahunya tapi langsung melemparkan sepatu itu padaku.

“Aku beli sepatu itu buat kamu kok”, ucapnya santai dan mulai memberikan belanjaannya yang lain pada member lainnya.

Aku langsung memeluk Donghae erat. “Oppa, saranghae!!!!”, ucapku senang. Donghae hanya tersenyum sambil mengelus rambutku lagi. “Aku terima Oppa buat jadi suamiku deh!”, ucapku asal-asalan karena terlalu senang.

Tapi tiba tiba Leeteuk datang dengan wajah cemberut, “Nara, kamu itu istriku!! Mau selingkuh, hah??”, tanyanya sambil melemparkan sebuah plastik padaku. Aku menangkap plastik itu dengan sigap.

“Apaan nih, oppa?”, tanyaku bingung. Leeteuk menjawab singkat, “Buka aja”

Aku membuka plastik itu hati hati, siapa tahu ‘kan kalau Leeteuk memberiku barang yang berbahaya. Bom mungkin. (>0<)

Tapi ternyata di dalam plastik itu ada sebuah baju yang motifnya sama persis dengan baju yang dipakai oleh Leeteuk saat ini. Baju yang bertuliskan “Enjoy in Malibu Beach”.

“Kita kan suami istri, jadi mesti punya barang khusus yang kembaran kan??”, ucapnya lagi sambil tersenyum nakal. Aku langsung memeluk Leeteuk senang.

“Oppa juga aku terima jadi suami ke 2 ku deh!!”, ucapku senang. =)

Leeteuk menjitak kepalaku. “Nggak sopan!! Masa aku dijadiin suami ke 2??”, ucapnya sambil manyun. Aku hanya tertawa senang. “Yaudah, ganti bajunya sana. Baju kamu udah basah gara-gara keringet tuh”, tambah Leeteuk. Aku mengangguk paham.

Uhm, aniwei, mau tahu motif baju ‘kembar’ kami berdua???

*Yah, seperti inilah bajunya.. sederhana tapi sangat berharga!!! (^^)*

Setelah kami sibuk dengan pembagian oleh oleh dari pasar kebudayaan, kami memutuskan untuk pergi ke kafe untuk mencari makan malam. Karena aku yang capek dan Ryeowook yang sepertinya sedang malas ngapa-ngapain, kami terpaksa makan malam di luar.

“Uhhm, sekarang pergi ke mana?”, tanyaku bingung. Di sekitar losmen tempat kami menginap memang cukup sepi, dan hanya ada sebuah kafe kopi (semacam Starbucks). Yaah, daripada kami kelaparan di rumah, lebih baik makan di situ saja.

“Nara, ke situ yuk?”, ucap Siwon sambil menarikku menjauh dari para member dan menunjuk ke sebuah fotobox yang terletak di seberang kafe. Waah, kenapa tiba-tiba dia mengajakku ke fotobox??

“Ngapain Oppa?”,tanyaku polos. Siwon memandangku dengan gemas.

“Nara, itu kan namanya fotobox, ya buat foto foto dong”, ucapnya gemas. Aku tersenyum geje. “Mau nggak?”

Hahahaha, pertanyaan yang nggak perlu dijawab!! Aku pasti mau!!!

Dan, setelah beberapa pose yang cukup ‘sensasional’, inilah hasil foto ku dengan Siwon…

*Kyyaaaa!!! Para ELF, jangan bunuh akuuu!!! (>0<)*

Setelah kembali dari fotobox, aku langsung bergabung dengan member lainnya.

Huumph,ini hari terakhir di Malibu, jadi aku mesti foto semua moment di sinii..
=))

Semua member sedang asyik meminum kopinya masing masing, dan posenya juga keren keren lohh..
=D

Mau lihat???

*uhm, kayaknya kopi yang diminum Donghae enak banget. Apa sih namanya???*

*tumben banget Sungmin bisa cool kayak gini?? Tuh kan, apa kubilang?? Sungmin ini hemaprodhit, jadi cewek bisa, jadi cowok juga bisa!!! (^^)7*

*lagi lagi aku baru sadar kalo Eunhyuk itu imutt!!! (>..<)*

uhhmp, nggak lupa..
aku juga foto yang lainnya..
=)

*huum,Kyuhyun itu imut ya?? (lagi lagi baru sadar!! kyahahahaha..)*

*uhhm, aku jadi sedih kalau ingat obrolanku di kafe dengan Kibum tadi.. =(*

Dan aku menyadari, bahwa aku tak akan bisa hidup tanpa mereka ber 13..

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

Keesokan harinya, kami telah bersiap untuk kembali ke Korea. Yahh, kembali menjalani rutinitas sebagai superstar tentunya.

“Oppa, pasport dan tiketnya nggak ketinggalan kan??”, tanyaku pada para member yang telah bersiap untuk berangkat. Leeteuk langsung mengangkat pasport dan tiket itu tinggi tinggi. Aku mengangguk mengiyakan. Jangan sampai kejadian yang dulu terulang lagi. (>0<)

“Oke, berarti nggak ada yang ketinggalan kan??”, tanyaku lagi. Mereka tak menjawab, sibuk dengan tindakannya masing masing. Heechul dan Kyuhyun bahkan masih bisa berfoto foto ria. =p

Uggh, Donghae dan Eunhyuk ikut ikutan pula..

“Ya sudah, ayo berangkat semuanya!!”, ucapku sambil memanggil mereka semuanya untuk segera masuk ke mobil yang akan mengantarkan kami ke bandara. Mereka masuk dengan patuh. =)

Dan untuk terakhir kalinya, aku masih sempat sempatnya memotret Siwon yang beranjak masuk ke mobil.. *mungkin ini foto terakhir dari perjalanan ini. Tapi hasil fotonya keren kok!!!*

*melting.. melting!!!! =D*

“Ok, ayo berangkat pak”, ucapku pada supir bis ini. Supir itu mengangguk mengerti.

Saat mobil mulai berjalan, aku mulai mengabsen para member, uhmmp..

“Leeteuk Oppa?”

“Ada”, jawab Leeteuk. Aku mencontreng nama Leeteuk.

“Heechul Oppa?”

“Paling ganteng!!”, ucap Heechul santai. Uggh, rasanya aku ingin melemparkan pensil ini ke mukanya!!

“Hankyung Oppa?”

“Hmmm..”, gumam Hankyung sambil terkantuk kantuk.

“Yesung Oppa?”

“Paling cute!!”, ucap Yesung sama santainya seperti Heechul. Aku hanya bisa mengelus dada. Sabaar Naraa!!

“KangIn Oppa?”

“no 1 korean handsome guy!!!!”, jawabnya semangat. Yayayayaya, whatever you say.

“Sungmin Oppa?”

“apa?”, tanya Sungmin sambil masih memoleskan bedak ke pipinya. Ya ampuuunnn!!!

“Shindong Oppa?”

“Awwha!!”, ucapnya dengan mulut yang penuh makanan. Tuhannn, tabahkanlah diriku!!

“Ryeowook Oppa??”

Siiing, heninggg…

“Ryeowook Oppa??”

Deg!! Perasaanku tidak enak!!

‘Life couldnt get better’, handphoneku mulai berdering. “Yebseo???”, sapaku

“NARA!!! KOK AKU DITINGGALIN???”

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

“Huahahahahaah!! Masa Ryeowook hyung bisa ketinggalan gitu sih, noona? Kasian banget”, ucap Taemin sambil tertawa terbahak. Aku mengangkat bahu sambil tersenyum.

“Aku kira kehidupan noona tuh sempurna. Tapi ternyata nggak”, tambahnya lagi. Aku mengangguk mengiyakan.

“Nggak selamanya yang terlihat dari luarnya bagus tapi dalamnya juga bagus”, ucapku lagi. Taemin mengangguk paham. “Udah ya? Sekarang kamu tidur dulu. Istirahat, biar cepet sembuh’, ucapku sambil mengelus kepala Taemin. Ia tersenyum lembut.

Aku beranjak berdiri untuk membereskan bungkus snack yang berserakan. “Noona”, panggil Taemin. Aku menoleh ke arah Taemin. “Aku berharap noona bisa jadi bagian dari dorm ini. Dorm SHINee”, ucapnya lagi. Aku mendekati Taemin perlahan.

“Makasih ya”, ucapku sambil mengelus kepalanya lagi. “Sekarang kamu mesti tidur. Ok??”, ucapku. Taemin mengangguk dan mulai memejamkan matanya.

Uhhmp, ternyata jadi baby sitter itu menyenangkan juga!!

ugly girl

Nara’s mind, 27 September 2009

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

=T.B.C=

BY : Icha_KyuRa

.: Diary Of Boys Sitter (DOBS) Chapt 5 :.

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

^^^^^^^^^^^^^^^^

“Jadi, sekarang kita minum obat dulu”, ucapku pada Taemin. Taemin hanya mengangguk singkat, berjalan menuju kamar dan langsung berbaring di kasurnya. (Mau lihat fotonya?? Yahh, kira kira sama seperti fotonya terdahulu. Kyahahahaha~~). Aku memegang kening Taemin. Hmmph, suhu badannya sudah tak terlalu panas.

“Tadi kata Minho obatnya ditaruh di kulkas ya?”, tanyaku. Taemin mengangguk lagi. Aku segera berdiri dan beranjak menuju dapur.

“Noona!”, ucapan Taemin menghentikan langkahku. Aku menoleh ke arah Taemin. “Aku boleh pinjam PMP punya noona, ya? PMP punyaku rusak”, ucapnya lagi dengan pandangan berbinar ala Shinchan. (Tau ‘kan? Jadi ada sparkling nya gitu.. ^^) Aku mengangguk sambil tersenyum simpul.

“Ambil aja di tas noona. Di saku paling luar”, ucapku sambil menunjuk ke arah tasku di atas meja. Taemin mengangguk dan berjalan menuju meja belajar. Setelah itu, aku kembali berjalan menuju dapur untuk mengambil obat Taemin. Tapi saat aku mengambil plastik obat itu, aku jadi kagett setengahh matiii!!!! Masa di plastik itu ada tulisan “SHINee jjang!!!” dan “SHINee forever!!”. Bahkan ada cap bibirnya segala. (=.=) Ya ampunn, pasti ini perbuatan dokter gila itu!
“NARA NOONA!!! APA-APAAN NIIH?”, teriak Taemin dari kamar. “PMP nya ada gambar begituannn!!!!”

HAH? Gambar begituan? Apaan tuh?

Aku segera berderap menuju kamar dan menghampiri Taemin yang sedang menutup matanya rapat rapat tetapi masih memegangi PMP ku. “Gambar begituan apaan?”, tanyaku penasaran. Taemin langsung menyerahkan PMP ku.

MWO?? GAMBAR APAAN NIHH?? KOK ADA GAMBAR CEWEK NAKED GINI???

“Hah? Nggak tau, Taemin. Sumpahh!! Noona nggak pernah ngumpulin gambar kayak gini kok”, ucapku grogi. Hyaaa!!! Bagaimana bisa ada gambar ini?? Ketahuan sama Taemin pula!! Image ku hancurrrrr!!!!

“Neorago.. Neorago”. Nama Eunhyuk terpampang di layar ponselku. Uhh, ada apa lagi kali ini?

“Yeebseo?”, sapaku agak kencang. Mungkin gara-gara masih grogi. =p “Ada apa Eunhyuk Oppa?”

“Nara, PMP punyaku tuh ketuker ama punyaku ya? Kok PMP punyaku ini isinya jadi foto Onew semua”, ucap Eunhyuk datar. Rasanya semua perasaanku udah campur aduk sekarang!!

“OPPA!!!!!! NGGAK MAU!! JELASIN KE TAEMIN SEKARANG JUGAAA!!! IMAGE AKU JADI HANCUR GARA-GARA OPPA!!!!”

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

Yahh, begitulah. Setelah Eunhyuk menjelaskan segalanya pada Taemin, Taemin langsung percaya lagi padaku. Huuft, untunglahh imageku sebagai noona yang baik tetap terjaga!! (^^)7

“Noona, nggak repot ngurusin 13 cowok sekaligus?”, tanya Taemin setelah Eunhyuk selesai menelfon kami. Aku menghela nafas sejenak.

“Repot. Repot banget malahan”, uacpku sambil membetulkan posisi dudukku sehingga kini aku berhadapan dengan Taemin. Taemin memperhatikan omonganku dengan seksama. Sepertinya dia sangat tertarik dengan ceritaku ini. “Tapi, dari repot itulah, noona bisa ngerasain gimana rasanya jadi dongsaeng, manager, pembantu sekaligus Umma buat mereka ber 13. Kesempatan yang langka banget kan?”.

Taemin mengangguk paham. “Terus, pasti noona punya pengalaman yang paling berharga kan selama bareng Suju Sunbae?”. (Kok aku malah ngerasa kalau aku lagi diwawancara ya?? Bukannya aku disini sebagai pengasuh Taemin?? =p )

Aku mengangguk. “Banyaak banget”, ucapku sambil menerawang. “Oh iya, tunggu dulu ya?”, ucapku sambil beranjak untuk mengambil handphoneku di meja. “Pengalaman noona yang paling berharga tuh, waktu kami lagi liburan ke Malibu”

Aku menunjukkan foto saat kami (aku dan para member Suju) sedang liburan. Ini dia salah satu fotonya..

Hmmm, ingatanku jadi kembali melayang ke kejadian itu..
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

“Nara, buruannnn!!!!!”, teriak Heechul dari dalam mobil. Klakson mobil juga sudah dibunyikan beberapa kali. Kelihatannya mereka sudah nggak sabar. Yahh, wajarlah, ini kan kesempatan langka. Kapan lagi pihak SM bakal kasih liburan untuk member Super Junior?? Yahh, biarpun hanya 2 hari, tapi yang penting mereka bisa melepaskan penat untuk sekejap. Kasihan kalau mereka terus-terusan dipaksa bekerja. =)

“Iyaaaaa, oppa! Sebentar lagii!!”, jawabku sambil memeriksa kembali semua kelengkapan dan segala hal di dorm. Gas udah dimatikan, semua pintu dan jendela sudah dikunci, pakaian sudah diangkat dari jemuran, lampu sudah di’set timer. OK!! Semua siaaappp!!!!

Aku segera beranjak menuju minibus yang telah terpakir di depan dorm. “Oke, Oppa!!! Ayo berangkat!!!”, seruku kencang dan dijawab oleh teriakan mereka pula. “SUMMER VACATIONNN!!!”

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

Sesampainya di bandara, kami langsung melangkah menuju deport keberangkatan. Pramugari di depan kami langsung menyapa dengan ramah, tapi raut kegirangan karena bisa bertemu para member SuJu masih bisa tertangkap jelas dari wajahnya. =p

“Permisi, boleh kami periksa pasport dan tiket’nya??”, tanya pramugari itu dengan senyum yang sangat di’manis’kan. Yayayaya, ada 13 member suju di depan matamu, jadi yahh wajar saja kalau dia Tebar Pesona seperti itu. =0

Leeteuk langsung menengadahkan tangannya pada Donghae. “Pasport dan tiketnya?”.

Donghae hanya mengangkat bahunya. “Kemarin aku titipin ke Eunhyuk. Kalau sama aku kan bisa kelupaan”. Siwon mengalihkan pandangannya ke Eunhyuk.

“Kemarin aku titipin ke Shindong”, ucap Eunhyuk sambil menunjuk Shindong. Shindong langsung menunjuk ke arah KangIn. Kangin menunjuk ke arah Sungmin. Sungmin ke arah Ryeowook dan Ryeowook ke arah Siwon. (Jyaah, berasa komentator sepak bola.. =9)

“Siwon?”, tanya Leeteuk. Siwon hanya bisa nyengir garing sambil menatap Leeteuk.

“Kayaknya pasport nya ketinggalan di meja makan”, ucapnya pelannnnnn sekali.

“SIWONNNN!!!!!”, teriak 12 cowok lainnya sambil mengacak rambut Siwon. “Pokoknya kamu mesti ngambil pasport itu lagi!! Nggak mau tahu!! Masa liburan kita gagal sih?”

Siwon mengangguk paham. “Oppa, aku temani, ya?”, tawarku pada Siwon. Ia hanya menggeleng sambil tersenyum dan segera berlari menuju minibus. Huuuft, untung saja minibus nya belum berangkat kembali ke dorm.

Aku kembali ke tempat para member lainnya berkumpul. Huump, jadi apa yang mesti kulakukan sekarang??

Yayayayaya, tanganku iseng untuk memotret para member lainnya. Dan yang jadi sasaran utamaku saat itu adalah Eunhyuk yang sedang tertidur di bangku. (>0<). Hahaaha, kok bisa sih dia tidur seperti itu? Humm, pasti dia capek sehabis siaran di SuKiRa tadi. Sabar ya, Oppa!

*imutt.. imuut.. =) hahahaha, aku baru sadar kalau Eunhyuk itu imut.. *

Uhhmp, motret siapa lagi ya? Uggh, pengennya sih motret Jinki (dia salah satu trainee di Sment. Kemarin aku bertemu dia di tempat training. Wajahnya imuut sekali. Aku kira dia baru 16-17 tahun, ehh ternyata sudah 19 tahun!! Wajah bisa menipu.. =p. Mau lihat fotonya nggak?)

*ini kuambil secara diam-diam. Kyahahahaha, imut kann?? =) *

Oh iya, ada 1 cowok lagi yang menarik perhatianku waktu itu. Aku juga melihatnya di tempat training. Orangnya lucuuu banget. Tapi agak pendiam gitu deh. Kalau nggak salah, namanya Choi Minho. Huuh, emangnya setiap orang yang marganya Choi tuh mesti pendiam ya? Siwon juga marganya Choi, dan dia agak pendiam. =( (berarti, aku nggak boleh kasih nama anakku dengan marga Choi.. Semoga saja marganya Lee.. =9 )

Waktu aku menanyakan soal Minho pada temanku, Sul Li (dia juga anggota training), katanya memang banyak yang suka pada Minho. Hummph, wajar saja. Wajahnya memang ganteng kok. Mau lihat orangnya??

*yahhh, ganteng.. ganteng.. =9*

=Cukup sekian tentang flashback memngingat 2 cowok itu=

Kembali ke bandara, dan aku masih bingung mesti motret siapa lagi. Masa aku Cuma motret Eunhyuk aja?

Aku segera berlari menuju Donghae yang sedang melihat jadwal keberangkatan. Sepertinya dia serius sekali.

“Oppa!!”, ucapku dan Donghae langsung menoleh ke arahku. CKREK!!!

*KYAAA!!! Wajahnya tetep gantengggg!!!!*

“Yahh, kok nggak bilang kalau mau fotoku? Nanti kan aku bisa kasih yang ekslusif”, ucap Donghae sambil manyun. =D *uggh, sebenarnya sih aku pengen potret pas dia lagi manyun, tapi nggak jadi deh! Nanti semua fans nya Donghae bakal kabur.. =)* Aku hanya tertawa ringan melihat tingkahnya.

Tak lama, handphone Donghae berdering. Uhm, sepertinya SMS. “Siapa Oppa? Jessica ya?”, tanyaku pada Donghae. (Jessica adalah pacar Donghae. Trainee nya Sment juga. Yahh, dia cantik siih, tapi aku merasa kurang ‘sreg’ dengannya, nggak tahu kenapa.).

Donghae menggeleng, “Jessica? Aku udah putus dari dia. Katanya sekarang dia lagi pacaran sama Jaejoong atau Yoochun. Yah, nggak tahu juga sih.”, ucapnya santai sambil membalas SMS yang masuk barusan. Hiyaaah, gilaaaa!!! Setelah sama Donghae, kini dia ganti ke Yoochun dan Jaejoong?? Waaah, apa iya dia secantik itu?? =(

“Emang Oppa putus ama dia udah berapa hari??”, tanyaku penasaran.

“Kemarin”, ucapnya santai lagi.

MWO?? KEMARIN BARU PUTUS DAN SEKARANG UDAH PUNYA PACARRRR??? Aku nggak tahu mesti kagum atau malah mesti sebal. Rasanya setengah setengah. Kagum karena dia berhasil mengambil hati Jaejoong atau Yoochun dalam waktu sehari. Sebal karena segampang itu melupakan Donghae. (=.=)7 *netral aja lah!*

Aku menepuk pundak Donghae. “Sabar ya, Oppa. Cewek nggak Cuma dia aja kok. Masih ada banyak cewek yang jauuuuuhhh lebih cantik daripada Jessica”, ucapku menghibur Donghae. Donghae menatap ke arahku dengan pandangan yang aneh.

“Kamu mau jadi pacarku?”, tanya Donghae dengan tatapan serius.

HAHHH??

“Ah, Oppa. Jangan bercanda!”, ucapku grogi tapi wajahku jadi memerah.

“Jadi kamu nggak suka aku?”, tanyanya lagi sambil mendekatkan wajahnya padaku. Hiyyaaa!!

“Aku… suka Oppa kok. Suka sebagai dongsaeng ke Oppa’nya. Tapii…”, ucapku sambil berjalan mundur karena makin lama, Donghae makin mendekatiku. Aduuh, gimana ini? Suka sih suka, tapi..

“Jawab aja, iya atau enggak”, ucapnya lagi sambil terus mendekatiku. DUKK!! Ehh, sialann!! Masa ada tembok dibelakangku?? Aku jadi nggak bisa menjauh lagi..

“Uhhmp, nggak.. Eh, Iya.. Oh, nggak jadi deh!! Eh, tapi aku mau”, ucapku ngejlimet. Acak-acakan. Huwaaa, apa yang harus kulakukan??

Donghae makin mendekatkan wajahnya dan tangannya mulai menyentuh pipiku. Matiiiilah akuu!!! Aku langsung menutup mata takut.

PLAK!!

Keningku mulai terasa sakit dan panas. Saat aku membuka mata, di depanku hanya terlihat Donghae yang sedang berusaha menahan tawa.

“BUWAHAAAAHAAHA!! Nara, kamu bodohhhh!!! Mana mungkin aku pacaran sama kamu? Kamu itu kan dongsaengku!!”, ucap Donghae sambil mengacak rambutku kencang. Yaah, jadi yang tadi Cuma bohongan ya?? Aku kira beneran. Uhhm, agak kecewa juga sih. Yaah, jujur saja, siapa sih yang nggak mau pacaran dengan DONGHAE??? =P

“OPPA JAHAATTT!!!!”, teriakku sambil melemparkan sepatuku ke arah Donghae yang telah lari duluan.

Uggh, seballl!!! =( Aku beranjak ke arah Hankyung yang sedari tadi hanya diam. “Oppa!!”

CKREK!!!

*Orang China terganteng yang pernah kulihat!! =9*

“Yaah, Oppa. Senyum sedikit dong.. Masa cemberut terus sih?”, pintaku pada Hankyung. Hankyung hanya tersenyum tiiiiipppiiiiisss sekali. Huuh, emang sih, tadi aku bilang senyum sedikit saja, tapi masa harus setipis itu?? Nggak seru, ah!

Kalau Sungmin?? Tumbennnnnn banget kali ini dia baca buku. Biasanya kan dia nggak pernah bisa lepas dari handphone nya. Waaaah, kejadian langka. Sekali seumur hidup mungkin. Kyahahahaha.. Wajib diabadikann!!

Karna penasaran, aku mulai menghampiri Sungmin. “Oppa, baca apa?”, tanyaku pelan. Tapi sepertinya Sungmin terlalu berkonsentrasi dan tidak mendengarku karena ia masih memakai earphone sambil mendengarkan musik. Aku berdiri sambil mencoba melihat judul buku itu. Aku pengen tau, buku apa sih yang bisa bikin Sungmin jadi kutu buku seperti sekarang?

Tapi ternyata saat aku membaca sampulnya, judulnya “44 trik kamasutra”. Kyyyyaaa!!!! Apa-apaan sih??

“Oppa, ngapain sih? Mesum!!! Gila !!! Pervert!! Anehhh!!!! Memalukaaaannn!! Masa baca buku begituan di bandara???”, aku memukuli Sungmin dengan bantal yang tadi dipeluk Eunhyuk. Sungmin yang sedang asyik membaca langsung kaget saat diserang oleh pukulan bantal dariku.

Tak beberapa lama kemudian, Siwon telah kembali dengan nafas yang terengah engah. Hahahahaha, diwaktu begini, aku masih saja sempat mengambil fotonya yang masih terengah engah

*tetep ganteng!!! >0< ya kan???*

Kami langsung bersorak gembira saat melihat Siwon yang datang sambil membawa pasport dan tiket kami ber 14. Yahh, akhirnya kami jadi berlibur juga ke Malibu!!! =)

“MALIBU!!! WE’RE COMING!!!!”.
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

“Terus, gimana noona??”, tanya Taemin makin penasaran. “Noona ngapain aja selama di Malibu?”

“Hmmm, lanjutin ceritanya nanti aja ya?? Kita makan dulu. Kamu juga laper kan??”, ucapku sambil mengelus perutku yang sudah protes minta diisi. Taemin mengangguk patuh.

Kok makin lama, aku malah merasa jadi baby sitter?? =(

Baby Sitter (just from now)

Nara’s mind, 26 Sep. 09
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

=T.B.C=

BY : Icha_On.U

Diary Of Boys Sistter (DOBS) chapt 4/13 [Edisi Special : SHINEE]

“Oppa, besok ada show di Inkigayo. Jam 3”, ucapku pada saat makan malam. Para member mengangguk sambil menggumam tak jelas. Henry dan ZhouMi juga ikut-ikutan mengangguk. Aneh!! Memangnya mereka mengerti apa yang kubicarakan? (=.=)

Yayayaya, keadaanku sudah semakin membaik semenjak insiden ‘’salah diagnosa’’ kemarin. Biarpun kadang-kadang masih sering pusing sih. Tapi untungnya Ryeowook setia membantu membereskan urusan rumah apabil aku mendadak pusing dan mesti beristirahat. (Itupun atas paksaan 13 member lainnya.. =D )

TING TONG!!

Ck, siapa pula yang datang kali ini??

“Oppa, jangan pilih pilih makanan!!”, ucapku pada SungMin dan Kyuhyun yang menyisihkan paprika milik mereka ke piring member lainnya. Sungmin dan Kyuhyun langsung mengkeret di bangkunya dan mengangguk takut.

Aku berjalan menuju pintu depan dengan tergesa karena bel barusan yang kini dibunyikan berkali-kali. Sepertinya tamu itu mulai tak sabar.

“Ya, tunggu sebenta…”, ucapanku terhenti saat melihat wajah dibalik pintu itu. Semuanya bagaikan de javu.

“Annyeong Haseyo, Nara Noona”, ucap mereka berlima kompak. (Aisssh, sepertinya mereka sudah dilatih untuk mengucapkan segalanya dengan kompak). Mereka berlima membawa bingkisan di masing-masing tangannya. Tapi mataku langsung tertuju ke satu arah, orang yang berada di pojok kiri!!!!!

BRRRAAKK!!!!

Pintu itu langsung kututup dengan kencang. Tak peduli bahwa aku belum mempersilakan mereka berlima masuk ke dalam ruangan. Aku segera berderap kembali menuju ruang makan. Para member menatap diriku dengan penuh keheranan.

“OPPA, AKU MIMISAN LAGI!!!”, ucapku membuat para member langsung kelimpungan berhamburan ke segala arah untuk menolongku yang mimisan (lagi?)

Kenapa Onew mesti dateng ke siniiiii??? (>..<)

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

^^^^^^^^^^^^^^^

“Kita denger kalo Nara Noona udah sembuh. Jadi kita pengen jenguk. Kan kemarin waktu Nara Noona sakit, kita belum sempet jenguk”, jelas Onew pada para member SuJu lainnya. Para member lainnya mengangguk.

Di dapur, aku masih deg-deg’an. Tanganku sampai gemetar saat mengaduk teh untuk mereka. Hal yang paling kutakutkan malah terjadi!!!!

Aku berjalan pelan menuju ruang tengah. Tapi tanganku masih saja gemetarrrr!!! Sampai-sampai baki yang kubawa jadi ikut bergetar. Aishh, tangan bodooh.. (>.<) Kenapa kamu nggak bisa diajak kompromiiiii??

“Nara Noona, sini aku bantuin!!”, ucap Onew dan Minho berbarengan. Mereka langsung berjalan menghampiriku.

GYAAAAA!!!!!

“NGGAKKK!!! JANGANN!!!”, teriak para member Suju sehingga membuat langkah Onew dan Minho terhenti.

“Kenapa, Hyung?”, tanya Jonghyun yang juga terkejut dengan teriakan 14 cowok itu, dan dijawab oleh cengengesan geje dari para member Suju.

Makasiih, Oppa!!! Kalian telah menyelamatkan nyawakuu.. *(^^)*

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

Beberapa puluh menit kemudian dilewati dengan obrolan tak jelas. Yang paling banyak bicara, siapa lagi kalau bukan Kangin. Si raja tega yang bahkan tega membongkar rahasia para member lainnya. Aku Cuma bisa berdoa, semoga Kangin nggak keceplosan menceritakan rahasiaku tentang Onew. Kalau sampai keceplosan, Sumpahhh.. aku bakal langsung terjun dari atap!!!!

“Hyung”, ucap Taemin pelan, “Aku ke kamar mandi dulu, ya?”, ucapnya lagi dan dijawab oleh anggukan Onew, Jonghyun, Key dan Minho.

Kok dia lemas begitu sih?? Biasanya kan dia paling semangat di SHINee.

“Nara Noona, kamar mandinya di mana?”, tanyanya lagi. Wajahnya benar-benar pucat. Ada apa sih?

“Ayo, kuantar”, ucapku sambil berdiri dan menepuk celanaku sebentar. Taemin juga ikut berdiri, tapi…

GUBRAAAKK!!!

“TAEMIINNNN”

Taemin sudah tak sadarkan diri lagi.

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

“Taemin ini terlalu kecapekan. Dia harus istirahat total. Kurang lebih selama 2 hari”, ucap suara cempreng itu.

Yayaya, kalian juga pasti sudah mengenalnya kan?? Dokter ELF yang dulu pernah salah mendiagnosaku dulu, kini telah menjadi dokter pribadi kami. Dan bisa kalian bayangkan saat ia tahu bahwa ia akan memeriksa Taemin? Bukannya langsung sigap memeriksa Taemin, dia malah langsung meminta tanda tangan dan foto Onew, Jonghyun, Key dan Minho!!!

OMMO!! Kenapa orang seperti ini bisa jadi dokter??? (=.=)

Tapi, kecapekan?? Kasihan banget Taemin. Aku juga tahu kalau sekarang dia sedang sibuk syuting THJ dan mengisi acara di berbagai reality show, apalagi ditambah dengan show bersama SHINee, pasti dia capek sekali.

“Dan kalau bisa, harus ada yang merawat Taemin secara intensif. Jadi kalau bisa selama 24 jam, harus ada yang berada di sisinya. Karena Taemin mesti istirahat total”, ucap dokter itu lagi.

Onew, Key, Jonghyun dan Minho langsung bertatapan bingung. “ Tapi selama 2 hari ke depan, kita ada jadwal masing-masing. Nggak mungkin bisa 24 jam menjaga Taemin”, jelas Onew.

“Aha!!! Nara Noona, apa Noona bisa membantu kami menjaga Taemin?”, tanya Key padaku dan langsung membuatku shock

“Maksudnya?”, tanyaku yang masih bingung.

“Jadi, Noona tinggal di apartemen kami selama 2 hari untuk menjaga Taemin. Mau kan Noona??”, tanya Key lagi. Aku masih belum bisa menjawab apa-apa karena terlalu shock dengan permintaan itu. Tinggal di Apartemen SHINee?? Selama 3 hari?? Itu berarti aku bakal terus mimisan selam 2 hari karena terus-terusan melihat Onew??? 24 jam pula??

“Boleh kan, Hyung?? Kami pinjam Nara Noona selama 3 hari..”, Key mulai meminta izin pada para member Suju. Pinjam?? Enak saja!! Memangnya aku barang yang bisa dipinjam seenaknya?

Member Suju masih diam. Sepertinya mereka juga menyadari bahwa membiarkan aku pergi bersama SHINee berarti sama saja dengan membiarkan aku mati. “Gimana, Nara??”, tanya Leeteuk.

“Mau ya, Noona…”, bujuk mereka berempat dengan tatapan yang berbinar, mengharapkan anggukan dariku.

“Uhhm, baiklah..”, ucapku pelan.

Onew, Jonghyun, Key dan Minho langsung melompat kegirangan dan beranjak menghampiriku. Mereka merentangkan tangannya lebar-lebar.

NGGAK!!!! JANGAN PELUK AKU!!!

“JANGANNNN!!!”, teriak 14 member Suju sambil membuat barisan barikade di hadapanku. Mereka menghalangi 4 cowok itu untuk memelukku.

“Nara masih suci!! Belum pernah dipeluk cowok lain”, ucap Shindong sambil memperkokoh barikadenya. Hah?? Masih suci?? Aku sendiri nggak yakin.. Ciuman Sungmin, Kyuhyun, Siwon udah pernah mendarat di pipiku. Pelukan dari mereka ber 14 juga udah pernah kurasakan. Apa iya aku masih suci?? =9

“Yahh, Hyung semua masih bisa melindungi Nara Noona di sini. Tapi kalau Nara Noona udah berada di apartemen kami…. hehehehehehe”, ucap Jonghyun sambil tersenyum mesum. Dan dibalas oleh kekehan Onew dan Key. Sedangkan Minho hanya tersenyum simpul.

KYYYAAA!!! PASTI 2 HARI INI BAKAL PENUH DENGAN DARAH MIMISAN GUEE!!! (>.<)

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

“Selamat datang Noona”, sambut Key sambil membukakan pintu apartemennya. Jonghyun dan Minho membantuku membawakan koperku ke kamar. Sedangkan Onew mendorong Taemin yang kini berada di kursi roda. Huuft, miris sekali melihat Taemin yang biasanya ceria kini Cuma bisa duduk diam di kursi roda.

Oya, sebelum berangkat ke sini, 14 member itu memberikan berbagai jimat padaku. Mulai dari jimat keselamatan, jimat kesehatan, bahkan ada juga jimat anti mimisan!!! Akupun heran, darimana mereka dapat jimat itu. Tapi, aku senang karna mereka tak henti hentinya memperhatikanku.

“Hati-hati ya, Nara”, ucap Donghae sebelum aku berangkat.

“Jangan mimisan dan pingsan ya di sana”, ucap Yesung sambil menatapku khawatir.

“Obatnya udah kamu bawa kan? Jangan lupa minum obatnya”, ucap Siwon mengingatkanku.

“Nanti kalau terjadi sesuatu, jangan lupa telpon kami ya?”, ucap Leeteuk sambil mengelus rambutku.

Aku mengangguk. “Oppa tenang aja. Aku masih di Korea kok. Bukannya wamil”, ucapku mencoba mencairkan suasana. Mereka langsung memelukku lagi.

“Jangan berpaling dari Super Junior ya”, ucap Sungmin. “Awas kalau pas kamu pulang nanti, kamu udah berpaling ke SHINee”.

Mereka Lebayyyy!!!!! Tapi aku tetap sayang mereka.. (^^)

Kembali ke apartemen SHINee…

Sumpahh!!! Aku kaget sewaktu masuk ke apartemen ini. Ruangannya rapi sekali. Terlalu rapi malah untuk ukuran 5 cowok ABG yang tinggal sendiri tanpa orangtua. Semuanya benar-benar rapiiiiiii!!!

“Noona, ada apa?”, tanya Minho yang sepertinya bingung melihatku yang masih berputar-putar mengagumi sekeliling. Aku menggeleng pada Minho.

“Nggak apa-apa. Cumaa.. ruangan ini.. terlalu rapi”, ucapku sambil masih mengagumi ruangan. Minho terkekeh mendengar omonganku.

“Noona orang ke 100 yang bicara seperti itu”, ucap Minho. Aku mengangguk mengerti. Aku beranjak ke kamar tidur mereka berlima untuk mengawasi Taemin. Disana sudah ada Onew dan Jonghyun yang menunggu. Taemin sedang berbaring di kasur milik *menurutku* Onew (soalnya di dinding kasur itu tertempel foto Onew).

Aku menghampiri mereka dan langsung memegang dahi Taemin. Suhu tubuhnya masih panas. “Dia mesti dikompres”, ucapku pada Onew dan Jonghyun, tapi hanya Onew yang langsung bergerak sedangkan Jonghyun masih duduk sambil menatap Taemin khawatir.

“Taemin, kamu mesti cepet sembuh!!!”, ucap Jonghyun pada Taemin. “Kamu kan lead dance kita. kalo kamu nggak ada pas latihan nanti, siapa yang bakal jadi lead dance SHINee?”, ucapnya lagi. Taemin mengangguk sambil tersenyum tipis.

Tak lama kemudian, Onew membawa sebuah baskom beserta handuk kecil untuk mengompres. “Ini, Noona”, ucap Onew sambil menyerahkan baskom itu.

Aku menerima baskom itu dan mulai mengompres dahi Taemin. Aku mengelus rambut Taemin, berharap bahwa ia cepat tidur. Bagaimanapun, dia butuh istirahat. Taemin menatapku dengan tatapan yang sulit dijelaskan. “Makasih, Noona”, ucapnya dengan senyum khasnya.

Kyyyaaa!!!! Neomu kiyoptaa~~ (>..<)

Aku hanya bisa mengangguk sambil tersenyum simpul. Uggh, semoga aku nggak mimisan disinii!!!!

Tak lama kemudian, Taemin sudah tertidur lelap. Aku mengikuti arahan Jonghyun dan Onew untuk keluar dari kamar.

“Noona, belum makan ‘kan?”, tanya Onew. Waaaahhh, jangann mimisann di siniii!!!!!

“Belum, tadi aku langsung berangkat ke sini tanpa sarapan”, ucapku pada Onew. Onew mengangguk paham. “Oya, Oppa”, ucapku pada Onew. Onew yang bingung hanya menoleh pelan.

“Noona memanggilku?”, tanya Onew. Aku mengangguk. “Kok Oppa?”, tanyanya heran.

“Aku memang dongsaeng-mu. Aku baru 18 tahun, Oppa”, jawabku malu-malu. Onew seperti yang terkejut dengan pengakuanku.

“Oh,maaf. Aku kira kau lebih tua dari kami semua”, ucap Onew sambil menggaruk kepalanya. JYAAAHH, APA WAJAHKU SETUA ITUUUU??? =P “Jadi, mulai sekarang, aku memanggilmu Nara saja?”, tanya Onew. Aku mengangguk. Onew tersenyum melihat anggukanku.

“Nara noona, ayo makan!!!”, ucap Key dari arah meja makan. Dia mengenakan celemek dan membawa sendok sayur. Hahahaha, aku geli membayangkan bahwa Key sama saja dengan Ryeowook, sama-sama hobi memasak. Ngomong-ngomong masak, sekarang mereka ber 14 lagi ngapain ya?? Udah makan malam belum mereka?? Huuft, kasian Ryeowook, dia mesti bikin makan malam buat 14 orang sekaligus. Mianhae, Ryeowook. (>/\<)

“Jal Mokkesemnida”, ucapku sebelum makan. Keempat cowok itupun mengikuti gerakanku.

“Nara”, ucap Onew saat aku baru mengunyah nasiku yang pertama. Hah?? Dia memanggilku Nara??? Tanpa embel-embel lainnya??

“HHEKKK!!!”, aku langsung tersedak. Minho dan Jonghyun langsung menepuk punggungku sedangkan Key langsung menyodorkan segelas air putih. Onew?? Dia hanya bingung dengan apa yang telah terjadi.

OPPAAA!! BISA-BISA AKU MATI KALAU DIAM 2 HARI DI SINI!!!!

==
MALAM HARINYA..
“1,2,3…”

“Ya, Onew Hyung kalahhh suit!!!!!”, ucap Jonghyun bersemangat. “Jadi hari ini, Onew hyung mesti tidur di sofa. Biarkan Nara Noona yang tidur di kasurmu”.

Onew hanya menggaruk kepalanya dengan ekspresi wajah yang lucu.

HAH?? TIDUR DI KASUR ONEW??

“Ehm, nggak usah. Kan aku yang datang ke sini, jadi semestinya aku yang tidur di sofa. Bukan kalian”, ucapku menengahi pembicaraan mereka. Ya memang benar begitu seharusnya ‘kan?

“Ehhh, nggak boleh, Nara Noona. Dimana-mana, tamu itu adalah raja. Mana boleh raja tidur di Sofa. Kan raja itu sama aja leader, noona”, jelas Key

“Heh, kalau ngmongin soal Leader, aku tuh leader kalian yang sesungguhnya!! Kenapa kalian tega nyuruh aku tidur di sofa??”, Onew yang tak terima, mulai bicara. Key dan Jonghyun hanya terkekeh garing. Dasar mereka berdua!!!

“Hyung, kalau hyung nggak terima, biar aku aja yang tidur di sofa”, usul Minho. “Lagipula hari ini ada liga Inggris, aku mau nonton”, ucapnya lagi dengan wajah datar.

HYAAA!!! NGGAK AKU SANGKA, TERNYATA MINHO GANTENG BANGETTTT!!! (>.<) Bahkan pas ngomong dengan wajah datar begitupun wajahnya tetap gantengg!!!! Apalagi dari jarak sedekat ini, garis wajahnya yang tegas terlihat jelassss banget. Huwaaa, ganteng.. ganteng.. gantenggg…

Onew menatap dongsaengnya itu dengan mata berbinar. “Ya, Choi Minho!! Kau memang dongsaeng terbaikku!!!”, ucap Onew sambil memeluk Minho penuh sayang. Minho hanya menepuk pelan punggung Onew. “Jadi, aku nggak jadi tidur di sofa ‘kan??”, tanya Onew lagi. Minho mengangguk.

“Tapi Cuma buat hari ini, ya? Kalau besok sih, aku nggak mau lagi”, ucap Minho lagi. Onew mengangguk semangat.

DEG!!! Perasaanku kok jadi nggak enak, ya??

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

SIALAAANN!!!! Ternyata feelingku yang nggak enak barusan terbukti sekaranggg!!
Sekarang aku tidur di kasur Onew!! Bantal ini bantal yang dipakai Onew sehari-hari. Selimut ini selalu dipakai olehnya. Wawawawawa!!! Pokoknya aku nggak bakalan mandi selama-lamanyaaaa!!

Tapi Tau ‘kan, kasur Onew tuh ada di tengah tengah 4 kasur lainnya. Dan di samping kiri, dikasur atas ada Jonghyun dan di bawahnya Onew. Di samping kanan, dikasur atas ada Key, dan dibawahnya ada Taemin.

Dan sekarang aku ada di tengah-tengah mereka semuaaaaaaa!!!!!

Setiap aku mau bergerak, semuanya jadi serba salah!!! Miring ke kiri, ada Onew. Miring ke kanan, ada Taemin. Uggh, apalagi wajah Taemin yang lagi tidur tuh imutttt bangett!!! Terlentang ke atas, masih bisa ngelihat wajah Key dan Jonghyun!! Serba salaahhh!! Masa aku mesti tengkurap??

Hmm, ngomong ngomong, ada foto lucu semenjak mereka baru debut.. Bagus banget bingkainya, sederhana tapi rapi dan lucu. Siapa yang bikin ya? Uhhm, bagus juga buat inspirasi, mending aku foto aja deh..

Oya, aku juga ambil foto pas Taemin lagi tidur. Hmmm, tapi kalian jangan ‘mupeng’ yaaa..(^^)

(imuttt banget kan?? Ya ampuun, aku sampai mau pingsan ngeliatnya.. Uggh, gemesss!! Kok bisa ada cowok umur 17 tahun yang seimut ini??)

“Nara, lagi ngapain?”, tanya Onew yang seperti sudah memergoki aku yang sedang mengambil foto Taemin. Kyyya, ketauannn!!!

“Nggak apa-apa kok kalo kamu ambil foto Taemin. Taemin emang imut banget. Aku aja yang cowok juga akui kalo dia tuh imut banget. Apalagi kamu yang cewek”, ucap Onew sambil tertawa maniiiissss banget. (kalau misalnya aku semut, pasti aku langsung kelilingin Onew deh)

Hahaha, kesempatan emasss! Diam diam aku juga ambil foto Onew pas lagi senyum.. Mau tahu hasilnya?? Ini dia..

*Kyahahahha, aku memang berbakat jadi stalker!!*
Aku mengangguk pelan pada Onew. “Iya, Oppa. Taemin emang imut banget”, aku memandang Taemin sambil mengelus kepalanya pelan. Uggh, pokoknya kalau aku punya anak nanti, anakku mesti miripp Taemin!! Nggak mau tahu, pokoknya harus miriip!!! =) “Oppa, belum tidur?”, tanyaku lagi pada Onew.

Onew menggeleng. “Aku biasa tidur setelah semua member lainnya udah tidur duluan. Yaah, semacam security gitu lah”, ucap Onew sambil memainkan jarinya. Uwaaaa, hidungku panasss!! Dari dulu aku selalu memimpikan untuk ngobrol dengan Onew seperti sekarang ini!!! Dan sekarang semuanya jadi kenyataan.. Makasih Tuhann!!!

“Terus sekarang kenapa belum tidur? Member yang lainnya kan udah tidur”, ucapku sambil melirik ke Jonghyun dan Key yang sepertinya juga sudah tertidur. Onew menggeleng.

“Masih ada satu member lagi yang belum tidur”, ucapnya sambil menunjuk ke arah pintu. O iya, Minho!! Sepertinya dia masih asyik nonton bola. Uhhmph, penasaran aku jadinya.

“Oppa, aku ke Minho dulu ya?”, pamitku pada Onew. Onew menatapku dengan pandangan yang suliiiit diungkapkan. Seperti tatapan “Jangan pergi”.. Hahahaha, hanya khayalanku saja mungkin. Mana mungkin Onew berpikir seperti itu.. =p

“Jangan tidur terlalu malam, Nara. Bilang seperti itu juga ke Minho, ya?”, ucap Onew sambil menatap diriku dengan pandangan ‘itu’ lagi. ( Sebenarnya, apa arti pandangan itu sih?? =( Aku jadi bingung sendiri..) Aku mengangguk menjawab pertanyaan Onew.

“Oppa tidur aja. Biar aku yang ngawasin Minho”, ucapku sambil beranjak keluar kamar. Tapii, diluar kamar, aku ‘agak’ terkejut melihat Minho yang sedang menonton dari selusur tangga. Kantung matanya sudah agak menghitam. Sepertinya dia ngantuk sekali.

“Minho? Belum tidur?”, tanyaku hati-hati. Sepertinya dia belum menyadari kehadiranku. “Minho?”, sapaku lagi. Tapi dia masih terlalu berkonsentrasi pada bola yang bergulir di lapangan hijau itu. (Intinya sih, dia masih serius nonton bola)

Aku menggerakkan tanganku ke depan wajah Minho, Minho agak terkejut tapi akhirnya dia tersenyum menyadari kehadiranku. “Oh, Noona. Kau mengagetkanku”, ucapnya padaku. “Noona belum tidur?”, tanyanya lagi. Aku menggeleng pelan.

Ommona!!! Kenapa Lee So Man bisa memilih banyak cowok ganteng seperti SHINee, Super Junior ataupun DBSK?? 😄

“Onew Oppa menyuruhmu supaya jangan tidur terllau larut”, ucapku mengingatkan Minho. Minho mengangguk.

“Cuma sampai pertandingan ini selesai, aku akan tidur kok, Noona”, jawab Minho. Aku mengangguk mengerti. Minho menggeser tempat duduknya. Kini ia menepuk ruang di sampingnya. “Duduk sini, Noona. Temenin aku nonton”, ucapnya lagi.

Yaayayayaya, inilah takdirku.. dikelilingi cowok gantenggg!!! 😄

Aku duduk di samping Minho, dan kini aku pusing melihat bola yang bolak balik digiring oleh 22 orang di lapangan hijau itu. “Minho, ini apa lawan apa?”, tanyaku.

“Uhm, Chelsea lawan Arsenal. Noona tau?”, tanya Minho. Aku menggeleng. Yaah, satu satunya tim sepak bola yang aku kenal hanyalah tim Korea. =p memalukann..

“Lho, tadi kan gol.. Kok skornya nggak nambah??”, tanyaku saat melihat pemain berbaju biru menendang ke arah gawang tapi skor tidak bertambah. Minho menatap wajahku dengan pandangan gemas.. (uhmp, mungkin saja.. aku nggak bisa menafsirkan pandangannya) =)

“Soalnya tendangan tadi Offside, noona. Jadinya skornya nggak nambah”, ucap Minho lagi. Aku mengangguk paham.

“Tapi, Offside itu apa??”, tanyaku dengan pandangan polooosss sekali. Minho hanya bisa menggelengkan-gelengkan kepalanya. Mungkin di lain waktu, ia tak akan lagi mengajakku untuk menonton pertandingan bola bersamanya lagi. =)

Mianhae, Minho… (^/\^), noona-mu ini memang buta sepak bola.

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

Huwaaaa, aku nggak bisa tidur nyenyak!!! Setelah menemani Minho kemarin, aku jadi SMS an dengan Sungmin dan menanyakan tentang Offside, Kick corner, dll. Tapi ternyata Sungmin juga sama ‘buta’ nya denganku soal sepak bola. Huuh, cowok payahh!! Masa nggak ngerti bola??

Pagi harinya, aku masih ‘mupeng’ dengan wajah tidur para member SHINee. Jadi aku berencana untuk memotret mereka semua selama tertidur. Tapi..

“UWAAAAA!!!!!!”

Aku dan Jonghyun berteriak berbarengan. Aku sama sekali nggak menyangka bahwa Jonghyun sudah bangun dan dia menyadari bahwa aku telah memotretnya. Huuuuh, tapi hasil foto Jonghyun yang kudapat, baguus banget loh.. =9

*Hahahahaha, hidungkuu.. sabar yaa!!! (^^) *

“Noona, kau mau memperkosaku, yaaa?? Mau menjual fotoku ke internet yaa??”, ucap Jonghyu sambil menutupi tubuhnya dengan selimut. Hah?? Enak saja!! Mana mau aku membagi hasil jepretanku ini ke orang lain.. (T.T)

“Mianhae, Jonghyun-a. Nggak sengajaa!! Tadi aku Cuma mau bangunin kamu aja kok”, ucapku mengelak. Padahal sihh, sebenarnya iya. (lho?)

“Apaan siih? Pagi-pagi udah berisik”, ucap Key sambil mengucek matanya sebentar. Kyaaa, kesempataaan!!!

CKREK!!

Inilah hasil jepretan untuk Key..

Lucu, kann?? (^^)

Kalo Taemin, dia memang cowok berwajah malaikat!!!! (>..<) Sama seperti Siwonn.. Kyahahaha.. Bahkan dia tak menyadari bahwa aku sudah memotretnya dari jarak sedekat ini..

“Jonghyun hyung, ada apa sihh? Kok ada perkosa segala, sih?”, tanya Taemin sambil menutup mukanya dengan topi hitamnya. Sepertinya ia masih silau dengan sinar matahari yang masuk ke celah kamar.

“Nara noona mau memperkosaku!”, ucap Jonghyun sambil bersembunyi di balik selimut.
“Nggak!!!! Nggak!! Nggak!!! Aku nggak pernah berniat kayak gitu”, elakku. Huweee, jangan sampai image ku jadi rusak.

Jonghyun langsung turun dari kasurnya dan berderap ke arahku. Ia mendekatiku. Dekaaaaaaaaaaat sekali!!! Huuh, nafass.. nafasss.. nafass..

“Nggak apa-apa kok, noona. Malahan aku seneng kalo noona beneran ngelakuin itu”, ucapnya dari jarak yang tak sampai 10 cm di depan wajahku. “Hahahahaha..”

PESSSSHH!!! Mukaku meraaaaahh!!! Huuh, nggak di dorm Suju atau di SHINee, pasti aja ada kejadian yang bikin wajahku jadi merah beginiii!!!

“JONGHYUN-A!!!!!!!”, teriakku sambil mengejar Jonghyun yang telah berlari duluan ke kamar mandi.

“Apa-apaan sih kalian berdua?? Pagi pagi udah kejar-kejaran gitu”, ucap Onew sambil menggosok giginya. Hahaha, kesempatan emas lagii..

CKREK!!

*Pokoknya aku mau ganti sikat gigi yang sama kayak Onew!!!! Haruss!! Haruss!! (^^)*

“Nggak apa-apa, Oppa”, ucapku malu. Huhh, seperti anak kecil sajaaa.. =p. Udahlah, aku mau mandi terus gosok gigii… Sekarang balik lagi ke kamar buat ambil sikat gigi.

Saat aku kembali ke kamar, aku mendapati Minho sedang berbaring di kasur *entah punya siapa*. Wajahnyaaaaaaa nggak bisa kuungkapkan dengan kata-kata. Ganteng, imut, lucu, keren, semuanya nyangkut di Minho!!!!

Gag percaya?? Liat aja foto ini..

*Gimana?? Stuju kan ama kata kataku tadi???*

Setelah mengambil sikat gigi dan memotret Minho, aku segera kembali ke kamar mandi. Tapi, aku baru sadar kalau KAMAR MANDI DI DORM INI CUMA ADA SATUUUUU!!!!! Jadi, gimana caranya aku mau mandiii?? (>..<) Kalau di dorm Suju kan ada 3 kamar mandi, dan 1 kamar mandi itu khusus untukku. Jadi aku nggak canggung buat mandi. Tapi sekarang?? Masa aku mandi di tempat yang sama seperti mereka berlimaaaa??

Yasudah, gosok gigi aja dulu. Mandinya bisa saat mereka berempat pergi show dan saat aku menjaga Taemin.

Tapi, saat aku masuk ke wastafel. Semua anak SHINee sedang menggosok giginya juga.. Wuaa, dan aku punya foto mereka semua saat lagi gosok gigiii!!!! =D
*lama-lama aku merasa lebih seperti stalker dibandingkan sebagai boys sitter.. =9*

“Key, look at cameraa!!!”, ucapku saat Keysedang asyik menggosok gigi.

CKREK!!!

*Wuaaaa, aku baru sadar lagi kalo badan Key tuh kereeenn!!!*

“Ahh, Noona jahatt!! Mukaku kan lagi jelek tuh”, ucap Key padaku. Aku hanay nyengir mendengar ucapannya.

“Yang alami itu pasti lebih baik, Key”, ucapku sambil memasukkan hapeku ke saku.

“Aah, Nara noona, kenapa aku nggak difoto??”, ucap Jonghyun padaku. Aku hanya mengangguk mengerti.

CKREK!!!

“Jonghyun, gayamu lebaiii!!!”, ucapku sambil memeletkan lidahku pada Jonghyun. Jonghyun hanya terkekeh kencang.

“Tapi gayaku keren kan noona??”, tanyanya padaku. Uggh, nggak bisa dipungkiri sih, emang keren. (T.T)

“Noona, aku juga mauuu!!!”, ucap Taemin merajuk padaku. Hummp, sepertinya keadaannya mulai membaik semenjak dikompres kemarin. Mungkin kini ia hanya butuh istirahat.

Aku mengangguk lagi. “Tapi gayanya jangan lebai seperti Jonghyun ya?”, ucapku pada Taemin. Jonghyun segera pura-pura mencekik leherku. Aku hanya bisa tertawa senang.

Hasil foto Taemin?? Ini diaa..

*yahh, ternyata gayanya tak kalah lebai dari Jonghyun.. XD*

Setelah memotret dan aku juga gosok gigi, para member mulai bersiap untuk berangkat memenuhi jadwalnya masing-masing. Kebetulan hari ini SHINee nggak ada jadwal untuk show bersama. Jadi hari ini hanya show untuk beberapa acara off air.

“Hati-hati, ya Nara Noona. Jangan lupa kunci pintu kalau kami nggak ada”, ucap Key sambil memasang tali sepatunya.

“Taemin, kamu jangan ngerepotin Nara Noona ya??”, ucap Onew sambil mengelus rambut Taemin. Taemin mengangguk singkat.

“Taemin, kalau kamu bosen, ambil aja PS3 punyaku. Ada di bawah kolong kasur. Kasetnya ada di bawah meja”, ucap Jonghyun pada Taemin.

“Nara noona, obat milik Taemin udah kusimpan di kulkas. Jadi nanti noona nggak usah repot repot nyari obat lagi”, ucap Minho padaku. Aku mengangguk singkat.

“Hati hati yaa”, ucapku dan Taemin berbarengan. Mereka berempat melambaikan tangan sebelum pintu lift ditutup.

Yaaap, hari hariku sebagai boy sitter baru akan dimulai!!!!

lalala’s girl,

Nara’s Mind, 24 Sept ’09

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

=T.B.C=

Diary Of Boys Sitter (DOBS) Chapt 3/13

“Nara, gimana?? Udah mendingan?”, tanya Siwon yang kini sedang mengelap hidungku yang tadi mimisan. Aku mengangguk pelan. Siwon menyuruhku untuk tidur di bangku paling belakang, karna bangku di belakang itu memang paling luas.

“Nggak apa-apa, Oppa”,ucapku pada Siwon. Uggh, agak salting juga sih mimisan di depan Siwon. Apalagi sekarang, Siwon berlutut di depanku sambil memegang sapu tangan dengan wajah yang cemas. (>.<) Kalau dia menatapku terus-terusan seperti ini, mimisanku nggak akan pernah berhenti!!! (>///<)

Jonghyun dan Key yang duduk di bangku di depanku, menengok ke arah kami berdua. Wajah mereka berdua seperti yang menandakan bahwa mereka sedang menonton film romantis sedunia.

“So sweet banget ya, Key?”, tanya Jonghyun sambil mengunyah popcorn nya. Key mengangguk sambil menyeruput jus jeruknya.

Tuh kan, apa kubilang! Mereka berdua seperti sedang menonton film di bioskop dengan aku dan Siwon sebagai pemeran utamanya. =(

Leeteuk datang sambil membawa handuk kecil yang dingin, dan dia langsung mengompres dahiku yang memang masih pusing. Aku tersenyum simpul. “Makasih Oppa”, ucapku. Leeteuk tersenyum maniiiiiisss sekalii. Apalagi lesung pipinya jadi makin kelihatan. Kiawaa~~

“Waaah, saingan cinta Siwon hyung dateng!!”, ucap Taemin yang tiba-tiba sudah bergabung dengan Jonghyun dan Key. “Nara noona, sepertinya kalau ada ELF yang melihat noona dan hyung seperti ini, pasti noona udah dijadiin sasaran di Daftar Pencarian Orang!”, ucap Taemin lagi sambil tersenyum.

Hah? Melihat Taemin dari jarak sedekat ini, mengingatkanku pada Heechul. Mereka berdua miriip banget!! Jangan-jangan mereka adik kakak yang terpisah.. (^^)

“Taemin, Jonghyun, Key, jangan ganggu Nara noona! Kasihan kan dia, baru sadar dari pingsan. Dia butuh istirahat”, Onew tiba-tiba sudah berdiri di samping Taemin. Ia mengelus rambut Taemin pelan dan seakan menyuruhnya untuk duduk di bangkunya semula. Taemin menurut dan duduk kembali di samping Minho yang sepertinya masih asyik melihat pemandangan sekitar.

Gyaaa!!!! Onew benar-benar contoh calon bapak yang ideal… (^^)d. Taemin aja sampai nurut dan patuh ke Onew.

Peshhh!!! Mukaku langsung memerah lagi saat membayangkan Onew yang sedang menggendong bayi. WUAAAA!!!! Mimisanku mengalir lagi!!! T.T

“Oppa, saputangannya!!!”, teriakku pada Leeteuk dan Siwon yang ada di dekatku. Tapi ternyata Onew lebih sigap dibandingkan Leeteuk atau Siwon. Jadi dialah yang mengelap darah di hidungku!!

WAWAWAWA!!! Wajah Onew ada di depan wajahku?? Tangannya ada di pipiku?? Matanya sedang menatap diriku??

GUBRAK!!!

“Nara noona?? Kok pingsan lagi??”, ucap Onew sebelum segalanya kembali gelap dan berputar.

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

Uggh, dimana ini? Kok langit-langit kamarnya berbeda dengan kamarku? Tapi suasananya ini kok seperti yang nggak asing buatku. Dinding yang rata-rata berwarna putih dan tirai di samping kasurku.

“Aww”, aku meringis pelan saat mencoba menggerakkan tanganku. Lho? Apa ini? Jarum infus di tanganku? Piyama ini?

Ommo! Jadi aku ada di rumah sakit?

“Oppa?”, aku bergumam tidak percaya saat melihat 12 member Suju ditambah Henry dan ZhouMi yang tertidur di ruangan ini. Posisi mereka lucu-lucu. (^^).

Ryeowook dan Sungmin tidur dengan saling berpelukan sambil mengemut jempolnya masing-masing, Hankyung dan Heechul juga tidur sambil berpelukan. =)

*nggak.. nggak.. nggak..!! Anda para ELF jangan takut.. =D Mereka semua normal kok. Ini pemandangan sehari-hari bagi para member Suju*

Kangin tidur dengan mulut menganga lebarrr!!! =O

ZhouMi dan Henry tidur di bangku yang biasa dipakai oleh para penjenguk pasien. Wajah mereka seperti yang sedang kelelahan sekali. Tapi tetep lucu. =D

Eunhyuk tidur di atas perut Shindong yang tertidur di lantai. Hahahaha, kasian Shindong! Iler Eunhyuk jadi merembes ke bajunya.. (>.<)

Donghae tidur sambil bersender di pundak Leeteuk. Uhh, lucunya mereka berdua!! =)

Sedangkan Kyuhyun dan Yesung malah tidur sambil mengigau. Kalian bisa tebak mereka mengigau apa??

“Sorry..sorry..sorry.. naega naega mon.. zzzzz!! Nggik!”, itulah igauan Yesung.

Sedangkan Kyuhyun?

“It’s gonna be me~~..Hohohoho!!!”, dia malah tertawa dengan nada pahlawan bertopeng.

Mereka berduaa bodoohhh!!!! (=.=’)

Posisi tidur yang paling normal *menurutku* hanya Siwon. Ia tidur sambil bersandar di kasurku.
Hmmm, wajahnya benar-benar seperti malaikat!! Suciii dan damaii sekali.. =)

Tiba-tiba handphoneku bergetar. Ada SMS masuk. Nomor tak dikenal. Siapa ya??

‘Nara noona, ini Taemin!! Pake hapenya Onew hyung.. =D noona, udah sadar belum? gimana keadaan noona? Udah membaik?’

OMG!!! Jadi ini nomor hape Onew??

Tanganku bergetar saat membalas SMS Taemin. Biar bagaimanapun, ini nomor hape Onew yang dari dulu selalu aku hindari!! Tapi tiba-tiba nomor ini datang dengan sendirinya? (>.<)

Biarlah, mungkin ini petunjuk Tuhan untukku mengenal Onew lebih jauh!! (aduh, bahasanya nggak nahan!! =p)

‘Iya, Taemin.. Keadaan Noona udah agak mendingan. Makasih ya udah khawatir.. (^^)a’

Message sent!!!

Save contact number : ❤ On.U SHINee❤

Hahaha, aku tertawa sendiri melihat name contact yang kubuat untuk Onew. =p

Huuft, sekarang aku mesti mengetahui apa yang terjadi sampai aku bisa ada di rumah sakit ini. Tapi, mesti tanya ke siapa? Masa aku tanya ke mereka ber’14? Mereka sepertinya kelelahan sekali. Aku nggak mau mengganggu mereka.

Inbox (1) : ❤ On.U SHINee❤

‘ Yaaah, syukurlah noona. Kami khawatir dengan keadaan noona. Apalagi Onew hyung, katanya dia takut noona pingsan gara-gara dia.. =p’

Hahahaha, memang benar! Aku pingsan gara-gara dia. Selalu karna dia. Tapi, masa aku bilang seperti itu?

‘Nggak kok, Taemin.. =) Bilangin ke Onew Oppa, aku emang sering banget pingsan tanpa alasan yang jelas kayak tadi.. T.T’

Message Sent!!!

Berbohong demi kebaikan itu perlu, kan?? =9
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

“NARAAAA!!!! KAMU SIUMANN??”, teriak Shindong pagi harinya. Ia langsung berlari memelukku dengan erat. Ya Ampun, nafaasss!!!!

“Oppa!! Udah Oppa.. Lepaassin!! Nafasss~~ HHEEEKK!!”, teriakku pada Shindong. Shindong masih tak mau melepaskanku. “Siwon Oppa!! Donghae Oppa!! Leeteuk Oppa!! Tolooooongg akuu!!”, teriakku pada mereka bertiga yang baru bangun dari tidurnya.

Mereka bertiga, bukannya membantuku melepaskan diri dari Shindong malahan ikut-ikutan memelukku.

“Nara!! Kamu kembalii!!! Aku kira, kami bakal kehilangan kamuu!!”, ucap Donghae sambil memelukku erat. Leeteuk mengelus kepalaku sayang. Siwon malahan menciumi keningku beberapa kali.

“Kehilangan?? Apa maksudnya??”, tanyaku dengan suara tercekat karena makin terjepit oleh pelukan mereka berempat.

“Kemarin kamu koma, Nara!!”, ucap Leeteuk sambil berlinang air mata.

HAH?? KOMA?? GARA-GARA PINGSAN DAN MIMISAN DOANG BISA KOMA??
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

“Nona Nara, sekarang anda ditunggu oleh dokter untuk pemberitahuan hasil diagnosa”, ucap seorang suster yang datang ke kamarku. Aku mengangguk mengerti.

“Oppa, mending Oppa Oppa semua nunggu diluar aja”, ucapku pada ke 14 cowok ini.

“Nggak mau!! Kita juga mau denger dan tahu hasil diagnosa kamu”, ucap Yesung tegas.

“Iya, kita kan juga mesti jaga kamu, Nara!!”, ucap Sungmin semangat dan dijawab oleh teriakan 13 member lainnya.

“Kita mesti kompak, Karena kita ini Syu-Pe-Juh-Ni-O-e-o”, ucap mereka berbarengan, sehingga membuat keadaan menjadi ramai.

“SSSSTTTT!!!!”, desis para suster yang sepertinya memang sudah terganggu semenjak kami masuk ke rumah sakit ini.

Iya dong, bayangkan saja.. 15 orang berjalan beriringan di rumah sakit?? Seperti orang autis yang tak tahu aturan. (=.=’)

“Yaudah, tapi jangan berisik ya?”, ancamku pada mereka ber’14. Mereka mengangguk kompak.
Aku beranjak masuk ke ruangan dokter yang memeriksaku.

“Pagi, Dok”, sapaku saat sudah di ruang pemeriksaan. Tapi, tiba-tiba…

“GYAAAAA!!!! SUNGMIN?? SIWON??”, histeris dokter wanita itu saat melihat Sungmin dan Siwon yang mengikutiku masuk ke ruangan pemeriksaan. Ia berteriak makin tak karuan saat melihat member lainnya juga masuk ruangan. Bahkan Leeteuk sampai dicium habis-habisan olehnya. *XD*

Sepertinya dokter ini seorang ELF sejati. =D

Setelah berhasil menenangkan dokter itu dengan berjibun tanda tangan dari masing-masing member (yang katanya akan diberikan untuk sepupunya, keponakannya, adiknya, tetangganya, dan lain lain yang nggak bisa kusebutkan satu-satu), foto-foto bersama (yang sepertinya sampai ribuan gambar), dan pelukan dari masing-masing member, dokter itu mulai tenang dan bisa menjelaskan hasil diagnosa.

“Tapi, sebelumnya saya mau nanya, APA HUBUNGAN DIA DENGAN SUPER JUNIOR?”, tanyanya sambil menunjukku dengan kesan dramatis.

DEG!! Inilah yang paling aku khawatirkan! Sebisa mungkin jangan sampai ada ELF yang tahu bahwa aku ‘setengah manager’ Super Junior!!

“Uhhmph, saya?”, tanyaku sambil menunjuk diriku sendiri. Dokter itu mengangguk makin penasaran. “Saya.. Saya..”, ucapku terbata-bata. Duhh,mesti jawab apa???

‘Dia sepupu dari keponakan ayahnya kakek saya”, ucap Leeteuk menyelamatkanku dari malapetaka itu. Dokter itu mengangguk mengerti biarpun aku yakin bahwa ia juga tak terlalu mengerti soal ‘sepupu dari keponakan ayahnya kakek’ Leeteuk. Pasti yang ia tahu, apapun yang dikatakan Leeteuk, itulah kenyataannya. =S

Aku menatap Leeteuk dengan pandangan penuh terima kasih. Leeteuk mengacungkan jempolnya sambil tersenyum.

Dokter itu mengambil sebuah map dari beberapa map yang ada di mejanya. Aku menghela nafas deg-deg’an. Entah kenapa, aku merasakan firasat buruk.

“Jadi, sepertinya kamu punya penyakit dalam. Dan sepertinya berpengaruh pada sel syaraf. Untunglah tidak terlalu parah, tapi fatalnya kemarin kamu sampai koma. Dan, !$%&%%*^@$#%$^$*@#&#^$*#@T#Y#@%RHS%$YQW$#%I#T$%YU%^”.

Hah?? Dokter ini ngomong apaan sih?? Penyakit dalam?? Berpengaruh ke sel syaraf??

“Jadi intinya, kalau kamu sampai pingsan sekali lagi, itu bisa berakibat sangat fatal”, jelas dokter itu pada akhirnya. “Mungkin kamu bisa langsung…”, dokter itu menggerakkan tangannya dibawah lehernya secara dramatis. “Mati!”

HAH???

======

“Mati, dok? Masa gara-gara pingsan doang bisa mati?”, tanya Kyuhyun nggak percaya. Aku yang terlalu shock hanya bisa memegang erat tangan Leeteuk.

“Oppa, ini pasti mimpi kan?”, tanyaku dengan tawa yang dipaksakan. “Bohong kan?”

Leeteuk tersenyum miris, dia merengkuh kepalaku ke dalam pelukannya. Pelukan ketenangan yang benar-benar sangat kubutuhkan saat ini. Aku nggak bisa melakukan apa-apa lagi. Rasanya badanku kaku. Benar-benar kaku. Bahkan untuk menangis pun, aku sama sekali nggak bisa.

Aku mendengar isakan Ryeowook dan Eunhyuk. Donghae yang bersender di bahu Siwon. Kyuhyun dan Kangin yang masih belum percaya dengan omongan dokter. Hankyung sepertinya masih berusaha menjelaskan apa yang terjadi pada ZhouMi dan Henry. Sungmin, Heechul dan Shindong langsung beranjak menghampiriku, mereka menatap wajahku dengan hampa.

“Kita nggak akan biarkan hal itu terjadi, Nara. Apapun akan kami lakukan supaya kamu nggak pergi ninggalin kami”, ucap Sungmin dengan wajah serius. Baru kali ini aku melihat ekspersinya yang seperti itu.

Aku makin merasa hal ini nggak mungkin terjadi!!!!

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

Sore harinya, kami sudah kembali ke dorm. Leeteuk mati-matian membujuk ke pihak rumah sakit supaya membiarkanku pulang. Entah apa alasannya, aku juga nggak tahu.

“Hati-hati, Nara”, ucap Kyuhyun sambil menggandeng tanganku. Sepertinya ia tak ingin aku tergores sedikitpun, bahakan ada kemungkinan ia tak akan membiarkan nyamuk mendekatiku.

“Nggak apa-apa, Oppa”, ucapku menenangkan Kyuhyun.

Donghae langsung membukakan pintu kamarku dan langsung menyuruhku untuk istirahat. Member yang lainnya juga berderet masuk ke kamarku membawakan buah-buahan, obat, makanan dan lain lain.

“Oppa, tapi aku harus masak makan malam”, ucapku pada mereka semua.

“NGGAK!!!”, teriak mereka serempak. “Pokoknya kamu nggak boleh bergerak, kecuali berkedip!!!”, jelas Leeteuk. (0.o)

“HAH?”, aku nggak percaya dengan apa yang diucapkan Leeteuk. Bisa apa mereka tanpa bantuanku??? (=.=)a

Ehhm, bukannya aku sombong atau apaa, tapi memang biasanya semua pekerjaan sehari-hari, (apalagi memasak) biasa dilakukan olehku. Para member Cuma ‘terima jadi’ saja.

“Masaknya gimana, Oppa?”, tanyaku sangsi

“Ada ryeowook!!”, ucap Kangin sambil menunjuk Ryeowook. Ryeowook yang kebingungan hanya bisa mengangguk pelan. Yahh, kalau soal memasak, Ryeowook memang hobi memasak, jadi sepertinya tak apa-apa jika dia yang mengambil alih dalam soal memasak

“Nyuci baju??”, tanyaku lagi

“Ada Ryeowook”, ucap Eunhyuk.

“Aku lagi?”, tanya Ryeowook sambil menunjuk dirinya sendiri. Hhaaha, wajahnya benar-benar imut!!

“Ngepel?? Nyapu?? Nyiram tanaman?? Bayar Listrik?? Setrika?? Bayar Air??”, tanyaku lagi. “Siapa??”

“RYEOWOOK!!”, ucap mereka serempak sambil menatap Ryeowook.

Kasihan Ryeowook.. (^_^)

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

“Makanan udah siapppp!!!!”, teriak Ryeowook sore harinya. Humph, berhasil juga dia memasak tanpa bantuanku.

Aku berjalan menuju pintu kamarku, tapi betapa kagetnya aku saat melihat ada banyak sekali kertas yang ditempelkan di dinding ruang tengah.

‘NGGAK BOLEH ADA YANG NGEGODAIN NARA!!!’

‘NGGAK BOLEH BUKA BAJU SEMBARANGAN!! (DIKHUSUSKAN UNTUK SIWON)’

‘NGGAK BOLEH BIKIN NARA CAPEK!!’

‘NGGAK BOLEH CIUM CIUM NARA!! (KHUSUS UNTUK SUNGMIN)’

Dan masih ada baaaannnnyyyaaakk sekali kata-kata yang tertempel di kertas itu.

“GYYAAA!!! Nara, jangan keluar ruangan sembarangan!!!!”, ucap Heechul saat melihatku yang masih terpaku membaca tulisan itu. Ia langsung menghampiriku dan memapahku hingga sampai di meja makan. “Kalau mau kemana-mana, bilang dulu sama kita!! Kamu nggak boleh jalan sendiri”, ucapnya lagi.

PESHHH!!! Mukaku menjadi merah lagi. Sejak kapan Heechul menjadi so sweet seperti ini? (>.<)

Sesampainya di meja makan, para member lainnya langsung ribut menawarkanku makanan.

“Nara, mau makan apa?”, ini Leeteuk

“Nih, nasinya kurang nggak?”,tanya Eunhyuk

“Mau disuapin nggak, Nara?”, tanya Siwon

“Mau minum teh atau air putih?”, tanya Donghae

“Lauknya mau apa, Nara?”, tanya Hankyung

“Jangan lupa buahnya nanti dimakan ya?”, ucap Ryeowook.

“Nara, kamu pegel kan? Sini aku pijitin”, ucap Kyuhyun

“OPPAAA!!! BERHENTI!!! STOOP!!!”, teriakanku membuat gerakan mereka terhenti. “Aku bisa ngelakuin semuanya sendiri”, ucapku sambil mengambil piring dari tangan Eunhyuk.

“Tapi kan..”, ucap Sungmin menggantung

“Masalah pingsan??”, tanyaku lagi. Mereka semua mengangguk. Huuft, apa harus kukatakan rahasia ini pada mereka??

Yah, sudahlah. Kasih tahu aja. Kasihan juga kalau mereka terus-terusan khawatir seperti ini. =p

“Gini ya, Oppa. Selama ini aku selalu pingsan gara-gara Onew”, ucapku kemudian.

“Onew???”, ucap mereka serempak tak percaya.

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

Sialaaaan!!! Aku nggak pernah nyangka kalau omonganku tadi bisa berdampak seperti ini.. (>.<)
Setelah aku mengatakan alasanku sering pingsan barusan, mereka ber14 langsung melakukan hal yang diluar dugaanku.

MELENYAPKAN SEGALA HAL TENTANG ONEW!!!!

TIDAKKK!!!!

Hankyung dan Heechul langsung menyita kaset Summer SM town 2008 dari kamarku (maklum, kan di album itu ada SHINee nya juga). Bahkan semua album SHINee juga mereka sita!!!

Leeteuk dan Eunhyuk juga Donghae mengambil laptop ku dan menghapus semua video Yunhanam, dan semua reality show SHINee. Bahkan video Onew yang sedang live sambil menyanyikan “Forever More” juga tak luput dari mata mereka. (gyaaa!!! Padahal itu video kesayanganku…)

Kangin, Shindong dan Yesung malah melakukan hal yang lebih parah. Mereka menggunting foto Onew dari poster SM town di Bangkok tahun lalu!!!!

KEJAAAMMMMM!!!!

Kalau begini, aku bukan pingsan karena deg-degan saat melihat Onew, tapi pingsan karena nggak bisa bertemu Onew. =’(

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

Hari ini, jadwal ‘piket’ untuk menjagaku adalah Siwon dan Kyuhyun. Para member tak percaya bahwa aku bisa melakukan segalanya sendiri. Jadi kini, mereka telah menyiapkan jadwal piket harian untuk menjagaku. (=.=)

Kini, di rumah Cuma tinggal kami bertiga. Leeteuk dan Eunhyuk masih ada jadwal di SuKiRa, dengan Henry dan ZhouMi sebagai guest starnya. Donghae, Kangin, Heechul, dan Hankyung ada jadwal di Star Golden Bell. Shindong, Yesung, Sungmin sepertinya ada urusan masing masing. Nggak tahu kemana deh!!

“Oppa, aku bosenn tidur di kamar terusss!!!”, teriakku pada Kyuhyun dan Siwon yang sedang asyik nonton di ruang tengah.

“Kamu nggak boleh nonton tipi!!!!!! Sekarang lagi Music Bank, ada SHINee’nya!!!!”, Kyuhyun langsung menghadang langkahku yang ingin ke ruang tengah.

“SHINee?? Berarti ada Onew’nya??? MAUUUUUU NONTOOONNN!!!!”, teriakku sambil mendorong tubuh Kyuhyun. Gyyaa, tak kusangka biarpun badan Kyuhyun ini kurus, tapi kekuatannya tak diragukan.

“SIWON OPPA!! BANTUINN!!!”, ucapku pada Siwon yang masih tenang menghadap televisi.
Tapi Siwon malah mematikan televisi dan beranjak ke arah kami. “Ayo kita jalan-jalan”, ucap Siwon pada ku dan Kyuhyun.

LHA, KOK??

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

“Mau kemana sih, Oppa?”, tanyaku sambil mempersiapkan topi dan kacamata ‘’wajib’’ untuk Siwon dan Kyuhyun.

“Nggak perlu pake kacamata sama topi, Nara. Kita ke taman aja”, ucap Siwon santai. Aku mengangguk dan menaruh kembali kacamata dan topi itu.

“Ayo kita berangkaaattt!!”, teriak Kyuhyun saat keluar dari kamarnya. Ia memakai vest pink dan kemeja putih, sedangkan Siwon memakai kaus hitam dan cardigan biru.

Huwaaaa!!! Pergi ke taman aja kok penampilan mereka kereen gini??

NARAAA!!! INGET!! JANGAN PINGSAN ATAU MIMISAN!! KALAU NGGAK, KAMU BAKALAN MATII!!!

Kami sampai di luar dorm. Kebetulan suasana saat itu memang sepi. Sangat sepi malah.

“Ayo naik”, ucap Siwon sambil berjongkok membelakangiku. Lha?? Apa-apaan lagi ini?

“Kamu nggak boleh capek kan?”, ucap Siwon lagi. Jyaaah, jadi aku mau digendong lagii?? Setelah kejadian ZhouMi kemarin? Ya ampun, mimpi apa sih aku saat dilahirkan ke dunia??

Aku naik ke punggung Siwon dengan ragu-ragu. “Berat nggak, Oppa?”, tanyaku pelan. Siwon menggeleng.

“Sini tasnya”, ucap Kyuhyun sambil mengambil tas selempangku.

Lagi-lagi jadi ratu sehariii!!!! (^_^)a

Kami berjalan-jalan di taman itu. Seringkali malah kami jadi kejar-kejaran karena Kyuhyun yang terus-terusan menggoda kami berdua.

Sampai akhirnya…
“Oppa, hujaaannn!!!”,teriakku saat hujan mulai turun rintik-rintik.

“Berteduh di manaa?”, tanya Kyuhyun sambil menutupi kepalaku dengan tas selempangku yang sedari tadi dipegangnya.

“Di box telepon itu”, ucap Siwon sambil menunjuk Box telepon yang berada di seberang tempat kami berada.

Dan jadilah kami berada di sini, di box telepon, di tengah hujan!!!

Deg Deg Deg Deg

Kok Deg Degan lagi???

Uggh, kok rasanya agak pusing ya?

Lho kok, rasanya aku merasa wajah Siwon dan Kyuhyun makin mendekat?? Mau apa mereka??

GUBRAAKKK!!!

“NARAA!! JANGAN PINGSANN!!!!”

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

Segalanya putih. Hangat tapi sakit. Aku dimana??

“Nggak, Hyung!! Kami nggak ngelakuin apa-apa. Tiba-tiba aja Nara pingsan!”, ucap suara itu. Kyuhyun kah?

“Nggak mungkin bisa pingsan tanpa alasan!!!”, teriak suara yang lainnya.

Suaraku nggak bisa keluar. Mataku berat sekali.

Apa aku sudah mati?

CKLEK!!!

“Sungminn!!! Siwonn!!! Kyuhyun!!! Kangin!!!!”, teriak suara cempreng itu. Aku kenal suaranya. Dokter yang kemarin itu, ya?? “Apa yang terjadi dengan nona SoonAh??”, tanya dokter itu.

“Jadi begini Dok”, ucap sebuah suara. “Eh?? Nona SoonAh?? Siapa itu Dok?”

“Lho? Nama nona ini Lee SoonAh kan?”, ucap Dokter itu.

Aku heran, meskipun aku cuma bisa mendengar tanpa melihat dan bicara, tapi aku mulai merasakan kejanggalan.

“Bukan!!! Namanya Kwan Nara!!!”, ucap suara yang mirip Kyuhyun.

“Lho? Jadi hasil diagnosa yang kemarin, salah dong??”, ucap dokter itu datar.

APAAAAAA??????

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

“Jadi sebenarnya, nona Nara ini baik-baik saja. Hanya dia terkena anemia. Jadi apabila dia merasa capek atau terlalu deg-degan, dia akan pingsan”, jelas dokter itu saat aku sudah mulai sadar.

Ke 14 cowok itu langsung menghambur untuk memelukku. “OPPA!!!! SEKARANG AKU BENERAN BAKAL MATII!!! HHEKK!! NAFASS!!!!”, teriakku.

“Nara!! Kamu masih bakalan nemenin kitaaaa!!!”, teriak Leeteuk bahagia. Mau tidak mau, aku juga tersenyum mendengarnya. Biarpun agak keki karena diagnosa dokter ini.

“Jadi hasil diagnosa yang kemarin itu, punya siapa Dok?”, tanya Eunhyuk.

“Punya pasien yang meninggal bulan lalu karena penyakit ”itu”, ucap dokter itu malu-malu.

Ke 14 cowok itu gantian memeluk dokter itu sampai akhirnya,

GUBRAKK!!!

“Lha?? Kok pingsan?? Dok?? Bangun Dok!!!”,ucap Donghae sambil menepuk pipi Dokter yang telah pingsan karena kegirangan itu.

Nahh, sekarang tau kan rasanya jadi cewek yang dikelilingin cowok-cowok gila ini?? =9

Aku menarik tangan Hankyung dan Heechul, “Oppa, kaset SM town ama kaset SHINee aku dikemanain??”, tanyaku

Mereka berdua berpandangan dengan polosnya.

“Udah kita jual, Nara. Habisnya, kita kira kamu bakalan mati. Kan uangnya lumayan buat beli peti mati. Ya kan?”, ucap Heechul dan disambut kekehan Hankyung.

OPPPAAAA!!!!!!!

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

Happiest girl,

Nara’s Room, 20 Sepetember ’09

SM Town Kompleks Chapter 4/? [Perjodohan Kyuhyun?]

.. Di rumah Kyuhyun dan Junsu..

Kyu : APPPAAAA???? (zoom in kayak di sinetron Indonesia itu tuhh..)

Junsu : Apaan siih, Kyu?? (ngorek-ngorek kuping gara-gara gelombang ultrasonic dari suara Kyu)

Kyu : Bokap gue mau datengg!!!!

Junsu : Yaah, bagus dong. Itu tandanya bokap lo masih perhatian ama lo. Mau ngejenguk anaknya. Ya kan?? (heran)

Kyu : Tapi, bokap gue MAU NGEJODOHIN GUE!!!!

Junsu : HAH?? Wuakakakaka!!! (ketawa ngakak)

Kyu : (menghampiri Junsu sambil menggenggam erat tangannya) Junsu, lama sudah kita bersama. Kita sudah mengalami berbagai cobaan dan godaan bersama pula. Jadii tolong bantulah temanmu ini, Junsuuu~~~.. (meluk Junsu seerat-eratnya)

Junsu : (mulai mati kehabisan nafas) I.. i.. iyaa~~ tapii lo jangan nyekek gue!!

Kyu : (nyengir geje)

Junsu : Lagian kenapa mesti panic sih?? Bagus dong kalau dijodohin, jadi lo nggak usah susah susah nyari pacar lagi. Ya kan??

Kyu : tapii masalahnya, yang mau dijodohin ama gue tuh cewek desa yang SUMPAH JELEK ABISSS , Jun!!!

Junsu : Hoo, itu sih DL..

Kyu : Apaan tuh??

Junsu : Derita Lo!! (berjalan pergi meninggalkan Kyu)

Kyu : Buseet!!! Tega banget lo ngeliat temen lo tersiksa kayak gini???

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

Setelah gagal untuk mendapatkan bantuan dari Junsu, Kyuhyun langsung berpindah haluan untuk meminta bantuan dari Leeteuk, kakak sepupunya..

..Di rumah Leeteuk..

Kyu : (Setelah bercerita panjang lebar) Jadi gitu, bang..

Leeteuk : Ooh, gituu.. (ngangguk-ngangguk paham)

Kyu : Apalagi, nanti si papah bakal ngejodohin aku ama si Tukiyem itu tuh.. Abang tau si Tukiyem kan??

Leeteuk : Tukiyem yang gendut ama item itu?? (ekspresi nggak percaya) Eh, tapi Dia kan anak pemilik sawah terluassss di kampong, Kyu.. Wajar aja kalo si Om ampe niat banget buat nikahin kamu ama Tukiyem.

Kyu : tapi ‘kan aku bukan barang, bang…

Leeteuk : (mikir sebentar) Aaah, abang ada ide…

Kyu : (merasa mendapatkan cahaya ilham dari kegelapan)

Leeteuk : Ayo ikut abang.. (narik Kyu keluar rumah)

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

…Di rumah Onew…

Leeteuk : (ngetuk-ngetuk pintu Onew)

Onew : siapa??? (muka ngantuk gara-gara abis bangun tidur)

Leeteuk & Kyu : (langsung masukin Onew ke dalam karung dan ngiket tuh karung ampe kencenggg banget) Maaf ya, pak!!

Onew : WOOII!!!! APA-APAAN NIHH??? PELANGGARAN HAM!!! KALIAN BERDUA BAKAL SAYA LAPORIN KE POLISIIII!!!!

Leeteuk & Kyu : Pakk.. Pakk.. Sinii.. (manggil truk sampah yang kebetulan lagi ada di SM kompleks)

Si tukang sampah : Apa, pak??

Leeteuk : Ini sampah masyarakat, pak! Buang aja ke tempat yang paling jauhh~~ (ngasih karung yang isinya Onew ke tukang sampah)

Kyuhyun : (ngasih duit 10 ribu ke si tukang sampah) tolong ya, pak..

Si tukang sampah : (heran, bingung, tapi seneng gara-gara dapet duit 10 ribu)

Onew : KELUARIIINN SAYA!!!!

Mobil sampah pun pergi entah kemana….

Leeteuk : Ok, satu masalah selesai… Sekarang, kita ke rencana B..

Kyu : Ok..

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

… Di kost’an Heechul cs…

Leeteuk : Permisiii~~~ (ngetuk pintu anak-anak kost)

Jonghyun : Waaah, pak Leeteuk.. Ada apa pak???

Leeteuk : Jonghyun, anak-anak yang lainnya mana??

Jonghyun : ada di dalem, pak…

Leeteuk : Kita mau bikin kesepakatan (muka misterius)

Key : (tiba-tiba dateng) apa’an pak??

Kyu : (tiba-tiba ikutan nimbrung) kalian mau biaya sewa kost kalian gratis selama setahun???

Yoochun : (tiba-tiba nongol) MAUUU!!!!

Leeteuk dan Kyu : dengan satu syarat…

Yoochun, Key, dan Jonghyun : Hah???

Leeteuk & Kyu : Srahkan Heechul pada kami!!!!

Yoochun, Key & Jonghyun : (ngelempar Heechul kea rah Eetuk & Kyu)

Heechul : BUSEETT!!! TEGA BANGET KALIAN SAMPE NGORBANIN TEMEN SENDIRIII!!!!

Yoochun : hati-hati di jalan… (ngelambaikan sapu tangan putih)

Jonghyun : Jangan lupa kirim surat~~

Key : Jangan lupain kita ya, Heechul hyung~~~

Yoochun, Key, Jonghyun : Gak usah dibalikin juga nggak apa-apa.. (teriak rame-rame)
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

… Di rumah Onew…

Kyu : Taemin, kamu mau bantuin hyung, kan??? (ngasih sebungkus gede permen ke Taemin)

Taemin : MAUUUU!!!!

Leeteuk : Yakk, pemerannya udah lengkap semuaa!!! Tinggal nunggu si Om dateng dan kamu pasti bakal selamat dari perjodohan ini, Kyu!!!

Kyu : Makasiih, bang!!! (memeluk Leeteuk penuh haru)

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

…Hari kedatangan Bapaknya Kyu…

Kyu : Bang, kok aku deg-deg’an ya?? (bolak balik di ruangan)

Leeteuk : Kyu, diem dong!!!! Abang jadi puyeng ngeliat kamu bolak balik kayak gitu!!!

Kyu : Tapi, gimana kalo rencana kita ini ketahuan, Bang??

Leeteuk : nggak bakalan ketahuan. Rencana kita ini udah sempurnaaa~~ bahasa jermannya tuh, PERFECTO!!! (sambil bergaya geje)

KRING…KRING…KRING….

Kyu : Bang, si papah nelpon!!!

Leeteuk : Angkat dong!!!

Kyu : (beberapa senti sebelum mencet tombol call) yaaahh, keburu mati~~

Leeteuk : Emang Cuma pengen miskol aja kali tuh!

Kyu : (ngangguk ngangguk setuju)

Kyuhyun pun menelfon bapaknya….

Kyu : Pah, dimana???

Bapaknya Kyuhyun : Oalllah, le’!! Rumah kamu tuh yang mana, tho?? Kok bapak bisa nyasar ke sini??? Kepri’ben opo!!!

Kyu : Hussh!!!! Papahh!!! Jangan ngomong Jawa gitu!! Malu kan kalo ketauan pembaca!! Masa seorang Kyuhyun punya papah kampungan!!! (bisik bisik pelan)

Bapaknya Kyuhyun : Lha?? Ora opo opo tho, le’!! Ojo lali, kamu juga dari kampong, tho??? Jangan seperti kacang lupa kulitnya, le’!!!

Leeteuk : (dalam hati : “makan tuh diomelin!!”)

Kyu : Ya udah, nanti bapak masuk aja ke SM kompleks. Terus cari aja rumah yang geeeddeee banget pak!! Aku kan udah jadi orang kaya sekarang, pak.

Leeteuk : (dalam hati : “apanya yang orang kaya? Ni’ kan rumah Pak Jinki!!)

Bapaknya Kyuhyun : Hoo, iyo.. iyo.. Bapak jalan ke sana ya, le’!!

Kyu : hati-hati ya, pak..

Telepon pun dimatikan…

Kyu : Bang, papah bentar lagi nyampe!!

Leeteuk : O…O…O..O..OO..OK!!! (Lee hyori song)

Kyuhyun dan Leeteuk langsung naik ke lantai 2, untuk mengecek segala persiapan.

Leeteuk : Heechul!!! Are u ready?? (suara naek 7 oktaf)

Heechul : (tampang males) heeeemm…

Leeteuk : Taeminn!!! Are u ready???? (tetep di 7 oktaf)

Taemin : Yesssssss~~~~ (ikut”an gaya Leeteuk, teriak di 7 oktaf)

Kyuhyun : Bagus!!! Perjodohan ini pasti batal!!! Huahahahaha~~ (gaya pahlawan bertopeng)

TING TONG… TING TONG…

Kyu : Nahh, tuh si papah dateng.. (turun ke lantai 1 bersama Leeteuk)

Pintu dibuka…

Kyu : Bapak~ (langsung nyium tangan Bapaknya)

Leeteuk : Om Hankyung.. Apa kabar??

Hankyung : hoalllah, panas sekali di luar, le’!!! Bapak sampai keringetan kayak gini. (ngipas-ngipas badannya) Lho? Leeteuk? Kamu juga ada di sini ya?

Leeteuk : Iya, om.. saya sering main ke rumah Kyuhyun.

Hankyung : Wuaahhh, luas sekali rumahnya~~ bapak bisa main sepak bola ya disini??? (muter muter geje di ruang tamu)

Kyuhyun : (narik Hankyung menjauh) Bapakk, jangan katro’… hajjuh, saya kan jadi malu..

Hankyung : iyo.. iyo.. (ngangguk paham) Oh, iya.. tadi bapak ke sini sambil ngajak Tukiyem. Ayo masuk, Tukiyem..

Dari pintu, masuklah sesosok perempuan bertubuh tinggi, langsing, putih, berambut pendek dan yang pasti CANTIK!!!

Leeteuk & Kyu : NICOLE KARA!!!!! (menganga nggk percaya)

Nicole : (tersipu malu-malu)

Hankyung : Ini loh, le’ yang namanya Tukiyem. Katanya sekarang dia udah jadi artis di luar negeri. Beruntung si Tukiyem ini mau sama kamu!

Kyu : (nelen ludah nggak percaya) kamu Tukiyem atau Nicole Kara??

Nicole : Aku Tukiyem skaligus Nicole Kara. Nama asli aku kan sebenarnya Tukiyem. Kenapa? Kamu kaget ya?

Kyu : Iya, kamu udah berubah banget. Jadi cantik!!!

Kyuhyun menoleh kea rah Leeteuk…

Kyu : (pakai bahasa isyarat) GUE MAU, BANG!!!

TAPI….

“SAYANG!! KAMU DIMANA??”

Kyu : Buseeet!!! Kenapa bisa lupa??

Dari tangga, terlihat sesosok wanita yang cantik. Bahkan melebihi cantiknya Nicole. Ia kini berjalan menuju Kyuhyun yang masih shock.

Heesica : sayang, ini papah kamu ya?? (berjalan kea rah Hankyung) Pah, kenalin.. aku Heesica, istrinya Kyuhyun.

Hankyung + Nicole : APA??

Kyu : aduhh, bukan pah.. dia bukan istri aku.. ini Cuma pura-pura!!!

Heesica : lho? Pura-pura gimana? Kita kan udah punya anak, sayang!!! TAEMINN…turun, nak.

Taemin turun menghampiri Heesica…

Heesica : ini anak kami, pah. Liat deh mukanya, mirip banget kan sama saya??

Taemin : (menyalami tangan Hankyung) Mbah Hankyung, aku Taemin.. *senyum malaikat*

Hankyung : (tersentuh melihat senyuman malaikat Taemin)

Nicole : (langsung pingsan di tempat)

Kyu : (langsung nangis di pelukan Leeteuk) Bang, rencana kita gagal!!!!!!

Leeteuk : KITA??? Lo aja kali, gue nggak!!!

Dan itulah akhir perjodohan Kyuhyun..

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
END!!

Diary Of Boy Sitter (DOBS) Chap 2/13

TING TONG…

Aku mengucek mataku dan mengerjapkannya beberapa kali. Kulirik jam yang menggantung di dinding kamarku. Uhhmph, jam 6? Siapa pula yang datang bertamu jam segini? Ahh, paling paling hanya tukang antar susu atau tukang koran. Sudahlah, nggak perlu ganti baju.

Aku bangun dengan lunglai menuju pintu depan. Masih dengan piyama yang melekat sebari menguap lebar.

TING TONG…

“Yaa, tunggu sebentarr~”, ucapku sambil memegang kenop pintu.

Saat aku membuka pintu, sudah ada 2 cowok imut yang memakai kacamata hitam dan membawa koper yang cukup besar. “Hallo”, sapa mereka berdua.

Aku menajamkan pandanganku. Sepertinya aku kenal 2 cowok ini. Yayaya, aku kenal mereka. Tapi siapa??

Nafasku seperti terhenti saat melihat kedua cowok itu melepaskan kacamata hitamnya. “HENRY?? ZHOU MI??”, teriakku nggak percaya. Mereka tersenyum ketika mengetahui bahwa aku mengenali mereka. Aku tersenyum ramah menyambut mereka berdua. TAPI.. aku melirik ke baju yang kupakai, PIYAMA LUSUH, WAJAH & RAMBUT YANG ACAK-ACAKAN , ILER YANG MENEMPEL DI PIPI??

“KYAAAA!!!!!”, spontan aku berteriak dan membanting pintu dengan kencang sehingga membuat Zhou Mi dan Henry shock untuk sekejap.

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

“Naraaaaa!!!!”, panggil Hankyung dari ruang tengah. “Bikinin minum dan snack buat Henry dan Zhou Mi!!”.

Aku menarik nafas dalam-dalam dan mematut diriku lagi di depan cermin. Yaah, setidaknya penampilanku nggak sehancur saat tadi pagi.

Aku keluar dari kamarku, tapi baru saat aku sampai di depan pintu kamar, Heechul sudah memasang wajah heran.

“Waaahh, hujan gledek angin topan!!! Nara, kamu mandi pake parfum ya?”, tanya Heechul sambil menutup hidungnya dan menjauh dariku. Sialaaann, rasanya ingin aku menyumpal mulutnya dengan kaus kaki Eunhyuk yang kemarin. Biar tau rasa dia.

“Oppa, berisiikk!!”, sengutku sambil beranjak menuju dapur dan membuat snack juga minuman untuk Henry dan Zhou Mi.

“Nih, Oppa!”, aku menghidangkan minuman untuk Zhou Mi dan Henry.

#$%^&*(“, ucap Henry sambil menyeruput minumannya. Aku menaikkan alisku, bingung dengan apa yang ia ucapkan.

“Tadi dia bilang, Trima Kasih”, ucap Hankyung menterjemahkan omongan Henry yang menurutku seperti bahasa dari planet lain. Aku mengangguk mengerti.

@#$%%$#@%$”, kini giliran Zhou Mi yang berbicara memakai bahasa planet itu. Haah? Kok rasanya aku seperti menonton film asing tanpa teks!!

#^*()_)__(&$###”, lha?? Hankyung knapa ikut ikutan???

“Henry?? ZhouMi?? !#$^%^%$#@@ holiday,!##$@?”, ucap Kyuhyun yang baru muncul dari kamarnya. Hanya 1 kata yang bisa kutangkap dari omongan Kyuhyun. Holiday!! Sepertinya aku harus kursus bahasa planet Mars.. (=.=)

@#$%^&*()”, Donghae yang ikut bergabung dengan kami pun langsung berbicara bahasa planet itu. Argggh, aku stressss!!!

Untung saja, Siwon sedang tak ada di sini. Barusan ia pergi ke gym untuk fitness. Kalau ia ada di sini dan ikut ikutan berbicara seperti itu, aku mau bunuh diriii!!!

“Ryeowook Oppa!!! Kemariiii~~”, panggilku pada Ryeowook yang sedang memasak snack untuk ‘tamu’ kami ini.

“Apa?”, tanyanya sambil masih memakai celemek dan membawa sesuatu (apaan sih namanya?? Yang buat ngaduk makanan itu loh!!).

“Oppa, artiin yang mreka omongin dong!”, ucapku pada Ryeowook. Ryeowook duduk disampingku dan memperhatikan apa yang mereka bicarakan.

“Kyuhyun bilang, ‘kalian bakalan liburan disini? Waah, hebattt!!!’..”

Aku mengangguk paham

“Zhou Mi bilang, ‘ iya, kita pengen banget jalan jalan keliling korea. Kalian mau antar kami, ‘kan?’…”

Aku mengangguk lagi

“ Donghae hyung bilang, ‘ tapi maaf banget, kita kayaknya nggak bakalan bisa antar kalian. Jadwal kami benar-benar padaaaat!!’…”

Lagi lagi aku mengangguk. Memang benar, jadwal mereka untuk minggu ini benar bnar padat.

“Hankyung hyung bilang, ‘Tapi jangan takut!! Nanti Nara akan nemenin kalian buat jalan-jalan kliling Korea kok’…”

Aku refleks mengangguk lagi. TAPII, HAHHH??? Kok Aku??? Kenapa mesti aku?? Gimana aku bisa ngajak mereka jalan-jalan, ngobrol dengan mereka pun aku nggak ngertii!!!!

“Hankyung Oppa!! Kok aku?? Titipin aja mereka berdua ke travel gitu. Aku nggak bisa bahasa planet Mars!!”, aku protes pada Hankyung.

“Planet Mars?? Enak aja! Ini bahasa Mandarin tauu!”, ucap Hankyung yang nggak terima kalau bahasanya disebut bahasa planet Mars. “Lagian, gimana nitipin ke travel?? Yang ada malah ntar mereka bakal dikejar ama staff travel itu!”, jelas Hankyung.

Iya juga sihh, tapi kan aku nggak ngerti apa yang mereka omongin ntar.

Aku menatap Zhou Mi dan Henry sebentar. Mereka berdua malah tersenyum manisssssssssss sekali. Apalagi Henry, matanya jadi makin sipiit dan pipinya makin chubby!!!!! Hiiiiihh, gemeeees akuu!!

“Ryeowook Oppa, bantuu akuu!!”, aku menggelayut memohon di depan Ryeowook. Ryeowook seperti bingung. Henry dan ZhouMi pun seperti nya bingung karna tak mengerti apa yang kami bicarakan.

“Tapi kan, suju K.R.Y bakal ada show minggu ini. Kita belum latihan pula, iya kan Kyu??”, tanya Ryeowook pada Kyuhyun. Kyuhyun mengangguk.

“Terus gimannnaaa??”, aku mulai frustasi.

“AHAAA!!” teriak Donghae sambil menjetikkan jarinya. “Onew kan bisa bahasa Mandarin!!! Ya nggak? Ajakin aja dia, biar bisa jadi translator buat kamu”, ucap Donghae padaku.

ONEW LAGIII???? BUKANNYA SENANG-SENANG, BISA-BISA AKU PINGSAN NANTI!!!!!

“Huumph, bau apaan niih??”, tanya Kyuhyun sambil mengendus endus. Aku mencium bau gosong. Tapi, bau apa ya??

Aku menatap Ryeowook dengan pandangan polos. “Oppa, tadi kompor dimatiin nggak??”

“OMMO!!!”, Ryeowook langsung berderap menuju dapur yang sudah dikepung oleh asap hitam. “HUWEEE!!! Makanannya gosoooongg!!!”, teriak Ryeowook dengan suara cempreng’nya.

Alarm kebakaran yang ada di apartemen kami pun langsung menyala karna asap barusan. “OPPAAA!!!!”, teriakku mulai frustasi.

Zhou Mi dan Henry malah tertawa melihat smua tingkah kami di dorm ini.

OMMONA!!! ZhouMi imuuutt, Henry apalagii!!! Aneh, padahal Siwon lebih ganteng dari ZhouMi, Sungmin pun lebih imut daripada Henry, tapi kenapa aku lebih senang melihat Henry dan ZhouMi sekarang???

Huhh, pasti aku sudah bosan melihat wajah mereka ber 12. Seringkali melihat wajah tampan atau imut terus-terusan bisa menyebabkan bosan juga loh..
=DD

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

“Oppa, kami berangkat ya!!!”, ucapku sambil melambaikan tangan pada 12 member Suju lainnya. Zhou Mi dan Henry juga ikut melambaikan tangan.

“Hati hati yaaaa!!!”, teriak 12 member sambil melambaikan tangan pula. Heechul dan Sungmin malah sambil melambaikan sapu tangan putih. Dasar lebay!!!

Yaaah, aku memutuskan untuk tak mengajak Onew. Lagipula, setelah aku tanya Zhou Mi dan Henry kemarin, katanya mereka juga bisa berbahasa Inggris kok. =) jadi biarpun bahasa Inggris ku pas-pas’an tapi yang penting aku bisa terhindar dari Onew. Kalau sekarang Onew ada di sampingku, bisa bisa aku pingsan dan mimisan lagi. TIDAKKK!!!!

So Nara, where will we go?”, tanya Henry. Ya ampuun, bahasa Inggris ya? Berarti aku mesti jawab pake bahasa Inggris juga dong?

Uhhm, anywhere place you want, guys”, aku mengucapkannya dengan agak terbata-bata. Waah, bener nggak ya jawabanku? Yaa sudahlah, yang penting dia mengerti apa yang aku omongin.

How’s about ParkLand?”, ucap ZhouMi. Henry tersenyum lebar mendengar usul ZhouMi.

Yeah, i heard from Hankyung Hyung that ParkLand in Korea is better than DisneyLand at HongKong.”, ucap Henry bersemangat.

Lha? ParkLand Korea lebih bagus daripada Disneyland Hongkong?? Yang bener aja tuh?? Wajar aja Hankyung ngomong kayak gitu, toh dia kan belum pernah ke Disneyland Hongkong dan baru pernah ke ParkLand.

(Hadduh, Mianhae buat Orang Hongkong..jangan salahkan Hankyung!! Dia memang agak kampungann! Tapi biarpun begitu, dia baik kok.. =D )

So, do you want go to ParkLand?”, tanyaku. Mereka berdua mengangguk. Hiyaaaaah, lucunya mereka berdua!! Seperti little puppy. (^^)d

But, do you bring glasses or hat?? Im worried if your fans recognize you in there”, ucapku khawatir. Yaa, aku khawatir kalau fans mereka akan mencincang mereka berdua dengan serbuan pelukan dan tanda tangan.

We have any fans in Korea?”, tanya ZhouMi tak percaya. OMG, jadi mereka nggak sadar kalau mereka juga terkenal di Korea??

Yep, actually many fans of SuJu 13 is Suju M fans too”, jelasku. “It means, both of you also famous in Korea”.

Mereka bertepuk tangan girang. “I thought, we just famous in China”, ucap Henry girang.

So, do you bring glasses, hat or something like that?”, tanyaku lagi. Mereka menggeleng, tapi masih tersenyum. Sepertinya mereka masih girang dengan menyadari bahwa mereka juga terkenal di Korea. Lucunyaaaaa~~~

Aku membuka kotak kayu yang tersimpan di bawah jok kursi belakang. Biasanya para member menaruh perlengkapan menyamar mereka disini. Mulai dari kacamata, topi, hingga wig dan kumis palsu pun ada di kotak ini.

Aku mengambil kacamata hitam dan topi dari kotak itu dan memberikannya pada mereka berdua. Mereka memakai kacamata dan topi itu, tapi tetap saja mereka terlihat seperti ZhouMi dan Henry di mataku.

You all still look like ZhouMi and Henry”, ucapku pada mereka berdua. Mereka mengangkat alisnya heran, Henry mengambil kotak itu dari tanganku.

Can i?”, ucapnya meminta izin dariku untuk menata dirinya sendiri. Aku mempersilakannya. Aku memperhatikan mereka berdua yang sibuk membongkar semua peralatan menyamar milik kami.

‘Neorago.. Neorago..’

Yaaah, siapa pula yang menelponn? “Halo?”, sapaku

“Nara, jangan lupa dandani dulu Henry dan ZhouMi. Jangan sampai fans tau!!’, ucap Hankyung khawatir.

“Iya, oppa. Aku ngerti kok!!”, ucapku menenangkan Hankyung.

“We’re done, Nara!”, ucap Zhoumi semangat. Aku langsung tertawa terbahak-bahak saat melihat Henry yang memakai kumis tebal dan wig panjang, sedangkan Zhoumi memakai semacam tompel di pipinya. “Do we still look like Henry and Zhoumi?”, tanyanya lagi.

Nope. But you still look cute!!”, ucapku sambil memegang perutku yang sakit karena terus-terusan tertawa. “Oppa, kalau Oppa liat Henry dan Zhoumi disini, pasti Oppa bakal ketawaaaa!!! Hahahahaha~~~”, aku masih tertawa saat berbicara dengan Hankyung.

“Yee, emangnya kenapa?”, tanya Hankyung.

“Aaah, udahlah! Pokoknya jam 4 nanti Oppa Oppa jemput kami ya? Katanya Pak supir ini mau izin cuti selama 2 hari, istrinya melahirkan. Jadi saat dia sudah selesai mengantar kami ke ParkLand, dia mau langsung cuti. Kalau oppa jemput kami, jadi kita bisa sekalian makan malam bersama. Ok, Oppa??”, ucapku. Hankyung menggumam seakan menyetujui permintaanku.

“Yaudah, hati-hati ya?”, ucap Hankyung sebelum menutup telponnya.

Aku menatap ZhouMi dan Henry lagi. Siaall, kalau misalnya mereka berdandan seperti ini selama di ParkLand, bisa-bisa aku malah nggak akan berhenti tertawa!

Aku melepaskan wig dan kumis palsu Henry juga tompel palsu ZhouMi, sehingga kini mereka hanya memakai kacamata dan topi saja. “I think it much better”, ucapku lagi. Henry dan ZhouMi mengangkat bahunya heran. Yaah, biarlah aku dianggap plin plan oleh mereka berdua, yang penting aku nggak dianggap gila oleh orang orang gara-gara ketawa terus-terusan.

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
Welcome to ParkLand!!”, ucapku sambil merentangkan tanganku lebar-lebar seakan membanggakan ParkLand ini. Yaah, sebagai warga Korea yang baik, kita harus membanggakan produk dalam negeri kan? =9

Henry dan ZhouMi masih terkagum melihat pemandangan sekitar. Aku heran, bukannya di China itu lebih banyak tempat rekreasi dibandingkan di Korea ya?

Wow, it’s my second time to go to the place like this. Since my holiday in Elementary school”, ucap Henry menjelaskan kebingunganku.

Ohh, iya juga ya? Mereka pasti sibuk dengan training SM dan sekarang setelah selesai dengan training, mereka harus sibuk show di mana-mana. Wajar kalau mereka nggak pernah ke tempat beginian lagi.

So, what will we do now?”, tanyaku pada mereka berdua. Henry dan ZhouMi langsung menunjuk ke satu arah secara bersamaan.

Lets go ride that!!!”, ucap mereka berbarengan.

Aku mengikuti arah pandangan mereka. SIALAAANN!!! JANGAN ROLLER COASTER!!!

“NO!! NO!! BIG NO!!”, ucapku sambil menyilangkan tangan di depan dada.

C’mon Naraa~~ Pleasee”, mereka memohon dengan lucunyaa.

Gyaaa, apa aku punya sindrom nggak bisa nolak permintaan dari cowok ganteng atau imut??

“Uhhmph, Ok”, ucapku pelan. Henry dan Zhoumi bertepuk tangan senang dan langsung menggandeng tanganku menuju antrian roller coaster. (^^)a

Peessshh!!! Sepertinya mukaku merah lagi!!!

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

Roller coaster di ParkLand memang berbeda dari roller coaster di tempat lainnya. Selain lintasannya yang panjang dan tikungannya yang tajam, bangku di satu station terdiri dari 3 bangku.

Jadi saat ini aku duduk di tengah di antara Henry dan ZhouMi. (>.<)

Im the luckiest girl in the world!!!! =9

Hei, are you scary?”, tanya ZhouMi sambil menatap wajahku yang pucat. Aku hanya nyengir garing!! Gue mau matiiiiii!!!!!!!

Dont worry. We always beside you”, ucap Henry sambil menggengam tanganku erat.

Heiii, i’m really the luckiest girl, right??? (0.o)v

Roller Coaster ini mulai bergerak perlahan. Jantungku jadi dag dig dug nggak karuan!!

Naikk.. Naikk..Naikk.. dan akhirnya..

“KYAAAAAAAA!!!!!!”

Aku nggak ngerasa lagi jadi ‘the luckiest girl’ lagi!!!! (=.=)

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

Aku turun dari roller coaster dengan terhuyung-huyung. Sumpah, aku nggak akan lagi naik kendaraan setan itu!!!!!

Are you okay, Nara?”, tanya ZhouMi yang lagi lagi melihat wajahku yang pucat.

No, i’m Okay. Dont worry about me!”, ucapku sambil tersenyum simpul. Padahal dalam hati sih, pengen muntahhhhh!!!!

Eh, kok hidungku hangat ya?

Nara, your nose!!!”, sahut Henry yang kelihatan khawatir dan langsung merogoh sakunya. “Nosebleed”, ucapnya lagi.

HAH? MIMISAN?

Aku memegang hidungku. OMG, mimisan diantara 2 cowok ini?? BUMI, TELANLAH AKU!!!!!

“Henry, ^%$#!@%$^&#$%%”, ucap ZhouMi dengan bahasa marsnya itu. Henry mengangguk dan ZhouMi pun segera melesat pergi.

He said, he will buy some water for you”, jelas Henry sambil memberikan sapu tangannya padaku. “C’mon, lets sit”, ucap Henry seraya menuntun ku ke sebuah bangku panjang dibawah pohon yang cukup rindang.

Sleep here!”, ucap Henry sambil menepuk pahanya.

WHAT?”, teriakku nggak percaya.

Hei, you must lie down to stop your nosebleed”, ucap Henry. Eh, bener nggak ya itu yang dia ucapkan?? Aku lupa lupa ingat. Habisnya dia ngomongnya cepet banget. Tapi intinya dia menyuruhku untuk berbaring di pahanya!!!

Aku menuruti apa yang dia katakan dan berbaring di pahanya.

Darah di hidungku bukannya berhenti malah makin mengalir deras!!! T.T

ZhouMi kembali sambil membawa sebotol air mineral. Ia memberikannya padaku. Kini ia malah memijit kakiku. “Sorry, Nara”, ucap ZhouMi.

Huwaaaa, mimpi apa aku semalam?? Berasa jadi ratu sehari di sini!!! “It’s Okay. No problem”, ucapku mencoba menghibur mereka.

Aku menatap Henry, tapi dia malah sudah tertidur. Waahh, wajahnya itu lohh.. imuuuuuuttt!!!!

ZhouMi?? Tidur juga!! Kyaaaa, wajahnya kiawaaa~~

Yasudahlah, aku tidur juga.. (^^)

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

‘Pengunjung sekalian, ParkLand Korea akan tutup 15 menit lagi. Terima kasih untuk kunjungan anda hari ini.’

Aku membuka mataku perlahan. Waah, kok udah sore? Kulirik jam tanganku, jam 4 sore? Jadi kami sudah tidur selama 2 jam?? Aku menatap ZhouMi dan Henry yang masih tertidur. Hmmm, wajahnya damai sekali… =9

Pengunjung ParkLand lainnya berlalu lalang di hadapanku. Mereka menatap kami heran.

Ya iyalah mereka heran!! Orang ke ParkLand kan buat senang senang, kalau kami bertiga malah naik roller coster doang. Mimisan pula!!! Pengalaman terburukk selain disumpal oleh kaus kaki EunHyuk.

ZhouMi, Henry, wake Up!”, ucapku sambil menggoyangkan bahu mereka berdua. Mereka mengucek matanya perlahan.

What?”, tanya Henry

Let’s go home”, ucapku sambil mengelap hidungku. Mimisannya sudah berhenti.

Ok”, ucap mereka berdua dan berdiri sambil menepuk celananya sebentar.

Aku juga ikut berdiri, tapi tiba-tiba saja langkahku menjadi oleng. Kenapa kepalaku masih pusing??

ZhouMi dan Henry langsung menahan tubuhku. ZhouMi langsung berjongkok di depanku. “Up here! I will carry you”, ucap ZhouMi. Waaah, digendong ZhouMi??? Mimpi apalagi sih ini?? Aku mencubit pipiku sebentar, memastikan bahwa ini bukan mimpi.

Awww”, wahh, ternyata sakit!! Berarti ini bukan mimpi.

Hei, i’m heavy”, ucapku lagi.

No doubt”, ucap ZhouMi lagi. Henry juga menyuruhku untuk naik ke bahu ZhouMi. Apa boleh buat, lagipula aku juga nggak bisa jalan sendiri. =9

Kami bertiga berjalan menuju gerbang keluar. Para pengunjung lagi lagi memperhatikan kami. Aku membenarkan topi milik ZhouMi dan Henry. Jangan sampai mereka ketahuan oleh para ELF.

‘Neorago.. Neorago..”, hapeku berdering lagi. Nama Siwon terpampang di layar hapeku.

“Halo?”, sapaku

“Nara? Kamu dimana? Kita udah ada di parkiran”, ucap Siwon.

“Oppa, nunggu di depan pintu keluar aja ya? Aku nggak kuat kalo mesti ke parkiran”, jawabku.

“Huuu, jangan manja, Nara!!”, ucap Leeteuk yang tiba-tiba berbicara di handphone.

“Biarin dong, Oppa!! Weeek”, ucapku pada Leeteuk.

“Yaudah, kita OTW ya?”, ucap Leeteuk dan mengakhiri pembicaraan.

Henry menatapku penasaran. “So?”, tanyanya.

We just waiting here. They will come here to pick up us”, ucapku padanya. “ZhouMi, can you put me down?”, tanyaku pada ZhouMi yang masih setia menggendongku.

ZhouMi mengangguk dan menurunkanku dari pundaknya. “Thank you”, ucapku.

Your welcome”, ZhouMi tersenyum manis. Lucuuuu~~

Setelah menunggu tidak begitu lama, minibus milik Suju datang menghampiri kami. Kami bertiga langsung naik ke mobil itu.

“Oppa, lama banget sih??”, sengutku sebal. Baru saja sebelah kakiku naik ke pijakan mobil, tiba-tiba aku dikagetkan oleh sapaan kompak itu.

“Annyeong haseyo, Nara Noona”, sapa mereka berbarengan. Wajah itu?? Taemin?? Minho?? Key?? Jonghyun??? Dan.. yang terakhir itu, ONEW???

GUBRAKK!!!!

“Hyung, Nara pingsan lagiiii~~ Mimisan juga!!!”, teriakan Siwon itu yang terakhir kudengar.

Mimisan di depan Henry dan ZhouMi??? Pingsan dan Mimisan di depan anak anak SHINee, apalagi ada Onew’nya???

ARRRGH, AKU MAU MATIII!!!!!!!

stupid girl,

Nara’s Room, 16 Sept ’09

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

=T.B.C=

.: [Oneshoot] Lets Kidnap a Guy Named Choi Minho :.

*NOTE : Tulisan miring berarti bahasa Korea

Tulisan tebal berarti bahasa Inggris

____________________________

Aku bukan putri yang sempurna..
Aku hanya seorang perempuan remaja yang terobsesi kepada seorang Choi Minho..
Apa itu salah?

==
*Minho POV*
..Jakarta, 30 Desember 2010, Garuda’s plane, Way to Soekarno Hatta Airport..

“Minho-ya, bangun!! Kita sudah sampai”, ucap Onew hyung sambil menepuk bahuku. Aku mengerjapkan mataku sejenak dan mengerang. Aku masih diam dan menggaruk kepalaku pelan.

Aku mengedarkan pandangan ke sekitar. Ini masih di dalam pesawat menuju Jakarta untuk menghadiri acara Fan Meeting SHINee. Aku menatap ke sekitar dengan perasaan bosan, hampir 8jam aku duduk seperti ini di pesawat. Rasanya tulangku mau copot. :p

Aku melihat Jonghyun tengah mengambil sesuatu dari dalam tas’nya dan Key sedang memakai jaket tebal’nya. Taemin menatap Key dengan heran, “Hyung, untuk apa kau memakai Jaket tebal? Sepertinya cuaca diluar tidak terlalu dingin”, ucap Taemin sambil menengok ke arah jendela. Key menatap Taemin santai, “Aniyo, ini hanya untuk menghindari fans yang sering mencubit tubuhku. Kalau aku memakai jaket tebal ini, mungkin bisa sedikit mengurangi bekas cubitan itu”, ucapnya ringan. Taemin mengangguk paham dan kembali membenahi snack’nya yang ada di meja kursi. Dasar Taemin, mulutnya memang tak bisa diam mengunyah sesuatu saat berada di dalam pesawat.

Pandanganku beralih ke Onew hyung yang tengah mengobrol dengan Minjae hyung (manager). Aku melihatnya menerima sesuatu dari Minjae hyung dan setelahnya Onew hyung kembali menghampiri kami dengan wajah bingung.

“Aissh”, gerutunya sambil mengacak rambutnya depresi. Kami menatapnya heran, “Waeyo, hyung?”, Tanya Jonghyun hyung. Onew hyung langsung membagikan selembar kertas pada kami, “Hafalkan kata-kata ini sebelum waktu Fan Meeting dimulai”, katanya singkat. Kami langsung menatap kertas itu penasaran.

“Mwoya?!”, teriak Key. Kami menatap kertas itu dengan bingung. Onew mengangguk tegas “Ne, hafalkan kata-kata ini. Minjae hyung bilang, Shawol Indonesia senang jika mendengar kita berbicara dalam bahasa Indonesia”, ucapnya dan kembali duduk di bangku’nya. Ia mulai menggumam pelan sambil membaca tulisan di kertas itu, “Uhhmp..ter..rima kass..ih. Terrimma kassih semmuannya karrena suddah dattang ke accara fan meeting inni”, ucapnya terbata dengan aksen Korea yang masih melekat.

Kami tertawa tertahan mendengar cara bicara’nya yang aneh. Onew hyung langsung menatap kami ganas. “Ya!! Jangan mentertawakanku!! Lebih baik kalian hafalkan percakapan itu baik-baik”, ucapnya galak. Kami langsung mengangguk pelan dan menatap ke kertas masing-masing.

Aku menatap kertas itu dengan pandangan kosong dan beralih memandang keadaan di luar dari jendela pesawat. Selama fan meeting ini berlangsung, aku sudah bertemu dengan banyak fans’ku, banyak dari mereka mengatakan “Saranghae, Minho Oppa” , atau mengatakan, “Oppa, apa menurutmu aku ini cantik?” , ucap mereka sambil tersenyum ceria. Sejujurnya aku benar-benar merasa terharu mendengar dan melihat cinta mereka padaku dan pada SHINee. Tapi ada 1 hal yang masih kutunggu, seseorang yangbisa membuat aku merasakan pengalaman yang baru.
====

..Jakarta, 30 Desember 2010, 08.45pm, Bandara Soekarno Hatta..

“TAEMINNIEE~!!”
“KEYYY~~!!”
“MINHOOOOO~!!”
“JINKIIII~~ DUBUUU~~ ONEWW~~!!!”
“JONGHYUN~!!”

Teriakan itu langsung terdengar bagai gema yang saling bersahutan saat kami memasuki lorong Bandara. Seperti biasa, Jonghyun hyung berjalan terlebih dahulu diikuti beberapa pasukan pengawal yang berusaha menahan serbuan dari para Shawol. Berikutnya, Onew hyung dan Taemin menyusul dengan langkah tergesa sedangkan Key hanya berjalan cepat sambil menutup wajahnya dengan masker putih. Sedangkan aku berjalan santai sambil tersenyum dan melambai singkat pada mereka semua.

Aku menatap mereka sekilas, mereka semua sama. Tak ada yang bisa membuatku merasa bahwa mereka itu berbeda, dan bisa mebuatku merasakan hal baru.

Aku tertawa kecil, hahahaha~ Choi Minho, kau bodoh!! Terlalu lama menjomblo membuat’mu hampir gila seperti ini ya? (==,)

PLUKKK!

Sebuah gumpalan kertas melayang dan terjatuh tepat di depanku. Aku mengernyit heran, mungkin ini ulah anti fans lagi??

Para pengawal itu mendekatiku dan seakan memberi isyarat padaku untuk cepat berjalan menuju mobil yang telah terparkir tak jauh dari tempatku berada. Aku mengangguk singkat dan berniat memungut kertas itu, tapi tepat saat aku akan mengambilnya, dengingan suara itu terdengar dan seakan memekikkan telinga.

“AAAAARGH~ !”, Teriak para Shawol yang juga mendengar dengingan suara itu. Aku menutup telingaku rapat dan melirik ke sekitar, mencoba mencari tahu sumber suara itu. Tapi, pandanganku langsung terhenti ke seorang yeoja yang tengah berdiri melewati pagar pembatas bagi para Shawol, dan yang membuatku makin bingung, dia memakai pakaian pengantin dan sedang membawa sebuah megaphone (Speaker) yang agak besar. Wajahnya menatap ke arahku dengan tegang, aigoo..ada apa sebenarnya ini?

Yeoja itu menarik nafas dalam-dalam dan mendekatkan microphone speaker itu ke bibirnya, sebelum akhirnya berkata, “CHOI MINHO, WILL YOU MARRY ME?!”

Mworago?! (O.o)
==
30 menit sebelumnya..
*Vieta’s POV*
Jakarta, 30 Desember 2010, 07.45pm, Bandara Soekarno Hatta

“Viee~ ayolahhh!! Kita pulang aja, dan anggap aja kalau gue nggak pernah bicara tentang hal bodoh ini”, ucap Risa, temanku. Sedangkan temanku yang lain, Farika, hanya bisa menatapku khawatir tentang ide gila ini.

Aku menggeleng kencang, “NGGAK MAU!! Pokoknya hal ini mesti terlaksana!”, ucapku sambil merapikan baju pengantin yang tengah kupakai. Aku mematut diriku di depan kaca spion mobil milik Risa dan memoleskan lip balm agak tipis ke bibirku. “Nan yeppeo, keurae?”, tanyaku pada mereka berdua hanya tersenyum amaaaat tipis sambil mengangguk singkat. Kelihatan sekali jika mereka amat tidak setuju dengan perbuatanku ini, padahal mereka berdua yang mengusulkannya padaku. (T.T)

Aku mengangguk senang dan memeluk mereka berdua, “Aigoo, santai saja!! Rilekss~ kalau gue berhasil dengan Minho, kalian juga akan kebagian untung kok. Bakal gue kenalin kalian ke Onew dan Siwon”, ucapku sambil menatap mereka bergantian. Aku bisa melihat wajah mereka sedikit berbinar saat mendengar kata-kata’ku barusan. 😄

“KYYYYAAAAA~~”, teriakan dari dalam deport kedatangan sudah mulai terdengar riuh. “OPPAAAA~”

Aku langsung menatap mereka berdua bingung, “Nan yeppeo? Nan Yeppeo? Nan yeppeo?”, tanyaku berulang kali sambil berjalan mondar mandir dengan gugup. Farika langsung menarik tanganku dan membuat langkahku terhenti, “Viee~ sumpah!! Jangan lakuin hal ini!! Sekalipun demi Siwon, tapi mendingan kita pulang aja~!! Cari aja calon suami yang normal, bukan SHINee Minho”, ucapnya sambil menatapku dengan penuh permohonan.

Aku menatapnya dilemma, “Tapii~”, ucapku ragu. “Vieee~ please! Jangan lakuin hal bodoh ini!! Sumpah, nanti bakal gue cari’in pacar yang mirip Minho deh”, tambah Risa. Aku makin dilemma. (TT.TT)

“KYAAAA~ JONGHYUN!!!”, suara itu makin membahana. Aku menatap ke dalam bandara dan bisa melihat para Shawol berkerumun di satu titik dan aku bisa melihat bayangannya, MINHO?!!

Aku langsung menyentakkan tangan Farika dari genggamanku dan segera mengambil speaker megaphone yang telah kusiapkan. Aku berlari kencang tapi baju pengantin ini malah membuatku kesusahan berjalan!!! Argggh, menyebalkan!! (>.<)

Sesampainya di kerumunan Shawol, aku malah kebingungan. BAGAIMANA CARANYA AKU MENEROBOS MASUK KE SITUUU~?! Aku melihat Jonghyun, Key, Onew dan Taemin langsung berlari cepat tanpa menoleh kea rah kerumunan Shawol. Sedangkan Minho malah berjalan santai, AHAAA~ KESEMPATAN EMAS!!

Aku segera menulis sesuatu dan melemparkan kertas itu kea rah Minho, dan PLUKK!, Yess!!! Mendarat tepat di depan kakinya!!😄

Selagi perhatian Minho tertuju ke kertas itu, aku langsung berlari ke pinggir ruangan dimana tak banyak Shawol yang berkumpul. EUREKAA~! Ternyata ada pagar pembatas yang tak dijaga oleh siapapun!😄
Aku langsung melompati pagar itu dengan lihai, dan.. BRRREEEKK~! Eeeh, suara apa itu?.

Aku menatap takut kea rah belakang dan memperhatikan pakaianku, dan benar saja~ BAJUNYA ROBEK DI BAGIAN BELAKANG GARA-GARA AKSI MELOMPAT’KU TADI!! (>.<) Aigoo~Ottokhe? Ini baju pinjaman pula!! Arggh, CHOI MINHO Sialan!! Akan kukutuk kau jika kau menolak lamaranku!!! XC

Aku masih berlari kencang, dan akhirnya aku berada di sini..berjarak hanya sekitar 20 meter dari tempatnya berada, tapi dari jarak segini pun, aku bisa merasakan bahwa jantungku mau keluar lewat mulut!! (>w<). Tanganku bergetar hebat saat menyalakan tombol ON di megaphone itu, sepertinya seluruh pandangan tertuju padaku. Ya, benar.. HANYA PADAKU dan segala tindakan gila’ku ini!!

Aku menatap sekeliling dan melihat Risa juga Farika sedang berteriak padaku dari balik jendela, tentu saja mereka mencegahku untuk melakukan hal ini. Tapi~ ahh..sudah percuma, semuanya sudah terlanjur, dan kini aku tak bisa mundur lagi.

Aku menghela nafas dalam-dalam, dan berteriak, “CHOI MINHO!! WILL YOU MARRY ME?!”.

Sepertinya seluruh ruangan menjaddi senyap setelah aku mengucapkan kata-kata itu. (==,)
==
*Minho POV*
..Jakarta, 30 Desember 2010, SHINee’s car, way to Hotel Indonesia..

“JINCCAYO?! Senekat itu?!”, Tanya Onew hyung tak percaya. Aku hanya mengangguk semangat sambil terkekeh sendiri, rasanya benar-benar hal yang seperti mimpi bisa menemukan hal yang kuidamkan di Indonesia. 😄

“Aigoo, semestinya yeoja seperti itu lebih pantas jadi fans Key yang hiperaktif”, ucap Jonghyun hyung sambil menatap Key. Sedangkan Key hanya menatap Jonghyun hyung dengan ganas. “Apa maksudmu, Kim Jonghyun?”, ucapnya. Jonghyun hyung langsung berpura-pura innocent.

“Lalu, bagaimana kelanjutannya hyung?”, Tanya Taemin yang masih penasaran dengan kelanjutan ceritaku. Mereka tidak tahu tentang kejadian ini, karena saat hal ini terjadi..mereka sudah tiba di mobil. Aku mengangkat bahu bingung, “Molla~, para pengawal itu keburu menarik gadi itu pergi entah kemana”, ucapku singkat sambil membuka lembaran kertas kumal yang dari tadi masih kugenggam erat.

WAIT ME IN FANMEETING!!! I’LL KIDNAP YOU!! FOR SURE!!

HAH? APA LAGI INI? (O.o) Sebenarnya ada apa dengan Indonesia? (=0=)
==
*Vieta’s POV*
..Risa’s Car, After that ACCIDENT..

“Huhuhuhu~ TEGAAA!!”, teriakku sambil terisak hebat. Farika menyodorkan tissue -yang entah keberapa- untukku, sedangkan Risa masih sibuk menyetir mobil menuju hotel tempat kami menginap.

“Pengawalnya gelo pisan!! Nyebelin!!”, teriakku kesal dan langsung membuat Risa menepuk tanganku dengan kesal, “Ssst, diam!! Gue mesti konsentrasi ke jalanan!!”. Aku masih merengek kesal, “Tapi kan, Cha~..kesel!! Masa gue udah dandan abis-abisan, tapi hasilnya malah kayak gini?! Percuma kan?!”, tanyaku kesal. Farika menghela nafas singkat, “Makanya kita udah bilang dari tadi, semua ini nggak akan berhasil. Lo’ nggak bisa dibilangin sih”, keluhnya. Aku hanya merengut sebal.

Risa tak sengaja melirik ke gaun yang sedang kupakai, “ASTAGHFIRULLAH!! INI GAUN’NYA KENAPA, VIETA?! KOK ROBEK?!!”, teriaknya kaget dan langsung memarkirkan mobilnya menuju ke sisi jalan untuk berhenti sejenak. Aku menatap baju ini dengan innocent, “Oh, iya..tadi robek waktu gue lompatin pagar. Hehehehe~”, aku terkekeh pelan.

Risa menggeleng frustasi, “GUE MATI!! Farikaa~ gue bakal dibunuh si Mamah kalo sampai dia tahu kalau salah satu gaun di butiknya tuh robek!!”, Risa mulai membenturkan kepalanya ke setir mobil. Farika hanya menggelengkan kepalanya bingung, sedangkan aku masih terkekeh innocent.

Tapi tiba-tiba aku teringat sesuatu, “Aaah~ gue lupa bilang, besok kita culik Minho ya?!”, ucapku santai. Mereka menatapku tajam dengan pandangan tak percaya. “CULIK?! IDE GILA APA LAGI ITU??”, Tanya mereka berdua berbarengan. Aku hanya tersenyum licik, “Aaah~ sudahlah, nanti juga kalian bakal tahu”, ucapku.

Risa menatapku beringas, “Vieta Annisa, kalau aja lo’ bukan sahabat gue, lo pasti bakal gue turunin di jalan SEKARANG!!”, ucapnya cepat. “Sabar, cha~ sabar~ jangan emosii”, Farika mencoba menenangkanku, sedangkan aku lagi-lagi hanya terkekeh innocent. 😄

“Yeah, let us kidnap the Guy named Choi Minho”
==
*Minho POV*
..Mall Indonesia, Jakarta,31 Desember 2010, 12.45pm..
[FANMEETING START!!]

“MENCULIKMU?”, Tanya Jonghyun tak percaya. Aku hanya mengangguk ringan sambil meneruskan menandatangani album kami, setelahnya aku tersenyum ramah ke yeoja yang terlihat antusias padaku. “Thank you”, ucapku singkat. Ia mengangguk senang dan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengannya, aku membalasnya santai, “Saranghae Oppa!!”, ucapnya saat tangan kami saling bertaut. Aku hanya tersenyum simpul dan mengangguk singkat, Aissh, lagi-lagi kata-kata itu~ .

Onew hyung menatap kami sekilas, kelihatannya dia penasaran dengan hal yang kami perbincangkan, tapi apa boleh buat..jarak kami terlalu jauh & hanya Jonghyun hyung yang duduk disebelahku. (^^). Jonghyun hyung masih menatapku penasaran, “Kau tak khawatir? Setidaknya kan kau akan diculik?”, bisiknya dan kembali berkonsentrasi pada sebuah album yang disodorkan oleh Shawol lainnya. Aku mengangkat bahu ringan, “Ahhh~ apa yang tak bisa dilakukan oleh seorang Choi Minho, hyung?”, jawabku. Jonghyun hyung hanya mengangguk membenarkan jawabanku.

Setelah kami menandatangani hampir 500 album milik para Shawol yang hadir ke FanMeeting ini, dan menyanyikan 5 buah lagu sebagai “hadiah” tambahan bagi mereka, akhirnya acara FanMeeting ini berakhir. Kami berlima beranjak kembali ke backstage tapi ternyata di sana telah ada 3 orang yang berpakaian rapat dan membawa beberapa alat kebersihan, sepertinya mereka memang cleaning service di sini.

Aku langsung duduk di sofa panjang yang berada di pojok ruangan dan mengecek handphone’ku, tapi..aishh, bagaimana aku bisa lupa untuk mengganti kartu handphone’ku? Aku masih menggunakan kartu untuk domisili Korea. (>.<) Aku menghampiri Key yang sedang asyik mengambil cemilan milik Taemin, “Kibum, kau sudah mengganti nomor’mu dengan yang khusus Indonesia?”, tanyaku. Dia mengangguk tanpa menoleh kepadaku, “Uhhah,khok. Emhangnnyha kamhu behlum ganthi?”, tanyanya dengan mulut yang penuh makanan. (Mungkin maksud perkataannya itu, “Sudah kok. Memangnya kamu belum ganti?”). Aku menggeleng sambil menunjukkan handphone’ku, “Lihat, tidak ada sinyal”. Key hanya mengangguk sambil berusaha menelan makanannya, “Ohh, minta saja ke Minjae hyung. Dia sudah menyiapkan bagianmu, tapi kemarin kau langsung tidur setelah sampai di hotel”, jelasnya.

Aku mengangguk paham. “Minjae hyung pasti ada di luar ya?”, gumamku pelan. Key mengangguk mengiyakan. Langsung saja aku beranjak pergi dari sini, tapi aku masih sempat melirik ke 3 cleaning service itu, sepertinya mereka sedang berdiskusi sesuatu dari tadi. Tapi, ahh..itu bukan urusanku. (=.=).

“Hyung, aku mencari Minjae Hyung dulu ya?”, pamitku pada Onew hyung. Dia hanya mengangguk singkat. Aku mengambil masker penutup wajah dan jaket adidas’ku sebelum pergi, setidaknya aku tak mau orang lain menyadari bahwa aku adalah seorang Choi Minho ‘kan?

Saat aku sudah keluar dari ruangan backstage, aku langsung memasang tudung jaket’ku dan memakai masker. Tapi baru beberapa langkah aku berjalan, wajahku serasa ditutupi oleh sesuatu yang menyesakkan dan segalanya jadi serba hitam. “MWOYA?!”, teriakku sambil berusaha melepaskan benda ini, tapi rasanya percuma saja, karena kedua tanganku langsung diikat oleh sesuatu dan kini sesorang tengah mendorong tubuhku menuju sebuah tempat yang tak kuketahui.

AKU BENAR-BENAR DICULIK?!!
==
*Vieta’s POV*
..Mall Indonesia, Jakarta,31 Desember 2010, 12.45pm..

“Heh, Vieta! Ngapain kita disuruh pake baju kayak gini?!!”, Tanya Risa sambil memperhatikan baju yang tengah kami kenakan. Aku hanya menatapnya santai, “Ini baju Office Boy yang gue curi dari kantor Papa”, ucapku sambil mengambil sapu, kain pel dan kemoceng yang sudah kusiapkan di bagasi mobil. Aku menyerahkan masing-masing alat itu pada mereka, “Nih, Farika dapet Kain pel, Risa dapet Sapu, gue dapet kemoceng”, ucapku bijak. Mereka masih menatap alat yang mereka pegang dengan bingung.

“Kita mau ngapain, sih?”, Tanya Farika bingung. Aku menjawab innocent, “Lho? Bukannya kemarin udah gue bilang kalau kita mau culik Minho?! Nah, sekarang kita nyamar jadi clening service!”. Mata mereka langsung membelalak tak percaya, “LO SERIUS?!”. Aku mengangguk yakin, “Ayoo~ lets go!! Kita ke backstage, sebelum acara mereka selesai”, ajakku dan menarik tangan mereka berdua. Mereka hanya berjalan pasrah mengikuti langkahku. 😄

Kami berjalan mengendap-ngendap menuju ruangan istirahat milik SHINee, beberapa orang sempat menetap kami heran, tapi setelah melihat seragam dan alat kebersihan yang tengah kami bawa, mereka hanya mengangguk-angguk dan membiarkan kami berlalu. Huuft, untunglah kalau tidak ketahuan!! XDD

Akhirnya kini kami berdiri di ruangan istirahat milik SHINee. Aneh, tak ada siapapun yang menjaga ruangan ini, kosong melompong. Asyyikk, ternyata Tuhan memang merestui tindakanku ini!! (^w^)
Aku langsung beranjak masuk ke ruangan itu, tapi Risa menarik tanganku, “Tunggu~~!! Gimana kalau nanti kita ketahuan terus dipenjara seumur hidup? Gue masih pengen nikah, Vieta!!”, ucap Risa dengan khawatir, sedangkan Farika masih melihat keadaan sekitar karena takut dengan orang yang menyadari keehadiran kami disini.

Aku menggeleng yakin, “Nggak akan, cha~! Santai aja. Lets go!!”, ucapku sambil menarik tangan mereka berdua untuk masuk ke dalam ruangan. Dan tahukah kalian?? Ruangan ini benar-benar menakjubkan!!! Mulut kami bertiga langsung menganga lebar saat melihat jaket, baju, topi, snack, dan make up yang ada di sini. Aku langsung beranjak ke sudut ruangan dan mengangkat sebuah jaket, “INI PASTI PUNYA MINHO~~ ! Gue pernah liat pas dia pake jaket ini di Dream Team!!”, ucapku semangat dan langsung memeluk jaket ini erat-erat. Hmmm, harumnya benar-benar memabukkan!! 😄

“Huwaaaa~~!! Ini pasti hoodie punya Onew!! Gue punya satu di rumah!!! Ya tuhann, gue punya barang yang kembaran sama Onew!!! XDD. Ya ampuun, bisa dibawa pulang nggak sih?”, Tanya Risa sambil menunjuk sebuah hoodie berwarna hitam yang tergantung di hanger coat. Aku hanya mengangkat bahu dan menatap Farika yang masih sibuk mencari barang milik Key, dan tak lama kemudian dia berteriak hebat, “KYAAAA~! Ini kaos Key yang dijual di Online Shop!!! Sama persis!! XDD”. Aku hanya tersenyum senang melihat kelakuan kedua temanku ini.

Tapi saat kami tengah sibuk memperhatikan barang-barang, tiba-tiba terdengar suara gaduh dari luar dan derap langkah mendekat ke ruangan ini. Kami langsung menaruh barang-barang itu dengan tergesa dan segera pura-pura membersihkan ruangan.

Tapii~ , “Arggghh!!”, kami menjerit tertahan saat melihat mereka masuk ke ruangan ini. Mereka masuk beriringan sambil mengobrol dengan bahasa Korea, dan..itu Onew, Jonghyun, Key, Taemin dan…MINHO!!! Ya ampunn~ dia tinggi banget, kayak tiang listrik!! (>////<)

“Onyuu~ Vie..Farika~ Itu Onyuu!!”, Risa malah mencubiti tangan kami berdua sedangkan pandangannya masih tertuju kea rah Onew yang sedang melepas jaketnya dan membuatnya hanya memakai t-shirt yang agak ketat, “Arggh, itu sixpack’nya~ Ya ampuun, gue mimisan~! (>/////<)”, ucapnya histeris. Aku berusaha menutup mulutnya, sedangkan Farika malah mupeng kea rah Key yang sedang memakan cemilan. “Key’nya cakeeeeppp~!!”, ucapnya tak kalah histeris seperti Risa. Arghh, 2 orang ini jadi gilaa!!! (TTT.TTTT)

Aku kembali memperhatikan Minho yang sedang berbicara dengan Key, dan setelahnya ia berbicara kepada Onew. Masalahnya, MEREKA BERBICARA DENGAN BAHASA KOREA!! Aku tak mengeerti apa yang mereka bicarakan. Mestinya aku kursus bahasa Korea dulu sebelum meutuskan untuk menculik Minho!! (>.<)

Tapi, ternyata Minho malah mengambil jaket dan maskernya. Lho? Dia mau pergi?! BAGUS, KESEMPATAN EMAS!!

Aku segera mengambil kantong plastic berwarna hitam yang berukuran agak besar dan menatap ke arah Risa, “ Pinjem kunci mobil lo!!”, bisikku tegas. Dia menatapku heran, “Buat apa?”, tanyanya. “Udahlahh~ buruan!!!”, desakku. Dia akhirnya menyerahkan kunci mobilnya itu dengan ragu.

Aku segera berlari keluar ruangan, untunglah Minho tak berada terlalu jauh dariku. Aku berjalan pelan..pelan..pelan sekali, dan.. “HUUUP”, ucapku saat menutup kepalanya dengan kantong plastic. Dia sempat berontak sejenak, tetapi aku segera mengikat tangannya dengan ikat rambut yang sedang kupakai.
YESSS, BERHASIL!!!
==
*Minho’s POV*
..Unknown Place..

”Awas kepalamu”, ucap sebuah suara di belakangku. Tapi aku benar-benar tak mengerti yang dia bicarakan, dia bicara dengan bahasa apa?

DUUAKK!!

“Awwww~”, erangku saat kepalaku terantuk sesuatu. ”Aissh, bukankah sudah kubilang, hati hati dengan kepalamu!!”, ucapnya lagi. Tapi ahh, percuma!! Aku tak mengerti apa yang dia bicarakan. (>.<)

Sampai akhirnya, aku merasakan bau yang taka sing, ini pasti di dalam mobil. AIGOO~ AKU BENAR-BENAR AKAN DICULIK?!! APA AKU AKAN DIJUAL KE MALAYSIA? ATAU MALAH DIMUTILASI? Aku tak bisa membayangkan jika di Koran-koran akan ada berita headline news, “SHINee Minho ditemukan terbunuh di Indonesia”. Argggh, apa-apaan ini??!!

Akhirnya, aku merasa bahwa ikatan di tanganku mulai dilepas dan penutup kepalaku mulai dibuka. Aku merasa sedikit lega sekarang, tapi saat melihat lurus ke depan, aku melihat wajah yang taka sing lagi, “KAUU?!”.
==
*Vieta’s POV*
..In Risa’s Car, with Minho (>/////<)..

”KAUUU?”, teriak Minho histeris. Aku hanya tersenyum garing, biarpun tak mengerti apa yang dia bicarakan, karena dia masih memakai bhasa Korea *tentu saja* (=3=). ”Sebenarnya apa yang kau inginkan?”, tanyanya sambil menatapku tegas. PESHHH, wajahku langsung memanas!! Ternyata wajahnya makin tampan jika dilihat dari jarak segini. 😄

”Hei, kau mendengarku?”, tanyanya sambil melambaikan tangan di depan wajahku. Aku tersentak kaget sejenak, “Ahh~ apa?”, tanyaku. Dia mengernyit heran, sepertinya kebingungan dengan bahasa yang kugunakan, “Kalau kau mau uang, akan kuberikan berapapun jumlahnya, tapi jangan culik aku”,, ucapnya lagi. Tapi, arghh..aku tak mengerti yang dia ucapkan.

“Uhmmp, can you speak English?”, tanyaku pelan. Dia menatapku bingung, tapi kemudian menarik nafas panjang, ”Ya, tentu saja aku bisa bahasa Inggris”, jawabnya. Aku menghela nafas lega, ”Hahhh~ baguslah kalau begitu. Daritadi aku seperti mendengar bahasa alien”, ucapku santai. Minho langsung menatapku ganas. Tapi aku langsung tersenyum innocent (senyum andalanku) 😄.

Baiklahh~ kalau begitu, ayo berangkat!!!”, ucapku semangat dan mulai menstarter mesin mobil. Minho menatapku takjub, “HEI, kau mau membawaku ke mana? ”. Aku menjawab tanpa menoleh ke arahnya, “Bukankah sudah kubilang? Aku akan menculikmu.”, aku kembali berkonsentrasi untuk mengeluarkan mobil dari tempat parkir. Lagi-lagi dia menatapku aneh, “Kau, serius ingin menculikku?”. Aku mengangguk senang, “Tenang saja, aku tak akan berbuat macam-macam padamu~~”.

”ARGGGH, HYUNG~ KIBUM~ TAEMINNIE!!, TOLONG AKUU”
==
*Author POV*
..SHINee backstage, after Minho gone..

DICULIKKK?”, teriak Onew tak percaya.

Risa dan Farika hanya mengangguk takut, “Maafkan teman kami, Oppa. Tapi dia sangat terobsesi dengan Minho. Tapi aku yakin kalau dia tak akan berbuat macam-macam pada Minho. Mereka pasti akan segera kembali”, ucap Risa pada Onew. Sedangkan Farika masih menatap kagum pada Key yang kelihatan khawatir.

Tapi, apa yang harus kami katakan pada Minjae hyung?!!”, tanya Jonghyun panic. Tepat setelah Jonghyun mengatakan hal itu, Minjae hyung datang ke ruangan itu, Risa dan Farika langsung kemblai berpura-pura membersihkan ruangan.

Anak-anak, ayo pulang! Kalian harus bersiap untuk kembali ke Korea”, ucapnya.

Loh, mana Minho?”, tanyanya setelah menyadari bahwa ada satu member yang hilang. Mereka berenam langsung berpandangan panic. “Uhhmp, Minho hyung tadi kembali ke hotel duluan. Katanya dia agak pusing”,, ucap Taemin polos.

Minjae hyung menatap Taemin curiga, tapi ternyata wajah Taemin yang polos dapat meyakinkan Minjae hyung. ”Ohh, arasseo, biarkanlah kalau begitu. Ayo kalian bersiap, aku tunggu di mobil”, tambahnya dan beranjak meninggalkan ruangan.

Key langsung menghampiri Farika dan Risa yang baru menarik nafas lega, “Katakan pada temanmu itu untuk segera mengembalikan Minho sebelum jam 6 sore!!”, seru Key tegas. Risa mengangguk takut, sedangkan Farika malah sibuk menatap Key dari ujung rambut sampai ujung kaki.

Akhirnya semua member beranjak pergi dari ruangan itu, hanya tinggal Onew yang masih membereskan barangnya. Tak lama kemudian, ia berjalan pelan sambil membawa beberapa perlengkapannya, tapi ia berdiri sejenak di depan Risa yang masih menatapnya gugup. ”Risa-ssi”, ucap Onew pelan. Risa langsung meneguk ludah dengan gugup, “Y..ya..ya, Oppa?

Onew melirik ke gelang yang melingkar di tangan Risa, “Kau fans’ku?”, tanyanya. Risa melirik ke gelang yang sedang dipakainya, memang gelang itu adalah gelang yang sekarang sedang dipakai oleh Onew, gelang yang sama persis. “Ahh~ iya, aku fans’mu”,, jawabnya cepat.

Onew tersenyum manis dan mengeluarkan hoodie hitam yang tadi dipegang oleh Risa, “Untukmu, sebagai hadiah untuk bersedia menjadi fans’ku”, ucapnya lembut. Risa menganga tak percaya. Onew tersenyum sekilas dan mengacak rambut Risa yang masih shock, “Jangan lupa bilang kepada temanmu untuk mengembalikan Minho tepat waktu”, ucap Onew lagi. Mereka mengangguk cepat. Onew beranjak pergi tanpa menoleh lagi kea rah mereka.

Dan tepat saat langkah Onew mulai terdengar menjauh, “AAAAAA~ FARIKAAA!!! HADIAH DARI ONYUU!!!!”. XDDD
==
*Vieta’s POV*

Aku memarkirkan mobil di pelataran parkir, sedangkan Minho masih menatap santai keluar jendela. “Hei, ayo keluar”, ucapku dan mulai mematikan mesin mobil. Dia memandangku heran, “Ini dimana? Mau apa kita ke sini?”, tanyanya beruntun. Aku mendesah kesal dan segera menarik tangannya untuk keluar, “Ayooo~ aku akan menunjukkan Indonesia padamu”, jelasku. Ia makin bingung tapi akhirnya mengikuti perintahku untuk keluar dari mobil.

Setelah keluar dari mobil, aku segera memberikannya topi yang sedang kupakai, “Ini, pakailah. Jangan sampai ada yang mengenalimu”,, ucapku. Dia memakai topi itu dengan patuh, dan kalian tahu? Dia makin TAMPAN!! 😄

Ini dimana?”, tanyanya penasaran. Aku menatap lurus ke depan, ““ Ini namanya MONAS!!”, ucapku sambil menunjuk ke bangunan yang tinggi menjulang di depanku ini. Dia terlihat agak tertarik.

”Monas?”, ucapnya. Aku mengangguk. ”Ini symbol Negara Indonesia, khususnya kota Jakarta”, jelasku semangat. Dia mengangguk-angguk. Aku tersenyum senang dan menarik tangannya ke dalam monas. ”Ayo, masuk ke dalam”.

Dia mengikutiku dengan patuh, hahahaha~~lucu sekali dia!! 😄. Sesampainya diatas monas, kami langsung antusias dengan segala hal yang ada disana. Dia sering bertanya, ”Apa ini?” atau ”Apa itu?”. Benar-benar seperti anak kecil berusia 5 tahun. (^^) Untunglah di dalam monas ini tidak terdapat banyak pengunjung, dan rata-rata pengunjung yang datang ke sini, hanya pengunjung dari daerah dan sudah manula. Jarang terlihat remaja seusia kami yang datang ke sini, jadi aku bersyukur tak ada orang yang menyadari bahwa di sebelahku ini adalah SHINee Choi Minho.😄

KRUUYUUK~

Aku mendengar suara itu terdengar dari perut orang yang disebelahku, dan dia adalah Minho. Dia langsung menunduk malu sedangkan aku hanya terkekeh pelan. Wajar saja, ini memang sudah waktunya makan siang, kan? 😀. Aku menarik tangannya lagi untuk keluar dari Monas, ”Kalau lapar, bilang saja. Aku pasti akan membelikanmu makan kok”, ucapku. Sedangkan dia hanya hanya tersenyum simpul. Arggggh, senyumannya manisss!!!

”Mau makan apa?”,, tanyaku saat kami sudah ada ddi luar monas. Dia mengangkat bahu, ”Apa saja, terserah padamu”, ucapnya sambil mengelilingi pandangan, dan dia tertarik ke satu titik, ”Heii, bukankah itu binatang Kijang?”, tanyanya antusias. Aku mengangguk sambil menatap kea rah Kijang yang sedang berkumpul itu, ”Ahhh~ bagaimana jika kita makan makanan tradisional Indonesia saja? Dan kita makan di dekat Kijang itu?”, usulku. Dia langsung mengangguk setuju. Kami berjalan menuju pedagang Soto Betawi dan setelah memesan, akmi beranjak mendekati kijang itu.

Ternyata Minho sama sekali tak takut dengan Kijang, suatu hal yang sangat menyenangkan saat melihatnya tertawa saat mengelus Kijang-kijang itu. (^^). Tapi tiba-tiba ia tersenyum ke arahku, ”Ternyata suatu hal yang mengasyikkan untuk diculik olehmu”, ucapnya senang. Aku hanya tersipu, ”Kau tak marah padaku?”, tanyaku sangsi. Ia menggeleng pelan, ”Aku malah ingin mengucapkan terima kasih karena telah mengenalkan negara’mu padaku”, ucapnya. Aku mengangguk pelan.

Ring Ding Dong, Ring Ding Dong
Calling..Risa!!

Aissh, untuk apa dia menelpon disaat seperti ini? XC. Mengganggu kebahagiaan orang saja!!
“Halo?”tanyaku singkat. “Vieta, lo dimana sekarang?! Buruan balikin si Minho ke hyung-hyung’nya yang laen. Dia udah dicariin tuh!!”, ucap Risa cepat. Aku hanya menggugam pelan, “Iyaa~ sebentar lagi juga mau aku balikin kok. Udah ya, bye~~”, jawabku dan langsung menutup telefon tanpa menunggu jawaban dari Risa, karena dia pasti akan marah besar. 😄

Tak lama kemudian, soto pesanan kami datang. Minho sempat memandang ragu kea rah makanan kami, tapi setelah mencicipi sedikit, dia langsung memakannya dengan lahap. ^^. Tak sampai 30 menit, makanan kami telah tandas.

”Apa itu?”, tanyanya sambil menunjuk satu arah. ”Itu delman. Kau mau naik?”, tawarku. Dia langsung mengangguk tanpa ragu.

Dan disinilah kami sekarang, tertawa riang saat menaiki delman. Hahahaha~~ ”Ini sangat menyenangkan~”, ucapnya senang. Aku tersenyum simpul. ”Oh, iya, siapa namamu? Dari tadi aku hanya memanggilmu dengan HEI saja kan?”, tanyanya lembut. Aku menggeleng singkat, ”Tak pernah ada penculik yang membocorkan identitasnya kan?”, jawabku. Minho menatapku heran tapi kemudian terseenyum dan mengacak rambutku pelan. ”Kau memang unik”, katanya singkat. 😀

”Nah~ ayo kita pulang”, ucapku saat kami telah selesai menaiki delman. ”Pulang? Bukankah kau sedang menculikku?”, tanyanya heran. Aku menarik tangannya menuju mobil, ”Inilah caraku untuk menculikmu, Choi Minho. Terima kasih telah menjadi tawananku selama seehari ini.”,, ucapku dan kembali mendorong tubuhnya menuju mobil.
Entah kenapa, tiba-tibaa wajah Minho menjadi murung.
==
*Minho’s POV*

Mungkin ini tedengar gila, tapi aku menikmati diculik olehnya. Tapi aku tak bisa mengatakan bahwa aku ingin tetap bersamanya kan? Jadi aku hanya mengikuti kata-katanya saja saat dia mengendarai mobilnya menuju hotel tempat kami menginap. Sepanjang perjalanan, kami hanya mendengarkan lagu dari radio dan tak berbincang. Entah kemana suasana ceria yang tadi tercipta tadi.

Sampai akhirnya kami tiba di hotel, dia menatapku aneh, ”Bisakah aku meminta tebusan untuk dirimu?”, tanyanya pelan. Aku tersenyum simpul dan mengambil tissue yang ada di dashboard mobilnya, dan menuliskan sesuatu disitu. Dia terlihat penasaran, tapi aku menghalangi pandangannya untuk tidak melihat apa yang sedang kutulis. Tak lama kemudian, aku segera melipat tissue itu dan menyerahkannya padanya. ”HEI, terima kasih untuk hari ini. Aku sangat menikmati penculikanmu ini”, ucapku sambil mengacak rambutnya pelan.

Aku keluar dari mobil dan segera berjalan santai menuju hotel, tapi baru beberapa langkah aku berjalan..suara itu sudah terdengar dari dalam mobil. “KKKKYYYAAAAA~~!!!!”.

Dasar perempuan aneh~!
==
*Vieta’s POV*

Dia menyerahkan sebuah tissue padaku. Aissh, padahal aku berharap jika dia memberikan baju, gelang, atau accessories yang sedang dia pakai untukku. Tapi dia malah menulis sesuatu di tissue itu, yahh..paling-paling ini hanya tanda tangan.

Aku membuka tissue itu dengan malas, dan melihat serangkaian angka tertera di situ, ini.. NOMOR HANDPHONE? Dan dibawahnya ada tulisan hangul yang berbunyi, SARANGHAE?!!

“KYAAAAAA~~!!!”
==

*MISSION : LETS KIDNAP A GUY NAMED CHOI MINHO.
*RESULT : BIGGGGG~~ SUCCESS!!!! XDDD

_END_

Diary Of Boy Sitter (DOBS) chapt 1/13

note : pikirkan jika anda adalah seorang Kwan Nara, perempuan berusia 18 tahun yang melamar pekerjaan d SMent.  Dan ternyata anda mendapat pekerjaan sebagai manager Super Junior.  Inilah kehidupan anda selanjutnya.


=====

“Kyaaa~~ Leeteuk Oppa!!!”

“Siwoonn~~”

“Kyuhyun~~!!”

“Super Junior Saranghae!!!”

Yahh, lagi lagi teriakan kompak dari para ELF inilah yang mesti kudengar dan kulihat dari balik stage. Apa mereka nggak pernah bosan meneriakkan nama 13 cowok itu? Oh, mungkin saat ini hanya ber 12 karna Kibum minus hadir saat ini. . Jujur saja, aku bosan mendengar teriakan itu. Apa mereka nggak pernah capek berteriak begitu?

Oya, kenalkan.. namaku Kwan Nara. Umurku baru 18 tahun. Dengan jabatan sebagai “setengah manager” Super Junior, aku sudah menghabiskan waktu bersama mereka ber 13. Mungkin aku sudah bersama mereka semenjak Kyuhyun baru bergabung dengan Super Junior. Cukup lama ‘kan?

“Kamsahamnida”, ucap mereka ber 12 sambil membungkukkan badan bersama-sama.

“Encore.. encore..”, teriak para ELF kompak. 12 cowok itu hanya melambaikan tangan sebagai tanda perpisahan sambil tersenyum dengan gaya pikatnya masing masing.

“HUAAAAHH!!!”, teriak Leeteuk ketika mereka sudah berada di Backstage.

“Nara!!! Air!!!”, ucap Eunhyuk padaku.

“Nara!!! Handuk!!”, teriak Hankyung.

“Nara!! Pijitin akuu!!!”, sahut Donghae.

“Hei, apa oppa nggak pernah mikir??? Tanganku Cuma ada dua!! Bisa nggak sih oppa nyuruh satu-satu dulu?”, aku mulai marah. Huuff, mungkin ini salah satu dampak dari PMS. Selalu saja marah-marah.

Tiba-tiba Sungmin langsung mengecup pipiku, “Jangan marah marah terus. Nanti kamu nggak cantik lagi loh, Nara”, ucapnya.

“KYAAA!!!! Apa apaan iniii Sungmin oppa???”, teriakku nggak terima tapi sekaligus malu. Sialaann!! Lagi lagi aku dikalahkan dengan ‘aegyo’ nya.

Sedangkan Ryeowook langsung dengan sigap melempar handuk kea rah Hankyung dan sebotol air mineral pada Eunhyuk. “Hyung, bisa kan ngambil minuman sama handuk itu sendiri? Jangan nyuruh Nara terus. Kasian dia.”, ucap Ryeowook pada Eunhyuk dan Hankyung.

“Ryeowook oppa, saranghae!!!”, teriakku sambil memeluk Ryeowook. Ryeowook langsung salah tingkah, tapi tetap membalas pelukanku.

Tiba-tiba Leeteuk langsung ikut berpelukan dengan kami. Diikuti dengan 10 member lainnya.

“OPPA!!! AKU KEJEPIIT!!”, teriakku pada sluruh 12 cowok menyebalkan itu.

“Saranghae, Nara!”, teriak mereka ber 12 kompak, membuatku tersenyum tak karuan. Yaah, biarlah. Kali ini kumaafkan mereka semua.

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

Di perjalanan pulang ke dorm, mereka langsung tertidur nyenyak kecuali Kyuhyun dan Siwon yang duduk di samping kiri dan kananku. Yaah, mobil Suju memang semacam minibus yang cukup untuk menampung kami ber 13. Tapi sialnya kenapa kali ini aku kebagian duduk dengan Siwon dan Kyuhyun yang notabene cowok ganteng?? Aku jadi speechless. Aku mencoba mengalihkan kegugupanku dengan mendengar lagu SHINee. Yahh, mungkin mengalihkan perhatian ke suara dan senyuman Onew akan membuat kegugupanku hilang dari 2 cowok ganteng ini.

“Nara”

“Stand by me, nal jikyopagyo..”

“Nara”

“Ajik sarange sotungot kata..”

Tiba-tiba ciuman 2 cowok itu sudah mendarat di kedua pipiku. PESSSH, mukaku langsung seperti kepiting rebus. Merah sempurna. “OPPPPPPAAAA!!!”

“Habisnya, dari tadi ‘kan kita berdua manggil kamu. Kamu nya malah asyik nyanyi”, sungut Kyuhyun sambil memonyongkan bibirnya.

“Lagian kamu denger apa’an sih?”, Tanya Siwon sambil mengambil headphone yang terpasang di telingaku. “Ohh, SHINee..”, ucapnya dengan nada yang menurutku sangat dibuat-buat.

“Hohohoho… Onew yaa??” goda Kyuhyun sambil menoel pipiku yang memerah lagi.

“Apa-apaan sih, oppa? Ada ada aja nih!!”, ucapku sebal tapi tak bisa dielakkan lagi, memang itulah kenyataannya. Yaaa, aku menyukai Onew semenjak SHINee debut pertama kali di SM entertainment. Suaranya yang merdu dan senyumnya yang lucu makin membuatku mengaguminya.

“Aku punya nomor hapenya Onew kok”, ucap Kyuhyun sambil mengutak atik handphone nya sebentar.

“NGGGAAAAKK!!!!”, teriakku menghentikan omongan Kyuhyun sambil menutup mulutnya dengan buku yang sedang kubaca barusan. Tapii, kenapa baru kusadari kalau jarak kami dekat sekali? Muka kami hanya dipisahkan oleh buku yang tipis ini. Tak pelak, mukaku memerah lagi.

CKREKK..

Tiba tiba dari depan bangku kami, sudah ada Heechul yang sedang memotret kami dengan camera digital miliknya. “Yeeehh, ada skandal baruuu!!! Bakal aku upload ke Cyworld yaa?? Leeteuk hyung, ayo upload foto ini. Jangan terus-terusan ngisi cyworld mu sama curhatan stress mu itu. Refreshing dong, hyung!”, ucap Heechul pada Leeteuk yang duduk di sebelahnya. Leeteuk hanya mengangguk pelan sambil melirik foto ‘skandal’ tadi sekilas.

Entah kenapa, aku merasa dari tadi Leeteuk terlihat berbeda.

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

Sesampainya di dorm, kami langsung pergi ke kamar tidur masing-masing, kecuali aku, Shindong, Yesung dan Leeteuk. Shindong langsung membuka kulkas dan mengambil beberapa cemilan untuknya sendiri.

“Oppa, ini sudah malam!! Nggak boleh makan snack”, gertakku sambil merebut snack yang diambil Shindong. Sebagai member Boyband terkenal memang diharamkan untuk makan snack diatas jam 7 malam. Ugh, kasihan memang. Tapi apa boleh buat?

“Nara, please… aku belum makan snack dari tadi!!”, ucap Shindong dengan pandangan memelas padaku. Uhh, kenapa aku selalu kalah dari 12 cowok ini??

“Udahlah, Nara. Kasih aja. Daripada nanti malah kamu yang dimakan Shindong, mending kamu kasih aja tuh snack”, ucap Yesung sambil menyeruput cola’nya.

“Ya udah, nih..”, ucapku sambil menyerahkan snack itu pada Shindong. Shindong tertawa kencang sambil memelukku erat. “Gomawo, Nara!!!”

“HHHEEK!!! OPPA, AKU MATII!!! KEHABISANN NAFASS!!”, teriakku sambil berusaha melepaskan diri dari Shindong. Leeteuk dan Yesung malah terkekeh pelan melihatku tersiksa seperti ini.

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

Keesokan harinya…

Membuat sarapan untuk 12 cowok memang nggak gampang. Apalagi tiap orang ingin menunya masing-masing. Huaaaahh, aku bisaaa matii!!!!

“Nara, perlu bantuan??”, Tanya Ryeowook saat melihatku yang kelimpungan mengiris bawang Bombay.

“Oppa, udah bangun?”, tanyaku yang keheranan karna nggak biasanya ada member yang bangun jam 5 pagi seperti ini.

“Udah. Kemaren insomnia. Jadi nggak bisa tidur”, ucap nya lagi. “Aku mesti ngebantuin apa?”, Tanya Ryeowook.

“Oppa bisa ngiris wortel kan?”, tanyaku dan dijawab oleh anggukan nya. “Nih, iris wortelnya tipis-tipis”, aku menyerahkan wortel itu pada Ryeowook.

“Pagi, Naraa~~”, ucap Hankyung yang tiba-tiba datang di dapur. “Mau masak apa??”, tanyanya lagi sambil melihat makanan yg sedang kumasak.

“Ddukboggi”, jawabku datar.

“HAH?? Pagi pagi udah makan ddukboggi??”, Tanya Hankyung tak percaya. “Jangan-jangan kamu mau ngeracunin kita ya?”, tanyanya skeptis. Aku yang sudah mulai kebal mendengar protes seperti ini hanya bias diam dan berkonsentrasi memasak.

“Hussh, hyung!! Jangan berisik. Terima aja apa adanya! Masih mending ada yang mau bikinin makan buat kita ber 12”, ucap Ryeowook lagi, membuatku ingin mengucapkan berjuta terima kasih dan saranghae padanya.

“Yaudah, jadi sekarang aku bisa bantuin apa?”, Tanya Hankyung mengalah.

“Oppa siapin piring aja deh. Jangan lupa sumpitnya. Oya, bersihin dulu mejanya ya?”, suruhku pada Hankyung.

Hankyung langsung hormat ala tentara dan langsung bergerak kea rah meja makan.

Walaupun kadang kadang mereka menyebalkan, tapi aku menyayangi mereka semua.

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

“Selesai”, ucapku spontan saat kami bertiga selesai menata meja makan. Shindong dan Kangin langsung berderap menuju meja makan. Dasar, mereka berdua ini memang yang paling gampang disuruh makan.

“OPPAA!!!! MAKANAN UDAH SIAPP!!!”, teriakku sekuat tenaga. Sampai-sampai Hankyung menutup kupingnya karena tak kuat mendengar gelombang ultrasonik dari suaraku.

“Nara, sekali-sekali bersikaplah seperti perempuan pada umumnya”, ucap Kangin sambil mengambil piringnya.

“Perempuan pada umumnya? Perempuan yang selalu berteriak histeris saat melihat Oppa show?”, tanyaku pada Kangin. Kangin mengangkat bahunya sambil mengemut sumpitnya.

“Yaah, mungkin seperti itulah contohnya”, ucap Kangin lagi.

“Jadi aku mesti berteriak ‘KYAAAA~~ KANGIN OPPA, SARANGHAE!!!’ atau ‘KYAAA~~ RYEOWOOK OPPA,KIAWAAA!!!’?” teriakku sambil menirukan gaya para ELF saat melihat mereka show. Heechul yang datang tiba-tiba malah tertawa terbahak-bahak saat melihatku berteriak seperti itu.

“NGGAK COCOK!!!”, teriak Sungmin, Eunhyuk dan Yesung di belakangku. Aku melempar sandal milik Shindong ke arah mereka bertiga, tapi sialnya mereka bisa dengan gesitnya menghindari sambitan sandal dariku.

“SIWON OPPA!!! PAKE BAJUNYAAAA!!!!”, teriakku saat melihat Siwon keluar dari kamarnya dengan telanjang dada. TIDAAK!! Mukaku menjadi panas dan memerah lagi. Spontan aku menutup mukaku dengan piring yang ada di hadapanku.

“Nara, kemarin aku keluar kamar mandi Cuma pakai handuk, tapi mukamu datar-datar saja. Kenapa pas lihat Siwon seperti itu, mukamu langsung merah??”, tanya Hankyung heran.

“JANGAN OMONGIN HAL BEGITUAAAANN!!!!”, teriakku sambil berlari ke kamar. Huh, kenapa mereka bisa dengan tenangnya ngomongin hal begituan dihadapanku??

Aku menutup pintu kamar. Tapi..

“KYAAAAAA!!!!”, teriakku saat melihat Kyuhyun yang sedang membuka bajunya dan Donghae yang keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk yang melilit tubuhnya.

GUBRAKK!!!

“Heiii, hyung!! Nara pingsannn!! Mimisan pula!!”, teriakan Kyuhyun lah yang sempat kudengar sebelum segalanya terasa berputar.

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

“Naf.. Buat..”

Sayup-sayup aku mulai bisa mendengar suara.

“Hah? Ngga.. Dia.. Cum.. Pings.. Bukan.. Tenggel..”

Aku mencoba membuka mata perlahan, tapi siall.. mataku seakan berat sekali!!!

“Tapi tetep butuh nafas buatan, hyung!”, aku yakin suara cempreng ini pasti suara Sungmin

“Yaudah, terserah!”,ucap suara yang lain.

NAFAS BUATAN?? APA-APAAN NIH??

Aku membuka mataku secara paksa. Tapi saat aku membuka mata, kurang dari jarak 5 senti, bibir sungmin sudah ada di depan wajahku.

“KYAAAA!!! COWOK MESUUMMM!!! TOLONGGG!!”, aku berteriak kencang sambil mendorong Sungmin sekuat tenaga. Otomatis Sungmin tersungkur hingga 2 meter dari tempatnya semula. “Sungmin Oppa mesumm!!!”, teriakku lagi

“Heh!! Enak aja aku dibilang mesum! Aku ‘kan pengen bikin kamu sadar, Nara.”, ucap Sungmin tidak terima.

“Tapi aku ‘kan Cuma pingsan, Oppa. Bukannya tenggelam!”, ucapku sambil menutup dadaku dengan selimut. Entah apa maksudnya, tapi rasanya refleks saja.

“Nahh, sudah kubilang ‘kan?? Kalau orang pingsan tuh nggak usah dikasih nafas buatan”, sahut Leeteuk tiba-tiba.

“Lha? Ideku buat kasih nafas buatan itu ‘kan lebih mending dibandingin ide Leeteuk hyung buat kasih pijatan apaa gitu yang mesti menekan dada gitu! Iya kan, hyung??”, tanya Sungmin ke hyung nya yang lain. Dan dijawab oleh anggukan yang lainnya.

Aku melempar guling dan bantal yang ada di sampingku dengan penuh emosi ke arah Leeteuk. “Leeteuk Oppa, kubunuh kauuuu!!!!”

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

^^^^^^^^^^^^

“Donghae Oppa, besok ada interview radio jam 10 di Chin Chin. Ok?”, ucapku sambil membolak balik buku jadwal show milik Donghae.

“Chin Chin? Ok”, ucap Donghae sambil meneruskan browsing nya di internet. Aku mengangguk sekilas dan beranjak meninggalkan kamar Donghae. “Nara, Tunggu!!”, panggil Donghae dan menahanku keluar dari kamarnya. “Besok kamu ikut aku ke sana, ya?”

“Kesana? Ke Chin Chin? Bareng Oppa? Ngapain?”, tanyaku beruntun.

Donghae masih santai mengetik sesuatu di komputernya. “Karenaaa… Onew jadi penyiar di radio itu. Kamu nggak mau ketemu Onew?”, tanyanya sambil menunjukkan wallpaper SHINee di laptopnya.

BLANKK!!! Mukaku memerah lagi. Apa di dahiku ini tertulis, ‘AKU SUKA ONEW’ sejelas itu? Sampai-sampai Donghae yang anti bergosip ini, sampai tahu bahwa aku suka Onew?

“Apa-apaan sih, oppa? Gosip darimana tuh?”, tanyaku mencoba menutupi kegugupanku. Donghae hanya tertawa renyah, sambil meleparkan suatu kertas kumal padaku. Aku menangkap kertas itu dengan sigap. “Apaan nih, Oppa?”, aku membolak balik kertas berisi angka angka itu.

“nomor hape’nya Onew!”, ucap Donghae santai.

“TIDAAAAAKKK!!!”, aku melempar kertas itu kembali ke arah Donghae. “Nggak mau, Oppa!!! Buang.. Buang.. Buang!!!”, teriakku histeris.

“Iyaa, iyaa.. dasar, kamu tuh!! Pengen banget jadi secret admirer nya Onew”, ucap Donghae sambil memungut kertas yang tadi kulempar. “Tapi besok kamu kesana bareng aku, ya?”, tanyanya lagi.

Aku berpikir sejenak. Akhirnya kujawab dengan anggukan singkat. “Tapi aku bakal diem di mobil aja, ya?”.

Donghae mengangguk sambil mengacak rambutku pelan. “Oh iya, kamu udah liat ini belum??”, tanya Donghae dan kembali menekuni laptopnya lagi.

“Apaan?”, tanyaku penasaran. Donghae menunjukkan cyworld milik Heechul dan disitu terlihat fotoku yang sedang menutup mulut Kyuhyun saat di minibus. Untungnya foto wajahku di-blur oleh Heechul.

“APAAAA???”, teriakku histeris saat melihat comment netizen (yang rata-rata ELF).

‘Siapa cewek ini?’

‘Pacar Kyuhyun?’

‘Mereka lagi ngapain?’

‘Kyuhyun Oppa, u’r my heartbreaker!!’

‘Kalau misalnya aku ketemu cewek ini, pasti kubunuh dia karena sudah merebut Kyuhyun-ku!!’

‘Kyuhyun Oppa sudah punya pacar? Chukkae, Oppa!!!’

Aku langsung berderap menuju kamar Heechul. “HEECHUL OPPA!!!! APA YANG SUDAHH KAU LAKUKANNN???”.

Tapi dikamarnya, Heechul malah tertawa garing, “Nggak apa-apa ‘kan, Nara?? Ini kan Cuma bercandaaa~!!”, ucapnya dengan wajah tanpa dosa.

“Oppa, bercandamu keterlaluaaaaannnn!!!!!”, aku pergi menuju kamar Kyuhyun untuk meminta bantuannya. (aku merasa, Kyuhyun juga pasti merasa terintimidasi karna foto itu)

“Kyuhyun oppa!! Oppa udah liat cyworldnya Heechul oppa?”, ucapku berapi-api.

“Udah”, jawab Kyuhyun santai sambil tetap berkonsentrasi ke warcraft game’nya.

“Trus?”, tanyaku heran. “Kenapa responnya sedatar itu?”

“Yah, nggak apa-apa. Toh muka kamu juga di-blur kan? Nggak bakalan ada ELF yang tau dong.”, ucapnya masih santai.

O M G!!!! Kenapa bisa ada cowok yang nggak sensitif kayak mereka ber 12???

Aku mendengus kesal dan beranjak menuju kamar. Aku ingin berteriak!!! Arrgh, PMS sialaaann!! Padahal aku nggak pernah nangis jika diperlakukan begini oleh 12 cowok gila ini, tapi skarang?? Masa aku nangis?? Arrrrgh, aku benci saat saat melankolis begini!!!

Tapi, tiba-tiba terdengar alunan merdu piano dari ruang tengah.

Lagu ini? “My Memory” . Nggak ada satupun member suju yang bisa memainkannya kecuali dia!! Apa mungkin dia kembali?

Aku langsung beranjak ke ruang tengah. Perasaan bahagia langsung membludak di dadaku saat aku melihatnya memainkan piano dengan senyuman khas nya.

“KIBUM OPPA!!!”, teriakku tak percaya. Kibum tersenyum saat melihatku yang datang menghampirinya sambil terisak hebat.

“Nara, kamu masih tetep cengeng ya?”, tanya Kibum sambil merentangkan tangannya dengan lebar. Aku berlari menghampirinya.

Tapi..

BYURRR!!!!!

Aku membuka mataku lebar-lebar. Seluruh badanku kini basah kuyup. Aku melirik sekitarku, ada Sungmin yang sedang memegang ember, Shindong yang memegang kipas bambu, Leeteuk yang membawa minyak kayu putih, dan Eunhyuk yang memegang kaus kaki.

“Apa-apaan nih, oppa???”, tanyaku heran dan bingung.

“Naraaaaaa!!! Akhirnya kamu sadar jugaaa!!”, ucap Eunhyuk sambil memelukku. “Tau nggak, kamu pingsan hampir 3 jam!”, ucapnya lagi.

“Iya, aku udah ngipasin kamu pake tenaga turbo. Tapi kamu ttep gak sadar!!”, ucap Shindong sambil menggerakkan kipasnya kesana kemari

“Aku udah ngolesin kayu putih ke sluruh muka kamu, tapi masih nggak sadar juga”, ucap Leeteuk sambil menatapku khawatir

“Untungnya aku punya ide buat nyiram kamu pake air, Nara!! Gimana? Briliant kan ide ku??”, tanya Sungmin sebari membanggakan diri.

Aku mengangguk pelan sambil sedikit menggigil kedinginan. “Truus~ Eunhyuk Oppa, ngapain bawa kaus kaki itu? Bau’nya sampe kecium ke sini loh, Oppa”

Eunhyuk hanya nyengir geje, “tadi aku masukin kaus kaki ini ke mulut kamu, Nara. Tapi kamu nggak sadar juga”, ucap Eunhyuk pelan.

HOEEEKKKKKKK!!!!!!!

Kehidupanku di dorm ini bersama mereka ber 12, belum dan sepertinya nggak akan pernah berakhir. Tapi jujur saja, aku kangen Kibum Oppa. ❤❤ Aku kangen liat senyum Kibum Oppa yang slalu bisa menenangkan hatiku.. Kibum Oppa, cepat pulang. Kami disini merindukanmu…. =D

bye bye

Nara’s Room, 14 Sept ’09

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

TBC

SM Town kompleks [Kompleks SM Town Artist] chapt 3/?

Narator : Cerita ini kembali bermula dari keadaan di SM kompleks yang tenang, damai, tentram dan….

JRENGGGG!!!
BRANGGG!!!
TRINGGGG!!!
DUUUAAKK!!
DDUUTT!!
*lha?? Bunyi apaan ntuu??*

Narator : ~pingsan dalam sekejap gara-gara penyakit jantungnya kumat~

Author : *entah muncul dari mana* BAIK!! Mari kita tinggalkan saja narrartor yang nggak guna ntu.. sebagai gantinya, saya akan merangkap sebagai narrator juga. *sudah siap sedia dgn blazer khas penyiar berita*

Narrator : HHHEEEKK!!! HELLPPP!!! *teriak minta pertolongan*

Author : *wajah tanpa dosa* LANJUUT!!

Narrator : HEELLPP!!! *makin meronta.. (kasiann bgt wajahnya.. uda kayak ayam abis d sembelih) *

Author : *Mengibaskan rambut dengan anggun* Aduuh, tolong ya sekuritiiiii~~ buang aja nii orang k air terjun niagara.. *nunjuk k arah narrator*

Sekuriti : *hormat ala TNI* Siaapp, mbak!! Laksanakan..

~sekuriti mengangkat narrator entah kemana~

Author : huffft, legaa.. gangguan nya udah ilang entah kemana!!! Next, critanya lanjuttt…

*Musik opening kayak di LIPUTAN 6 di SCTV ntu tuhh..*

Author : Pembaca sekalian, taukah anda… suara apa yang membuat narrator sampe kumat penyakit jantungnya??? *diam sejenak* Iyaaa,,benar sekalii saudara-saudara!!! Jawabannya adalah : Karena TAEMIN sedang bikin BAND!!!

Bagaimana kelanjutan critanya??? Mari kita saksikan…. Ehh, salahh..maksudnya mari kita baca rame-rame… nyooookkk~~~

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

..di rumah Onew…

Taemin : *nyolokin kabel ke sound system yang gedenya na’udzubillah* ehemm.. ehemm.. *busssett, batuknya juga penuh charisma!!* JREEENGGG!!! *bunyi gitar niih* 1, 2… 1, 2, 3… GO!!!

*IKLAN DULUUU~~*

Author : kira-kira lagu apa yang akan dinyanyikan oleh Taemin?? Hayoo~~ tebakk..!!

Penonton 1 : AMIGO!!

Author : salahhh~~

Penonton 2 : Juliette!!

Author : salahhh~~

Penonton 3 : REPLAY!!

Author : salaaahh~~ Jawabannya adalahhh….

*Balik lagi ke adegan Taemin*

Taemin : 1, 2… 1,2, 3…. GO!!! *suara rock* Pelangii, pelangii~~~ alangkah indahmu~~ merah kuning hijau, dilangit yang biru~~ pelukismu agung~~ siapa gerangan?? Pelangi, pelangi~~ ciptaan Tuhan…

GUBRAAAKK!!!!!

Changmin, Kibum, Yesung : *entah dating dari mana* WUAAAA~~ TAEMINN.. *wajah terpesona* KERENNN,, COOL,, HEBATTT!!!! *tepuk tangan meriah*

Changmin : udahh lama kita gak denger suara semerdu ini.. *wajah sendu*

Kibum : iya, terakhir kali kita denger naynyian sekeren itu tuh Cuma pas taun kamu sama Minho dan Sungmin masih belajar di SD kita.. *muka sedih*

Yesung : *berpelukan dengan Changmin dan Kibum* Tuhann~~ berikan aku hidupp satu kali lagii.. hanya untuk dengar suaranya… *sambil nunjuk Taemin*

Taemin : *mandang jijik ke CM, KB, ama YS*

Onew : *narik Taemin biar gak dimangsa ama guru gila itu* Hussh, kamu ngapain siih?? Nyanyi lagu kok nggak jelas gitu??

Taemin : kan aku pengen ngeband, pah.. temen temen di sekolah kan lagi kena syndrome nge-band.. masa aku nggak, sih???

Onew : Emangnya kamu bisa mainin alat musik apaan???

Taemin : eehh, papahh.. *sambil goyangin jari telunjuk* jangan remehkan anakmu inii dong!! Aku tuh bisa main alat musik kok..

Onew : *gak yakin ama ucapan anaknya* apaan??

Taemin : qu bisa main… kecrekann, peluit, pianika, ama suling bamboo itu tuuh.. keren kan, pah?? Hebat kan, pah??

Onew : ~menyesali diri karna punya anak kayak gini~

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

… di Rumah Donghae..

Minho : Bang.. *noel noel lengan Donghae*

Donghae : hmmmh?? *masih tetep baca Koran*

Minho : Abang sayang aku kan?? *mulai mijitin kaki Donghae*

Donghae : *mikir : pasti nih anak ada maunya!! Tumben banget dia mau baek am a gue * Hmmhh…

Minho : sayang kann?? *mijitinnya makin keras*

Donghae : *teriak kesakitan* BUSEEETTT!! Kaki abang tuh bukan barbell, Min..

Minho : abang.. *beralih mijitin pundak Donghae* Minta duitt..

Donghae : *mikir : Tuhh kann.. pasti nii anak ada maunya!!* Yaudahh.. Nihh.. *ngasih selembar seribuan ke Minho*

Minho : *mikir : abang gue pelit banget, sih??* Bang, kalo Cuma seribu siih mau d bliin apaan?? Beli bakwan Cuma dapet 2, beli permen Cuma dapet 4, beli chiki Cuma dapet 1.. BUSEEETT DAHH.. pelit banget sii abang!! *ninggalin Donghae sambil manyun*

~Minho masuk ke kamarnya~

Minho : *mikir : hufft, buat beli stik drum tuh gmana caranya ya?? Dasar si Taemin, ada ada aja sih idenya.. masa bikin band ngajakin gue?? Boro boro buat beli stik drum.. buat beli cheese stik aja gue gak punya duit!!!*

*Minho muter muter di kamarnya*

TIBA-TIBA…

AHHHAAAA~~~ *tring!!!*

Minho langsung keluar kamarnya,dan langsung beranjak ke dapur. Sesampainya di dapur, ia mencari cari barang yang dicarinya.. *hallah, ribet nih bahasa!!*

Minho : Bang Donge~~ Liat sapu nggak??

Donghae : ada di teras tuh..

Minho : *beranjak ke teras* nahh, ini diaa.. *sambil ngangkat sapu di tangannya dan langsung dibawa ke kamarnya* Bang Donge!! Jangan ganggu!!

Donghae : *ngangkat bahu*

Sedangkan dari kamar Minho, terdengar suaraa..

DUAKK!!
CKKKIITT!!!
PRANKK!!
GRRRRR!!!

Donghae : Buseeett!!! Jangan jangan nih anak pengen bunuh diri gara-gara nggak gue kasih duit, ya?? *muka khawatir*

Donghae langsung bergegas menuju kamar Minho…

Donghae : Minho~~~ jangan bunuh dirii, dek!!! Abang sayang kamu, kok!! SUMPAHHH!!!

Minho : *keluar dari kamar dengan wajah tanpa dosa* Apaan sih, bang??? Berisiik tau~..

Donghae : Lha?? Kamu nggak jadi bunuh diri?

Minho : siapa yang mau bunuh diri?? Aku Cuma bikin ini kok.. *sambil nunjukin 2 stick yang ada di tangan*

Donghae : Kok bisa?? *Heran*

Minho : Bisa bisain ajaa.. Udah ah, bang! Aku pergi dulu ya?? Daah~~

Donghae : *masih bingung darimana Minho dapet stick itu* hmmmh, apa mungkin dia “ngepet” ya??

Tapi saat Donghae melirik ke dalam kamar Minho…

Donghae : MINHOOOO!!! ITUU SAPU KITA SATU SATUNYA, TAU!!! KNAPA DIHANCURINN???

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

… Di kost’an SungMin..

..Sungmin masih telpon telponan ama pacarnya..

Sungmin : chagiyaa~ tau nggak?? Ada yang nawarin aku main band loh..

Pacar sungmin : Oya, siapa?

Sungmin : ehhmph, adaa deh.. tungguin aja, pasti sebentar lagi kita bakal bikin album dan bakalan go internasional. Kayak kamuu~~

Pacar Sungmin : iiih, oppa genitt lagii~~

Tiba-tiba…

Minho & Taemin : Sungmin hyung~~ latihann yukk!! *n.b : ucapan dgn nada anak kecil ngajak maen*

Sungmin : ehh.. chagiyaa~ udah dulu yaa?? Kayaknya temen band aku udah ngajakin buat latihan niih..

Pacar sungmin : uhhmph, ya udah.. smangat yaa..

Sungmin : iyaaa.. kamu juga jangan kecapekan yaa, chagiyaa~ trus, jgan lupa…

Minho & Taemin : SUNGMINN HYUNG!!!!!! BURUAANN..

Sungmin : iyaaaaaaaaaaaa~~~

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

27 Agustus 2009…

~5 jam menuju konser Taemin ROCK di SM kompleks~

Taemin : *bolak balik d backstage*

Minho : *pusing gara-gara dari tadi ngeliatin Taemin bolak balik terus*

Sungmin : *asyik telpon telponan ama pacarnya*

Tapii di luar backstage, Onew sedang bingung karna nggak ada warga yang bersedia menonton konser anaknya kecuali trio guru di SM kompleks yang semangat menyemangati TAEMIN ROCKS, bahkan mereka sampai membuat spanduk dan yel yel penyemangat.

Onew : waduhh.. kasian kalo nggak ada yang nonton konsernya Taemin. Bisa bisa ntar dia down dan nggak bisa mengembangkan potensi yang terpendam di dirinya lagi.. *lebay gila nih bahasa suami saia*

Tiba-tiba..

*tring!!!!*

Onew bergegas ke kamarnya dan membawa dompet kreditnya beserta peralatan lainnya. Ia kemudian bergegas ke rumah Leeteuk.

TOK.. TOK.. TOK..

Leeteuk keluar dari rumah dengan wajah ramahnya.

Leeteuk : wahh, pak Jinki. Ada perlu apa ya??

Onew : Pak Leeteuk punya hutang 456.986 ribu. Bayar sekarang dengan uang pas!!! *menengadahkan tangan*

Leeteuk : *melongo* wahh, kalau 456.900 nya sih saya punya pak.. tapi kalo 86 rupiahnya, nggak ada.

Onew : kalo gitu, bapak mesti nonton konser Taemin sekarang juga!! Baru saya anggap hutang bapak yang 86 rupiah itu lunas.

Leeteuk : HAH???
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
Beralih ke Yoochun, Jonghhyun, Key dan Heechul…

Yoochun : ehh, katanya ada konser di rumah pak Jinki.

Key : terus??

Jonghyun : Lha?? Lo gimana sih?? Itu berarti ada…

Heechul : MAKANAN GRATISSS!!!

Yoochun, Key, Jonghyun, dan Heechul : TARIIIKK JABRIIK.. BERANGCUTT!!!!

~sungguh malang nasib para anak kost~
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
Beralih ke Junsu dan Kyuhyun..

TOK..TOK..TOK..

Kyuhyun keluar dengan siluet senyuman malaikatnya…

Onew : KYUHYUN!!!!

Kyu : *kaget* ada apaan nih, pak Jinki??

Onew : Kamu mau iniii??? *nunjukin seluruh kaset games terbaru yang paling keren*

Kyu : *matanya berbinar* MAUUUUU~~~

Onew : tapii ada syaratnya!!!

Kyu : apa??

Onew : kamu mesti nonton konser Taemin jam 5 ntar.. baru saya kasih kaset games ini.

Kyu : Ohh, iyaaa!!! SIAPP!!

Onew : Ajak juga si Junsu sekarang juga!!

Kyu : *secepat kilat narik Junsu yang masih tidur di kamarnya* Nih pak, Junsu’nya udah saya bawa!!

Junsu : Hoaaampph.. *masih tidur sambil meluk guling*

Onew : sekarang buruan kalian ke sana!!!

Kyu : *berjalan sambil nyeret Junsu yang masih asyik tidur*
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
…Di Rumah Eunhyuk…

Eunhyuk sedang asyik nari Sorry Sorry di rumahnya. Tapi…

TOK..TOKK..TOK..

Eunhyuk : Siapa??? *masih nari sorry sorry*

Onew : Pak, mau sehat nggak??? *teriak dari depan pintu*

Eunhyuk : Hah??? SEHAT?? *buru buru bukain pintu*

Onew : Iya pak, kan di rumah saya mau ada konser, nahh.. ntar kan biasanya kalo pas konser gitu tuh sering “ajojing” gitu kan?? Pasti bakal keringetan!! Kalo keringet itu kan tandanya sehat, pak!

Eunhyuk : Ohh, iyaaa.. betull tuh, pak Jinki!! Uhhmph, sebagai ucapan terima kasih karna udah ngasih tau saya soal acara ini, saya kasih uang ini buat pak Jinki. *ngasih duit segepok!!!!*

Onew : bussseet!!! Rejeki mah gag bakal kemana-mana!!! *senyum licik*

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

WAKTUNYA KONSER…

Taemin naik ke panggung dengan gagahnya, Minho dan Sungmin mengikuti di belakangnya.

Taemin : *gayanya uda cool banget* Ehem.. ehemm.. ARE YOU READY TO ROCK???

*hening dan hanya terdengar teriakan dari trio guru beserta Onew doang*

Taemin : nahh, kali ini, Kami TAEMIN ROCKS akan menyanyikan sebuah lagu.. AYO NYANYI BARENG BARENG!!!! 1,2… 1,2,3.. GO!!!!

JENG.. JENG.. JENG..

Taemin : balonku ada limaaa~~ rupa rupa warnanyaa~~ hijau kuning kelabuu~~ merah muda dan biru~~~

YS,CM ,Kibum berteriak histeris saat mendengar Taemin menyanyikan lagu itu.

Onew langsung menangis terharu saat menyadari bahwa anaknya pnya bakat terpendam.

Jonghyun, Key, Yoochun, dan Heechul langsung melahap hidangan prasmanan yang disediakan oleh Onew. Bahkan Heechul sudah membawa kantong plastic untuk membungkus makanan yang ada sebagai persediaan di kost’an.

Eunhyuk langsung bersenam ria di depan panggung biarpun lagunya nggak cocok.

Kyuhyun senyum teruss karna sudah tidak sabar menunggu hadiah kaset dari Onew. Sedangkan Junsu masih tertidur pulas sambil memeluk gulingnya di pundak Kyu.

Leeteuk hanya bisa diam karena bisa dikalahkan hanya dengan 86 rupiah saja.

Sedangkan Donghae?? Dia sedang sibuk membenarkan sapu yang telah dipatahkan oleh Minho untuk dijadikan stik drum.

TAEMIN ROCKS JJANG!!!!!! 🙂

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

SMTown Kompleks [Kompleks SMTown Artist] 2/? :D

onyuuu

Berikutnya ada Sungmin. Ia adalah siswa SMA yang sangat mahir merebut hati para ‘bule’. Tidak terhitung sudah berapa banyak pacarnya yang bukan warga Indonesia. Kabar terakhir, kini ia sedang menjalin hubungan dengan salah seorang personil girlband terkenal yang ada di luar negeri. Tapi sampai sekarang ia dan pacarnya hanya menjalin hubungan lewat dunia maya saja.

Narator : Beeuhh, keren banget nihh si Sungmin!!

Sungmin : ~senyum penuh kharisma~ Makasih, makasih..

Narator : Apa sih rahasianya, mass?? *penasaran*

Sungmin : Waahh, rahasia perusahaan tuh mbak. Nggak boleh dikasih tau ke orang lain.

Narator : Yaah, kok gitu sih?? Pliss dong.. Kasih tau apa rahasianya..

Sungmin : *menimbang sejenak* Ya udah deh, saya kasih tau rahasianya.

Narator : ~loncat kegirangan~ Apa rahasianya?? *siap-siap buku jurnal buat nyatet kata-kata Sungmin*

Sungmin : Rahasianya…..

Narator : ~antusias~

Sungmin : NGGAK ADA.

Narator : HAH?? *bingung*

Sungmin : Iya, nggak ada rahasia apapun. Semua itu sih terjadi karena saya memang sudah ganteng dari sananya, pintar, lucu, baik, lugu, waaahh..lengkap deh pokoknya!!!

BRUUUAAAKK!!!

~Sungmin ditendang sampe ke antartika oleh narator~

Berikutnya adalah Donghae. Ia adalah wartawan sebuah majalah ibukota yang cukup terkenal. Ia dikenal sangat profesional dalam pekerjaannya. Ia juga sangat mahir dalam mengemudikan mobil,jadi apabila sedang tidak ada tugas untuk meliput berita, biasanya ia berpindah profesi sementara sebagai supir angkot. Donghae memiliki seorang adik sepupu yang tinggal bersamanya.

~example~
..di pos ronda..

Hansip : Lho? Mass donghae, kok jam segini masih jalan-jalan aja? Sekarang kan udah jam 2 pagi..

Donghae : Iya, pak. Tadi habis meliput berita Ceuceu Piramida yang habis ditabrak sama suaminya itu, Al-amin Nasution. *muka lelah*

Hansip : Hooo… *dalam hati mikir : “Al-amin nasution tuh kan suaminya Kristina, ya?”* Pasti capek banget ya, mass??

Donghae : ~ngangguk-ngangguk nggak jelas~

SepupuDonghaeyangmasihdira

hasiakan : ~nelfon ke HP Donghae~

Donghae : Hallo? Ada apa Minho ?? (ohh, ternyata sepupu donghae ntu Minho!!)

Minho : Bang, mau pulang jam berapa? Aku ngantuk nih. Mau tidur.

Donghae : Tidur aja, abang udah ada di pos ronda kok.

Minho : ohh, ya udah..

~Gantian HP hansip yang berdering~

Hansip : Hallo? *diam sejenak* HAH? ISTRI SAYA MELAHIRKAN?? WAHHH, IYA..IYA..SAYA KE SANA SEKARANG JUGA!!

Donghae : Istri Bapak melahirkan??

Donghae : Iya, mass. Aduuhh, saya mesti gimana, nih?? Rumah saya kan jauh..

Donghae : Ya udah, saya antar aja pake mobil saya.

Hansip : Emangnya mass Donghae punya mobil?

Donghae : punya dong. Mobil angkot!!! *wajah bangga*

~Donghae mulai menstarter mobilnya~

Hansip : ~heran~ “Kok ada sih orang yang bangga karna punya mobil angkot?”

Donghae : Ayo, naik, Pak!!!

Hansip : Ok!!

~Backsound 2 fast 2 furious~

Donghae : BERANGGKATT!!! *tancap gas*

Hansip : WUAAAAA!!! *keburu jatoh duluan gara-gara belum siap sedia*

Donghae : BAAAPPPPAAKK!!!!!

~keesokannya, bendera kuning sudah berkibar di depan rumah pak Hansip~

Berikutnya, ada Changmin, Kibum, dan Yesung. Mereka bertiga dulunya adalah guru SD di SM kompleks.
Tapi karena rasio kelahiran warga di SM kompleks tidak pernah berkembang semenjak para warga wanita mulai menghilang dari kompleks, otomatis SD tersebut ditutup. Tapi insting ‘guru SD’ yang dimiliki mereka, menjadikan Taemin dan Minho (yang kebetulan masih imut dan polos dan juga merupakan alumnus dari SD tersebut) menjadi sasaran ‘naluri’ guru SD Changmin, Kibum dan Yesung. Kini mereka tinggal di rumah yang sama.

~Example~
..di sekitar kompleks..

Changmin : Ehh, Taemin, Minho!! Mau berangkat sekolah, ya?? *melambai kea rah Taemin & Minho yang lagi sibuk SMS’an*

Taemin : Hmmm.. *tanpa menoleh k arah Changmin, & masih sibuk SMS’an*

Kibum : Lho, Taemin, Minho.. Kalau Pak Guru kasih salam tuh dibales, dong.

Minho : Hmmmm.. *tetep sibuk SMS’an*

Yesung : Minho, Taemin, udah bawa bekal??

Taemin & Minho : Hmmmm.. *sekarang sibuk foto-foto pake kamera HP*

Changmin : TAEMIN, MINHO!!! perhatikan kalau Pak guru sedang bicara!!

Taemin & Minho : Lho? Emangnya bapak masih jadi guru?? *innocent face*

~DUAAARRRR!!!~
*Petir menyambar*

~Kibum, Changmin dan Yesung langsung mojok sambil noel-noel lantai~

Kibum : Apa kita sudah tidak dibutuhkan??

Changmin : Apa gunanya kita hidup di dunia ini??

Yesung : Apa jadinya jika surga dan neraka tak pernah ada?? *Ahmad Dhani + Chrisye song*

Kibum dan Changmin : *jitak Yesung* NGGAK NYAMBUNG, TAU!!!

Berikutnya, ada Eunhyuk. Ia adalah seorang instruktur senam yang handal. Setiap minggu, ia selalu mengajak warga di SM kompleks untuk senam bersama. Ia adalah teman dekat Vicky Burik yang notabene adalah seorang artis ternama sekaligus instruktur senam pula. Baginya sehat adalah nomor 1. Hal ini pula yang membuat Eunhyuk dan Leeteuk berteman akrab. Eunhyuk sering memberikan imbalan bagi siapapun yang ikut menjalani senam, hal itu didukung dengan fasilitas dari Ayahnya yang merupakan Kepala Pulau Penulis (atau bisa dibilang Gubernur).

~example~
..di kompleks, jam 03.45 am..

NGGGIIIINNGGG!!!
~suara megaphone yang mulai soak~

Eunhyuk : WARGA SM kompleks YANG SAYA CINTAI, MARI KITA SENAM BERSAMA!!!!

~teee..no..net..not..no..net.. no..ne..not~ *musik senam AYO BANGKIT*
___________________________________________________________________________

Leeteuk : *bangun dari tempat tidur biarpun malas-malasan*

_____________________________________________________________________________

Onew : BERISSIIKK!! *nutupin kuping pakai bantal*

Taemin : ~dengerin MP3 sambil SMS’an~

_____________________________________________________________________________

Kyuhyun : *ngigau* ABCDEFGHIJKLMN..

Junsu : *ngelanjutin ngigau’nya Kyuhyun* OPQRSTUVWY..

Kyuhyun dan Junsu : ~kompak~ Z… ZZZZ..ZZZZ..

_____________________________________________________________________________

Key : Aaaahh!!! Musik apa’an sih ini??

Heechul : Kenapa nggak musiknya diganti jadi Lagu SUJU yang “SORRY SORRY”??

Yoochun : Ehh, nggak!!! Mendingan diganti jadi DBSK yang “MIROTIC”.. kan enak bgt tuh buat senam.. I’ve got you~~ under my skin.. *naro tangan di dagu sambil goyang geje*

Jonghyun : Ehh, harusnya tuh pake lagu SHINee yang “Juliette”.. wuuih, keren banget kan tuh lagu.. Juliette~~~ oooohh… *bikin S line*

Key : Sallaaahh!! Kalau buat senam tuh paling asyik pake lagu SNSD yang “GENIE”.. sowoneul malhebwa~~

Heechul : SUJU !!!

Key : SNSD!!

Yoochun : DBSK!!

Jonghyun : SHINee!!

~dan perdebatan tersebut masih terus berlanjut~

___________________________________________________________________________________

Donghae : Huuuuhhh!!! Berisik banget sihh??!!

~tiba-tiba~

=TRINGG!!= *muncul ide*

~Donghae berjalan ke garasi dan mulai menyalakan mesin mobil angkotnya~

BRUUMMM… BRUUUMMM… BRRUUMMM…

Donghae : HAHAHA!! Berisik dilawan Berisik!! 1 sama, Eunhyuk!!! *gaya pahlawan bertopeng*

Minho : Bang!!! Berisik, tau!!! Hari Minggu mah waktunya tidur, bukannya malah nyalain mesin mobil!!! Udah tau kalo mobil kita teh udah butut, soak kayak gitu. Kumaha deui si abang, teh?? *ngomel geje*

Donghae : Aaahhh, udahh!! Tidur lagi aja sana!!

Minho : ~manyun~

_______________________________________________________________________

Changmin : *bangun dengan semangat* Suara apa ini?? Apakah ini suara dari surga??

Kibum : Iya, suara’nya benar-benar mendamaikan jiwa!!

Yesung : Ahhh, aku teringat masa-masa yang telah lalu!! Saat kita bertiga senam bersama anak murid kita.

Changmin : Hiks.. Memoriii… * dewi yull song*

Kibum dan Yesung : ~saling berpelukan~ Kemesraan iniii… janganlahh cepatt berlaluu.. Kemesraan iniii.. ingin ku kenang selaluuu…

______________________________________________________________________

Sungmin : ~asyik telpon-telponan ama pacarnya~ noreul saranghae, chagiyaa~~!!

PacarSungminyangmasihdirahasiakan : Oppa genit!! Eh, dari tadi ada suara berisik deh di belakang oppa. Ada acara apaan sih??

Sungmin : Ohh, jangan dipikirin, chagiya. Orang sarap lagi pada kambuh tuh penyakit gilanya!!

PacarSungminyangmasihdirahasiakan : Mwo?? Orang sarap?? *dalam hati mikir : kalo di sana tuh banyak orang gila, berarti pacar gue ini juga gila dong??*

_________________________________________________________________________

~Back to Eunhyuk~

Eunhyuk : WARGA SEKALIAN!!! APABILA ANDA IKUT SENAM KALI INI, MAKA SAYA AKAN MEMBERIKAN SEBUAH HANDPHONE BAGI MASING-MASING WARGA!!!!

GEDUBRAKK..
BRAKKK..
PLENTANGG..
DUAAAKKK…

~dalam waktu kurang dari 10 detik, semua warga sudah berkumpul di depan Eunhyuk~

Eunhyuk : *dalam hati mikir : DASAR WARGA MATA DUITAN*

_______________________________________________________________
_______________________________________________________________

Narator : Lho? Kok Cast’nya masih kurang 1??

Author : Iya, aku tau.. *panadol cf sound*

Narator : Trus? Kenapa belum diceritain?

Author : Kan 1 cast yang belum diceritain tuh aku.. *wajah super duper sangat imut banget*

Narator : Gue ogah ceritain karakter lo!!! *pergi ninggalin teater*

~penonton juga ikut ninggalin teater~

Author : Lhoo?? Hooiii, kok pada pergiiii?? (gii.. gii.. gii..) *dengan echo yang dibuat-buat*

Junho :sabar, cha Masih ada aku yang setia menemanimu… *gaya heroic*

Author : Ohhh, honey.. ternyata memang kamu yang paling mengerti aku!! Maafkan aku yang telah menduakan cintamu… Onew ternyata tidak lebih baik dibandingkan kamu!!

Junho : ~SHOCK~ Ternyata benar kalau kamu selingkuh dengan Onew?? TIDAAAKK!! *pergi dgn adegan slow motion*

~junho prgi dengan kehampaan~

Author : Jadi gue sendirian lagi nihh?? *noel-noel lantai di pojok ruangan teater*

*************************************************

« Older entries